Los Angeles — Adaptasi live-action Moana resmi hadir di bioskop, namun sambutan

Disney memang tidak mengubah banyak elemen naratif. Alur, dialog, hingga deretan lagu ikonik nyaris identik. Namun di situlah letak masalah terbesarnya. Kr

Jul 12, 2026 - 20:03
0 0
Los Angeles — Adaptasi live-action Moana resmi hadir di bioskop, namun sambutan

Disney memang tidak mengubah banyak elemen naratif. Alur, dialog, hingga deretan lagu ikonik nyaris identik. Namun di situlah letak masalah terbesarnya. Kritikus menilai kemiripan total dengan versi animasi justru menjadi kelemahan fatal yang membuat film terasa hampa, bukan sebuah pembaruan yang segar.

Kritikus Menyuarakan Kekecewaan

Sejumlah media ternama mengungkapkan ketidakpuasan mereka. Brian Tallerico dari RogerEbert.com menyebut film ini kehilangan ruh petualangan yang membuat animasinya dicintai. Ia menulis bahwa eksekusi visual dan performa para pemain tidak cukup untuk menutupi kekosongan emosional yang ditinggalkan.

"Moana live-action terasa seperti salinan yang dikerjakan dengan mesin fotokopi; setiap detail teknis ada di tempatnya, tetapi kehangatan dan keajaiban versi aslinya lenyap begitu saja,"

Ulasan dari The Hollywood Reporter juga senada. Kritikus Lovia Gyarkye menekankan bahwa tantangan terbesar film live-action Disney adalah memberi alasan baru bagi penonton untuk menyaksikan kembali cerita yang sudah mereka hafal, dan Moana gagal melakukannya. Ia memuji akting Catherine Laga‘aia sebagai Moana dan kehadiran Dwayne Johnson yang kembali sebagai Maui, tetapi menilai arah penyutradaraan Thomas Kail tidak berani mengambil risiko.

Kesetiaan Visual yang Menjebak

Dari segi produksi, Moana live-action tidak bisa disebut buruk. Sinematografi yang menangkap keindahan lautan Pasifik, kostum yang detail, dan efek khusus untuk elemen magis seperti air hidup serta Te Fiti tampak memukau di layar lebar. Namun sejumlah kritikus berpendapat bahwa kesetiaan tinggi terhadap animasi justru membatasi kreativitas. Film ini enggan mengeksplorasi sudut pandang baru, busur karakter tambahan, atau adegan musikal dengan aransemen berbeda yang bisa memberikan nyawa tersendiri.

Peter Debruge dari Variety mencatat bahwa film ini terasa seperti "produk rekayasa algoritma" yang dibangun berdasarkan data preferensi penonton, bukan keberanian artistik. Ia menyoroti bagaimana setiap pengambilan gambar seolah telah dipetakan agar persis seperti animasi, sehingga tidak ada ruang bagi kejutan.

Perbandingan dengan Adaptasi Lain

Kritik terhadap Moana live-action semakin tajam jika dibandingkan dengan strategi adaptasi terbaru Disney lainnya. The Little Mermaid (2023) dan Mufasa: The Lion King (2024) setidaknya mencoba memperluas mitologi atau menambahkan nomor musikal baru. Moana tidak menawarkan tambahan signifikan apa pun. Satu-satunya sisipan baru adalah lagu pendek yang dinyanyikan oleh karakter pendukung, namun itu dinilai belum cukup untuk membenarkan durasi dua jam lebih.

Keputusan untuk mempertahankan Moana versi animasi sebagai cetak biru mutlak menunjukkan pendekatan bisnis yang aman tetapi minim kreativitas. Disney tampaknya lebih mengutamakan faktor keamanan finansial di tengah tren penurunan pendapatan box office untuk remake live-action.

Respon Penonton dan Pre-order Tiket

Di sisi penonton, reaksi terbelah. Penggemar setia yang tumbuh bersama Moana animasi mengaku tetap menikmati suguhan visual dan nostalgia yang dibawa. Namun banyak pula yang menyuarakan kekecewaan di media sosial, menyebut film ini "tidak perlu ada" dan mempertanyakan urgensi adaptasi yang nyaris tanpa inovasi.

Dari data pra-penjualan, Moana live-action diprediksi tetap akan meraup pendapatan besar secara global, ditopang oleh popularitas lagu-lagu seperti "How Far I’ll Go" dan "You’re Welcome" serta nama besar Dwayne Johnson. Analis box office memperkirakan pembukaan akhir pekan di kisaran 80–100 juta dolar AS secara domestik.

Masa Depan Adaptasi Disney

Fenomena Moana live-action ini memperkuat pertanyaan yang telah bergulir bertahun-tahun: apakah strategi remake habis-habisan Disney masih relevan? Dengan semakin banyaknya kritik bahwa film-film ini menjadi "konten daur ulang", tekanan terhadap Disney untuk menghadirkan cerita orisinal atau setidaknya interpretasi ulang yang berani semakin menguat.

Sementara itu, Moana 3 versi animasi telah dikonfirmasi akan hadir di masa mendatang, melanjutkan kisah dari sekuel animasi 2024 yang sukses besar. Ini menunjukkan bahwa rumah produksi tersebut masih melihat waralaba Moana sebagai aset yang terlalu berharga untuk sekadar diulang tanpa ekspansi.

[SOCIAL_TWEET]: 🎬 Kritikus menyebut Moana live-action hambar meski setia dengan cerita asli. Visual memukau, tapi nyaris tanpa kejutan. Apakah Disney perlu berhenti mendaur ulang? #Moana #DisneyLiveAction[SOCIAL_TG]: 🎞 Moana live-action sudah tayang! Tapi review kritikus mengejutkan: film ini dinilai terlalu setia pada aslinya hingga kehilangan daya magis. Simak ulasan lengkapnya hanya di Beritatercepat.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User