Pembongkaran SDN Pocin 1 Picu Protes, Proyek Rp15,7 M Dipertanyakan
DEPOK — Suara protes keras menggema dari warga Depok saat alat berat mulai meratakan bangunan SDN Pocin 1 pada Senin (13/7/2026). Warga mempertanyakan urgensi pembongkaran sekolah tersebut demi laha...
DEPOK — Suara protes keras menggema dari warga Depok saat alat berat mulai meratakan bangunan SDN Pocin 1 pada Senin (13/7/2026). Warga mempertanyakan urgensi pembongkaran sekolah tersebut demi lahan proyek Rumah Kreatif yang menelan anggaran fantastis senilai Rp15,7 miliar.
Kronologi Penolakan dan Fakta di Lapangan
- Alat berat dikerahkan sejak pukul 08.30 WIB tanpa pemberitahuan detail ke warga sekitar.
- Sejumlah orang tua murid dan tokoh masyarakat melakukan aksi hadang di depan gerbang sekolah.
- Pihak proyek mengklaim telah mengantongi izin penuh dari pemerintah daerah.
- Warga menuntut transparansi studi kelayakan dan prioritas anggaran pendidikan.
- Anggaran Rp15,7 miliar berasal dari APBD Perubahan 2025/2026.
Informasi yang dihimpun di lokasi, pembongkaran berlangsung cepat meskipun sejumlah warga mencoba menghalangi. Satu unit ekskavator mulai menghancurkan tembok bagian depan sekolah pukul 09.00 WIB. Warga yang emosi meneriakkan tuntutan agar proyek dihentikan dan difokuskan pada renovasi sekolah yang dinilai lebih mendesak. “Kami tidak menolak pembangunan, tapi kenapa harus korbankan sekolah yang jadi satu-satunya akses pendidikan murah di sini?” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Pihak pelaksana proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat setempat menyatakan proyek Rumah Kreatif sudah melalui tahap perencanaan panjang dan akan menjadi pusat pengembangan ekonomi kreatif warga. Namun, warga menilai tidak ada sosialisasi yang memadai. Mereka juga menyoroti nasib 280 siswa SDN Pocin 1 yang terpaksa direlokasi ke sekolah lain yang jaraknya lebih jauh dan kapasitasnya terbatas.
Seorang aktivis pendidikan lokal menyebut anggaran Rp15,7 miliar itu bisa digunakan untuk merevitalisasi sepuluh sekolah dasar di kawasan serupa. “Ini bukan soal menentang pembangunan, tapi soal prioritas: saat ruang kelas bocor dan bangku tidak layak, kita malah bangun gedung baru yang belum jelas dampaknya,” tegasnya. Data yang beredar di grup warga menunjukkan bahwa SDN Pocin 1 baru saja mendapat bantuan rehabilitasi ringan dua tahun lalu.
Hingga siang ini, belum ada pernyataan resmi dari Wali Kota Depok. Kepala Dinas Pendidikan setempat melalui sambungan telepon hanya menyatakan akan meninjau kembali mekanisme relokasi siswa. Sementara itu, aparat kepolisian bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi bentrokan. Ketegangan masih terasa meski aktivitas pembongkaran terus berlanjut.
Proyek Rumah Kreatif sendiri digadang-gadang akan menampung inkubator bisnis, studio konten, dan ruang pameran produk UMKM. Namun, klaim urgensi ekonomi ini berbenturan dengan fakta bahwa di radius satu kilometer sudah terdapat dua pusat pelatihan serupa yang masih sepi peminat. Warga mendesak audit kinerja dan transparansi penuh atas alokasi dana publik tersebut.
Baca juga:
Comments (0)