Drama Korea ‘Agent Kim Reactivated’ Gunakan AI untuk Adegan Aksi

Seoul – Industri drama Korea Selatan kembali menggemparkan publik global. Kali ini, bukan karena alur cerita yang mendebarkan atau akting memukau para peme

Jul 12, 2026 - 20:46
0 0
Drama Korea ‘Agent Kim Reactivated’ Gunakan AI untuk Adegan Aksi

Seoul – Industri drama Korea Selatan kembali menggemparkan publik global. Kali ini, bukan karena alur cerita yang mendebarkan atau akting memukau para pemeran utama, melainkan karena terobosan teknologi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Drama terbaru SBS berjudul ‘Agent Kim Reactivated’ resmi tercatat sebagai produksi K-drama pertama yang menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) untuk menciptakan sekuens aksi berskala besar. Keputusan ini langsung menuai perbincangan hangat di kalangan penggemar, pelaku industri kreatif, dan pemerhati teknologi. Inovasi yang diusung tim produksi ini dinilai membuka babak baru dalam proses pembuatan drama televisi di Negeri Ginseng.

Kilas Balik: Dari Pemeran Pengganti ke Kecerdasan Buatan

Dalam dua dekade terakhir, industri hiburan Korea Selatan dikenal sangat mengandalkan pemeran pengganti (stuntman) profesional dan efek praktis untuk menghadirkan adegan laga yang realistis. Drama seperti Vagabond atau The K2 memamerkan koreografi pertarungan memukau yang membutuhkan latihan berbulan-bulan dan risiko cedera tinggi. Namun, ‘Agent Kim Reactivated’ memilih jalur yang berbeda. Tim produksi menggandeng perusahaan efek visual berbasis AI asal Seoul, DeepMotion Studio, untuk mengintegrasikan karakter digital sepenuhnya ke dalam lanskap aksi. Hasilnya: penonton masih melihat wajah aktor utama yang familiar, tetapi gerakan-gerakan berbahaya—seperti melompat dari gedung bertingkat, pertarungan dengan helikopter, hingga ledakan jarak dekat—sepenuhnya dihasilkan oleh model deep learning.

  1. Juli 2025: SBS mengumumkan drama mata-mata baru dengan judul sementara Agent Kim.
  2. Oktober 2025: Proses syuting dimulai; aktor utama Lee Do-hyun dan Kim Tae-ri menjalani pemindaian wajah dan tubuh secara digital untuk keperluan rigging 3D.
  3. Januari 2026: DeepMotion Studio mempresentasikan prototipe adegan kejar-kejaran mobil yang seluruhnya dirender AI—hanya membutuhkan dua minggu, padahal syuting konvensional memakan waktu hingga tiga bulan.
  4. Maret 2026: Proses integrasi selesai. Dari total 124 menit durasi episode pilot, sekitar 18 menit merupakan adegan yang mengandung elemen AI generatif.
  5. 15 Mei 2026: Episode perdana tayang. Rating nasional langsung menembus 14,2 persen, sekaligus memicu tagar #AIinKDrama menjadi trending di media sosial.

Bagaimana AI Mengubah Wajah Adegan Aksi?

Teknologi yang digunakan bukan sekadar deepfake sederhana. Tim DeepMotion mengadopsi pendekatan Neural Radiance Fields (NeRF) generasi ketiga yang dikombinasikan dengan model difusi video. Dengan data gerak yang direkam dari 120 kamera inframerah, AI mempelajari biomekanik aktor dan mampu menghasilkan simulasi fisik yang nyaris sempurna. Pada adegan klimaks di episode ketiga, misalnya, karakter Agent Kim terlihat meluncur di antara dua kereta api yang melaju kencang. Seluruh sekuens itu dirender dalam virtual production stage, tanpa aktor sungguhan berada di lokasi berbahaya.

“Kami tidak mengganti peran stuntman. Yang kami lakukan adalah menciptakan lapisan keamanan tambahan. Adegan yang secara fisik tidak mungkin atau terlalu berisiko kini bisa divisualisasikan dengan kualitas sinematik, tanpa mengorbankan keselamatan siapa pun,” ujar sutradara Park Jin-woo dalam konferensi pers di Seoul, Kamis (29/5).

Pernyataan senada disampaikan oleh CEO DeepMotion, Dr. Kang Min-seok. Ia menjelaskan bahwa model AI mereka dilatih dengan 4,7 juta jam rekaman adegan laga dari film dan drama Asia selama satu dekade terakhir. “Dengan basis data sebesar itu, AI kami tidak hanya meniru, tetapi juga memahami konteks naratif—kapan harus memperlambat tempo untuk ketegangan, kapan mempercepat untuk kejutan. Ini adalah sinergi antara kreativitas manusia dan presisi mesin,” katanya.

Dampak Langsung: Efisiensi Biaya dan Waktu Produksi

Penerapan AI secara masif bukan tanpa alasan bisnis yang kuat. Menurut laporan keuangan internal SBS yang bocor ke publik, total biaya produksi ‘Agent Kim Reactivated’ mencapai ₩38 miliar (sekitar Rp420 miliar)—20 persen lebih rendah daripada drama aksi serupa yang diproduksi lima tahun lalu. Penghematan terbesar berasal dari eliminasi lokasi syuting luar ruangan berisiko tinggi, pengurangan asuransi stuntman, dan akselerasi pasca-produksi. Jika biasanya rendering satu adegan kompleks memakan waktu 8–12 minggu, kini AI mampu menyelesaikannya dalam waktu kurang dari 10 hari.

  • Penghematan asuransi produksi: turun 35% karena minimnya adegan berbahaya langsung.
  • Waktu syuting: total berkurang empat bulan dibanding proyeksi awal.
  • Jumlah kru lapangan: hanya 60% dari produksi sejenis, karena banyak tugas dipindahkan ke studio virtual.
  • Konsumsi energi rendering: naik 220%, memicu diskusi soal jejak karbon AI di industri hiburan.

Reaksi Publik dan Perdebatan Etika

Meski rating tinggi dan pujian terhadap visual efek mengalir deras, tidak semua pihak menyambut gembira. Komunitas pekerja film Korea, terutama Persatuan Stuntman Korea (KSU), menyuarakan kekhawatiran serius. Mereka menilai penggunaan AI yang tidak diatur dapat mengancam mata pencaharian ribuan profesional di balik layar. “Kami sudah beradaptasi dengan CGI, tetapi AI generatif berbeda. Dia bisa menciptakan realisme yang membuat kehadiran kami tidak lagi diperlukan. Pemerintah harus segera membuat regulasi,” tegas ketua KSU, Choi Yong-sik.

Di sisi lain, penggemar justru menunjukkan antusiasme tinggi. Di platform X (sebelumnya Twitter), tagar #AgentKimAI mengumpulkan lebih dari 870 ribu cuitan dalam 24 jam pertama. Banyak yang mengapresiasi visual yang “lebih imersif” dan menyebutnya sebagai “lompatan teknologi layaknya Avatar-nya televisi”. Seorang warganet dengan akun @kdrama_dev bahkan menulis: “Akhirnya K-drama nggak cuma jago bikin baper, tapi juga jago bikin aksi kelas Hollywood!”

Langkah Selanjutnya: Regulasi dan Adopsi Industri

Kesuksesan ‘Agent Kim Reactivated’ diprediksi akan memicu gelombang adopsi AI di produksi drama lainnya. Stasiun tvN dan JTBC dikabarkan tengah menjajaki kerja sama serupa untuk drama kolosal dan fiksi ilmiah. Namun, Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan bergerak cepat. Pihaknya menjanjikan pedoman etis penggunaan AI dalam konten kreatif paling lambat kuartal ketiga 2026, mencakup transparansi label adegan AI, perlindungan data aktor, serta kuota minimal tenaga manusia dalam produksi.

Apapun perdebatan yang muncul, satu hal tak terbantahkan: teknologi AI telah menembus batas kreativitas yang selama ini dianggap mustahil. ‘Agent Kim Reactivated’ bukan sekadar drama, melainkan penanda zaman baru dalam sinema Korea. Publik Indonesia, yang selama ini menjadi salah satu pasar terbesar K-drama global, pun bersiap menyaksikan episode-episode berikutnya dengan rasa penasaran: mampukah sentuhan mesin menggantikan sentuhan manusia, atau justru menyempurnakannya?

Drama ini dijadwalkan tayang setiap Jumat-Sabtu pukul 22.00 KST di SBS, dan dapat disaksikan secara streaming melalui platform Viu dan Disney+ Hotstar untuk pemirsa Indonesia mulai pekan depan.

[SOCIAL_TWEET]: Adegan aksi K-drama kini digerakkan AI! Drama SBS ‘Agent Kim Reactivated’ cetak sejarah gunakan deep learning untuk sekuens berbahaya. Lebih cepat, murah, tapi menuai kontroversi stuntman. #AgentKimAI #KDramaTech #AIdiSinema[SOCIAL_TG]: 🤖🔥 Adegan laga K-drama kini lahir dari AI! ‘Agent Kim Reactivated’ SBS gunakan deep learning buat bikin aksi spektakuler tanpa risiko. Inovasi atau ancaman buat stuntman? Cek beritanya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User