Menteri Israel Sebut Amerika Serikat Terlalu Naif Percayai Iran Hentikan Program Nuklir

Seorang menteri senior Israel melontarkan kritik pedas terhadap sikap Amerika Serikat terhadap Iran. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, secara terbuka menyebut Washington "sangat naif

Jul 08, 2026 - 19:21
0 0
Menteri Israel Sebut Amerika Serikat Terlalu Naif Percayai Iran Hentikan Program Nuklir

Seorang menteri senior Israel melontarkan kritik pedas terhadap sikap Amerika Serikat terhadap Iran. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, secara terbuka menyebut Washington "sangat naif" karena meyakini Teheran akan meninggalkan ambisi nuklirnya. Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa Tel Aviv tengah mempertimbangkan langkah militer sepihak.

Dalam wawancara eksklusif dengan televisi Israel Channel 7 pada Rabu (24/6/2026), Ben-Gvir tidak menahan diri dalam mengutarakan pandangannya. Politisi sayap kanan ini menekankan bahwa ancaman dari Iran bukan sekadar isu geopolitik biasa, melainkan persoalan eksistensial yang tidak bisa ditawar-tawar.

Kecaman Langsung dari Kabinet Israel

Ben-Gvir menyatakan bahwa harapan AS terhadap perubahan haluan kebijakan nuklir Iran adalah ilusi yang berbahaya. "Amerika sangat naif jika mereka berpikir Iran akan meninggalkan program nuklirnya dan membatalkannya, dan melepaskan impian mereka untuk menghancurkan Israel," ujar Ben-Gvir seperti dilaporkan Anadolu Agency.

Pernyataan tersebut mencerminkan ketidakpercayaan mendalam yang telah lama mengakar di kalangan pejabat Israel terhadap diplomasi nuklir dengan Iran. Ben-Gvir menyinggung soal "impian untuk menghancurkan Israel" yang diyakini masih menjadi bagian dari doktrin strategis Teheran, meskipun negosiasi internasional terus berlangsung untuk membatasi program pengayaan uranium negara tersebut.

"Menjadi tanggung jawab Israel untuk menghadapi ancaman Iran ini dan bertindak sendiri melawannya."

Kalimat ini adalah inti dari pesan yang ingin disampaikan sang menteri. Ia tidak lagi menggantungkan nasib keamanan nasionalnya pada diplomasi multilateral atau kepemimpinan global Washington. Sebaliknya, ia mendorong agar Israel mengambil peran sebagai aktor yang tidak ragu untuk beroperasi secara mandiri jika jalur diplomatik dianggap gagal total.

Ketegangan yang Meningkat di Timur Tengah

Sinyal dari Ben-Gvir ini muncul di tengah meningkatnya eskalasi di kawasan. Israel telah berulang kali menyampaikan bahwa Iran dengan program nuklirnya adalah ancaman nomor satu yang harus dihentikan dengan segala cara. Retorika keras ini bukan pertama kalinya disuarakan dari Tel Aviv, namun pernyataan bahwa Israel "mungkin bertindak sendiri" menjadi penegasan ulang atas doktrin keamanan yang lebih agresif dan independen.

Para analis keamanan mencatat bahwa pernyataan seorang menteri kabinet yang secara gamblang meragukan kebijakan sekutu terbesarnya bukanlah hal biasa. Ini menunjukkan tingkat frustrasi yang sudah mencapai puncak di lingkaran dalam pemerintahan Israel, serta adanya tekanan domestik agar pemerintah mengambil langkah konkret, bukan sekadar mengandalkan pembicaraan yang tak kunjung membuahkan hasil.

Diplomasi di Persimpangan

AS di bawah pemerintahan saat ini masih berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan nuklir Iran melalui jalur diplomasi. Namun, pernyataan Ben-Gvir menimbulkan pertanyaan serius tentang sejauh mana Tel Aviv bersedia mengikuti pendekatan Washington. Jika Israel benar-benar memilih untuk mengambil aksi militer sepihak, implikasinya bagi stabilitas Timur Tengah bisa sangat luas dan sulit diprediksi.

Dunia kini menunggu langkah selanjutnya. Apakah AS akan mampu meredakan ketegangan dan meyakinkan Israel untuk tetap berada dalam kerangka koordinasi strategis, atau apakah kawasan ini akan memasuki babak baru konfrontasi langsung antara Israel dan Iran? Pernyataan Ben-Gvir menunjukkan bahwa kesabaran Tel Aviv semakin menipis, dan waktu untuk solusi diplomatik kian sempit. Liputan ini disajikan oleh Beritatercepat.com sebagai bagian dari pemantauan berkelanjutan atas dinamika keamanan di Timur Tengah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Editor Ekonomi. Editor ekonomi breaking dan update pasar terkini.

Comments (0)

User