Pemkot Tangsel Perkuat Deteksi Dini TBC melalui Ngider Sehat Premium

Tangerang Selatan — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kian mempertegas strategi promotif-preventif dengan mengintegrasikan pendekatan kewilayahan

Jul 12, 2026 - 01:17
0 0
Pemkot Tangsel Perkuat Deteksi Dini TBC melalui Ngider Sehat Premium

Tangerang Selatan — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kian mempertegas strategi promotif-preventif dengan mengintegrasikan pendekatan kewilayahan ke dalam program unggulan Ngider Sehat Premium. Langkah ini menjadi jawaban atas perlunya deteksi dini tuberkulosis (TBC) yang masih menghantui, terutama di permukiman padat. Kini, dalam setiap kunjungan ke rumah warga, tim tidak hanya membawa perawat, tetapi juga dokter yang siap memeriksa dan mengedukasi gejala awal TBC.

Dokter Datang, Stigma Pergi

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, menjelaskan bahwa penguatan ini bermula dari evaluasi kasus TBC yang cenderung terlambat ditemukan.

“Kami mendorong pengenalan gejala sejak tingkat keluarga. Dengan Ngider Sehat Premium, dokter langsung memeriksa batuk berkepanjangan, keringat malam, atau penurunan berat badan, lalu mengarahkan ke tes dahak di puskesmas tanpa harus menunggu warga datang,”
ujarnya. Sejak penambahan tenaga dokter, kunjungan rumah yang semula bersifat pemantauan rutin kini dilengkapi sesi konsultasi individual. Warga yang selama ini enggan ke fasilitas kesehatan karena takut stigma atau biaya transportasi, kini terbuka saat petugas menyapa di depan pintu mereka.

Kewilayahan sebagai Ujung Tombak

Bersamaan dengan itu, paradigma berbasis kewilayahan diperkuat. Setiap kelurahan membentuk satuan tugas TBC yang melibatkan kader posyandu, ketua RT/RW, dan tokoh masyarakat. Mereka dilengkapi modul sederhana berisi GeCe (Gejala Cepat) TBC, serta daftar kontak darurat tim Ngider Sehat. Model ini mengikuti semangat Perpres Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC yang menekankan partisipasi komunitas. Letkol Inf. (Purn.) Drs. H. Benyamin Davnie, Wali Kota Tangerang Selatan, menambahkan,

“Kami ingin RW bukan sekadar unit administratif, melainkan benteng kesehatan. Kader di lapangan adalah mata dan telinga kami untuk menemukan terduga TBC sebelum menyebar.”

Kolaborasi Vertikal dan Horisontal

Program ini juga menyasar sinergi lintas sektor. Dinas Kesehatan menggandeng Bappelitbangda, Dinas Sosial, hingga swasta agar pasien yang sudah terdeteksi mendapat dukungan nutrisi dan pemantauan keteraturan minum obat. Bahkan, hasil skrining TBC dari Ngider Sehat Premium akan terhubung langsung ke Sistem Informasi Tuberkulosis Nasional (SITB). Langkah ini mempercepat pencatatan dan memungkinkan pemantauan kepatuhan pasien secara lebih akurat.

Seorang dokter muda yang rutin bertugas di Kecamatan Ciputat, dr. Nadia Ramadhani, menuturkan pengalamannya.

“Beberapa bulan lalu saya memeriksa seorang bapak yang hanya mengira batuknya biasa. Setelah kami lakukan uji cepat molekuler di rumah, hasilnya positif TBC sensitif obat. Sekarang beliau sudah menyelesaikan pengobatan berkat kunjungan rutin kami,”
kisahnya. Cerita seperti ini yang meyakinkan jajaran bahwa pelayanan jemput bola mampu memutus rantai penularan secara lebih humanis.

Respons Masyarakat dan Harapan ke Depan

Warga Perumahan Bintaro Jaya, Siti Aminah (43), mengaku awalnya khawatir ketika petugas mendatangi rumahnya. Namun setelah mendapat penjelasan, ia menjadi lebih paham dan bahkan mendorong tetangganya untuk ikut skrining.

“Saya pikir TBC itu penyakit yang bikin dijauhi. Ternyata diobati gratis dan cepat sembuh. Sekarang tiap ada Ngider Sehat datang, saya langsung mengajak arisan RT ikut periksa,”
ungkapnya. Antusiasme ini tercermin dari data: dalam triwulan pertama 2025, lebih dari 2.300 rumah telah dikunjungi, dan 47 kasus terduga TBC berhasil diidentifikasi lebih awal berkat inisiatif tersebut. Dinkes Tangsel menargetkan seluruh 1.044 RW dapat terlingkupi pada akhir tahun.

Keberhasilan perluasan ini juga menarik perhatian Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebutnya sebagai contoh praktik baik penemuan kasus aktif di wilayah urban. Ke depan, Pemkot Tangsel berencana melengkapi kendaraan Ngider Sehat dengan perangkat portable x-ray berbasis kecerdasan buatan agar hasil skrining semakin instan.

“Kami tidak ingin ada lagi cerita pasien TBC ditemukan dalam kondisi paru sudah rusak parah. Pencegahan dan deteksi adalah kunci,”
tegas dr. Allin. Inovasi ini sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi antara teknologi, tenaga kesehatan, dan semangat gotong royong kewilayahan adalah formula paling tangguh melawan TBC di Tanah Air.

[SOCIAL_TWEET]: Batuk >2 minggu? Jangan anggap sepele. Kini tim #NgiderSehatPremium hadir ke rumah warga Tangsel bawa dokter dan skrining gratis TBC. Langkah kecil ini selamatkan nyawa, putus rantai penularan. #DeteksiDiniTBC #TangselSehat #IndonesiaBebasTBC[SOCIAL_TG]: 🏥📣 Tim Ngider Sehat Premium Tangsel kini dilengkapi dokter, siap deteksi dini TBC langsung di rumah warga. Program kewilayahan ini sudah temukan puluhan kasus tanpa warga perlu keluar duit. Jaga paru-paru kita! 💪 #p2ptbc

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User