PDI Perjuangan DKI Jakarta Gelar Tabur Bunga untuk Surindro Supjarso
Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan DKI Jakarta menggelar upacara tabur bunga di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu pagi, memperingati h
Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan DKI Jakarta menggelar upacara tabur bunga di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu pagi, memperingati hari lahir Kapten Penerbang Anumerta Surindro Supjarso. Almarhum merupakan suami pertama Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, sekaligus seorang pahlawan yang gugur dalam tugas negara. Upacara ini menjadi tradisi baru partai untuk menghidupkan semangat pengorbanan di kalangan kader.
Prosesi diawali dengan doa bersama di atas kapal yang membelah laut tenang sekitar Pulau Pramuka. Puluhan kader berpakaian hitam-putih melepas karangan bunga mawar dan kenanga ke permukaan air, diselingi isak tangis haru. Cuaca cerah mengiringi momen sakral itu, seakan merestui penghormatan kepada sosok yang telah mendahului.
Siapa Surindro Supjarso?
Surindro lahir pada 10 Juni 1945 di Yogyakarta. Ia menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Udara dan dikenal sebagai penerbang tempur berbakat. Setelah berdinas di beberapa kesatuan, ia menikah dengan Megawati Soekarnoputri pada tahun 1970, yang kala itu baru merintis karier politik. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang putra, Prananda Prabowo. Namun, takdir berkata lain: pada 1971, pesawat latih T-33A yang dikemudikan Surindro jatuh di pedalaman Papua, menewaskan dirinya beserta seorang kopilot. Jenazahnya dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, dan pemerintah menganugerahkan gelar Kapten Penerbang Anumerta sebagai penghargaan atas dedikasi tingginya.
“Kami tidak sekadar menabur bunga. Ini adalah ikrar bahwa setiap kader harus berani berkorban seperti almarhum. Perjuangan partai tidak lepas dari darah dan air mata para pahlawan, termasuk suami Bu Mega,” ujar Ketua DPD PDIP DKI Jakarta, Ady Setiawan, di atas geladak kapal.
Napak Tilas yang Sarat Makna Politik
Pengurus pusat PDIP menilai upacara ini lebih dari sekadar seremoni keluarga. Kapten Surindro adalah representasi prajurit kritis yang berintegritas — nilai yang terus didengungkan Megawati selama memimpin partai. Sejumlah sumber menyebut Megawati sengaja tidak hadir langsung untuk menghindari kesan pencitraan, namun putranya Prananda Prabowo hadir mewakili keluarga. Posisi Prananda di depan peserta menunjukkan betapa sosok ayahandanya tetap menjadi patron moral.
Sejarawan dari Universitas Indonesia, Andi Kesuma, menilai langkah PDIP DKI sebagai bagian dari rekonstruksi narasi kebangsaan. “Ini menarik karena mereka mendekatkan politik kader dengan sejarah militer. Di tengah isu polarisasi, seremoni seperti ini justru bisa menguatkan identitas partai,” katanya saat dihubungi terpisah. Ia menambahkan, peristiwa jatuhnya pesawat Surindro hingga kini masih menyisakan misteri karena minimnya transparansi investigasi era Orde Baru.
Rencana Keberlanjutan
DPD PDIP DKI berencana menjadikan tabur bunga sebagai agenda tahunan. Tahun depan panitia akan mengundang komunitas veteran TNI AU dan keluarga besar Surindro di Jawa Tengah. Mereka juga ingin menggelar napak tilas ke lokasi jatuhnya pesawat di Papua, bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.
Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa perjuangan politik tak pernah steril dari pengorbanan personal. Bagi Megawati, kenangan terhadap Surindro tetap menjadi pijakan emosi sekaligus bahan bakar semangat memimpin partai bernomor 03 itu.
[SOCIAL_TWEET]: DPD PDIP DKI menggelar tabur bunga di Kepulauan Seribu untuk mengenang Kapten Penerbang Anumerta Surindro Supjarso, suami pertama Megawati. Tradisi ini jadi napak tilas pengorbanan sejati. #PDIP #SurindroSupjarso #SejarahIndonesia[SOCIAL_TG]: 🌊 Tabur bunga di Kepulauan Seribu! PDIP DKI kenang Kapten Surindro, pahlawan AU yang gugur di Papua. Putra Megawati ikut hadir. Tradisi ini akan digelar setiap tahun.
Comments (0)