Sep 29, 2026
Nasional

Mesuji — Kecelakaan Maut Bus Adhi Prima, Sopir Kabur Usai 8 Penumpang Tewas

MESUJI, Beritatercepat.com — Duka mendalam menyelimuti keluarga korban kecelakaan maut Bus Adhi Prima yang terbalik di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Mes

Mesuji — Kecelakaan Maut Bus Adhi Prima, Sopir Kabur Usai 8 Penumpang Tewas

MESUJI, Beritatercepat.com — Duka mendalam menyelimuti keluarga korban kecelakaan maut Bus Adhi Prima yang terbalik di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Mesuji, Lampung. Insiden tunggal yang terjadi pada dini hari itu tidak hanya merenggut nyawa delapan penumpang, tetapi juga meninggalkan luka panjang bagi puluhan korban luka-luka. Hingga berita ini diturunkan, sopir bus dilaporkan melarikan diri meninggalkan kendaraan yang ringsek di dasar jurang.

Detik-detik Nahas di Tikungan Maut

Berdasarkan keterangan kepolisian, bus berpelat nomor BE 7452 YY melaju dari arah Jakarta menuju Palembang. Saat melintasi jalur menurun dan menikung di kawasan Register 45, Mesuji, sekitar pukul 03.30 WIB, bus diduga kehilangan kendali. Saksi mata menyebut kendaraan sempat oleng sebelum akhirnya menabrak pembatas jalan dan terbalik.

"Bus melaju cukup kencang di jalan menurun. Tiba-tiba ada suara keras, lalu badan bus terguling ke kiri," ujar Rudi Hartono, seorang pengendara yang melintas tak jauh dari lokasi.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Tim gabungan dari Polres Mesuji, Basarnas, dan relawan harus memotong bodi bus untuk mengeluarkan korban yang terjepit. Suasana mencekam saat petugas menemukan jasad korban di antara kursi yang hancur.

Sopir Kabur, Polisi Buru Pelaku

Yang membuat luka semakin dalam, sopir bus berinisial S itu diduga langsung kabur setelah kecelakaan. Polisi menyatakan telah mengantongi identitas dan mengejar pelaku.

"Kami sudah menetapkan sopir sebagai tersangka. Dia melarikan diri, tapi kami pastikan akan menangkapnya. Ada dugaan kelalaian karena mengemudi melebihi batas kecepatan," tegas AKP Dedi Firmansyah, Kasatlantas Polres Mesuji.

Pihak PO Adhi Prima belum memberikan pernyataan resmi. Namun, sejumlah penumpang mengeluh soal kondisi bus yang disebut tidak layak jalan.

Korban dan Kronologi Lanjutan

Delapan korban tewas telah diidentifikasi dan dibawa ke RSUD Ragab Begawe Caram. Sementara itu, 21 korban luka dirawat intensif, tiga di antaranya dalam kondisi kritis. Kecelakaan ini menambah panjang daftar insiden bus maut di Jalur Lintas Sumatera tahun ini.

Kementerian Perhubungan langsung mengirim tim investigasi. Pemerintah berjanji mengevaluasi uji kelayakan armada bus antarkota, termasuk pengawasan jam kerja sopir yang kerap diabaikan.

Bagi keluarga korban, keadilan belum sepenuhnya datang. Mereka menuntut agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Tangis dan doa menjadi satu-satunya penguat di tengah kehilangan yang tak terperi.