Pekerja Tewas Diterkam Buaya, Bayi Dibuang di Toilet Kereta

Dua peristiwa tragis mengguncang publik dalam sepekan terakhir. Seorang pekerja yang tengah memperbaiki perahu di sungai tewas setelah diterkam buaya, seme

Jul 12, 2026 - 04:48
0 0
Pekerja Tewas Diterkam Buaya, Bayi Dibuang di Toilet Kereta

Dua peristiwa tragis mengguncang publik dalam sepekan terakhir. Seorang pekerja yang tengah memperbaiki perahu di sungai tewas setelah diterkam buaya, sementara di lokasi lain, seorang bayi yang baru lahir ditemukan dibuang di toilet kereta api. Kedua kasus ini menyita perhatian karena menggambarkan betapa rentannya nyawa manusia—baik di hadapan buasnya alam maupun ulah sesama yang tak berperikemanusiaan.

Pekerja Diterkam Buaya Saat Memperbaiki Perahu

Peristiwa nahas menimpa Sukirman (45), seorang buruh perbaikan perahu di Sungai Mentaya, Kalimantan Tengah. Pada Selasa (14/5) pagi, korban bersama dua rekannya tengah memperbaiki lambung perahu kayu yang bersandar di tepi sungai. Tanpa diduga, seekor buaya muara berukuran sekitar tiga meter muncul dari bawah permukaan air dan langsung menerkam tubuh korban.

Saksi mata, Herman (38), yang berada di lokasi menuturkan detik-detik mengerikan itu."Kami sedang mengelas bagian bawah perahu, tiba-tiba ada suara gemuruh air, lalu Pak Sukirman hilang diseret ke tengah sungai. Kami langsung berteriak minta tolong, tapi buaya itu sudah menariknya ke dalam air," ujarnya dengan suara bergetar.

"Korban sempat muncul sekali ke permukaan sambil meronta, tapi kemudian hilang lagi. Kami tidak bisa berbuat banyak," imbuh Herman.

Tim SAR gabungan dari Basarnas, polisi, dan warga sekitar langsung dikerahkan. Pencarian berlangsung intensif selama tiga hari menggunakan perahu karet dan alat pendeteksi sonar. Namun, kondisi sungai yang keruh dan arus deras menghambat upaya pencarian. Hingga akhirnya pada Jumat (17/5) pagi, jasad korban ditemukan tersangkut di akar bakau tak jauh dari lokasi awal serangan.

Kepala Basarnas Kalimantan Tengah, Agus Suhendra, menyatakan bahwa korban ditemukan dalam kondisi luka parah di bagian leher dan dada."Kami menduga korban sudah meninggal sejak beberapa jam usai diterkam. Buaya muara dikenal sangat agresif, dan ini menjadi peringatan bagi warga sekitar untuk tidak melakukan aktivitas di tepi sungai tanpa pengamanan," tegasnya.

Pihak keluarga korban terpukul mendengar kabar tersebut. Istri korban, Sumarni (40), menangis histeris saat jasad suaminya dibawa ke rumah duka."Dia pergi pagi-pagi hanya pamit biasa, tidak menyangka akan pergi selamanya," katanya terisak.

Kasus serangan buaya terhadap manusia di Kalimantan bukan pertama kali terjadi. Data dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam mencatat setidaknya tujuh insiden serupa dalam dua tahun terakhir, rata-rata dipicu oleh aktivitas warga di habitat buaya yang terus menyempit akibat pendangkalan sungai dan penebangan hutan bakau.

Bayi Dibuang di Toilet Kereta oleh Pasangan Selingkuh

Sementara itu, dalam sebuah kisah yang tak kalah memilukan, seorang bayi perempuan ditemukan tergeletak di lantai toilet gerbong kereta api Jayabaya jurusan Surabaya–Jakarta pada Sabtu (11/5) malam. Petugas kebersihan kereta, Sutarti (29), terkejut menemukan sesosok bayi mungil yang masih berlumuran darah dan ari-ari terbungkus kain lusuh di sudut toilet. Ia segera melapor kepada kondektur, dan bayi langsung dievakuasi untuk mendapat pertolongan medis di stasiun terdekat.

"Bayi itu masih hidup, tapi dingin kedinginan. Saya langsung mengambilnya dan membungkus dengan selimut bersih. Saya nggak habis pikir ada orang setega itu," tutur Sutarti.

Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV di stasiun dan gerbong, serta melakukan wawancara kepada penumpang. Hasilnya, dua orang terduga pelaku ditangkap di Stasiun Pasar Senen pada Senin (13/5). Mereka adalah Rina (24) dan Budi (30), yang belakangan diketahui merupakan pasangan selingkuh.

Kepada penyidik, Rina mengaku bahwa ia melahirkan secara diam-diam di kamar mandi kereta, lalu dalam kepanikan membuang bayi tersebut karena takut kehamilannya diketahui oleh suami sahnya. Budi, pria yang bersamanya, tak kuasa menolak keinginan Rina."Saya bilang jangan, tapi dia takut ketahuan. Kami berencana menaruh bayi di panti asuhan, tapi panik saat bayi langsung lahir di perjalanan," ucap Budi dalam pemeriksaan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Dedi Susanto, menyebut pasangan itu dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dan terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara."Perbuatan ini sangat biadab. Bayi tak berdosa itu dipaksa menanggung akibat dari hubungan gelap mereka. Untungnya, bayi dalam kondisi sehat setelah ditangani tim medis," kata Dedi.

Saat ini, bayi perempuan—yang oleh petugas sementara diberi nama "Bunga"—dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan dan dalam pantauan Dinas Sosial. Rencananya, jika tak ada keluarga yang mengajukan hak asuh, bayi akan diserahkan ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak.

Kedua insiden ini mengingatkan kita betapa berharganya setiap nyawa dan betapa pentingnya pengamanan di lingkungan rawan konflik manusia-satwa, sekaligus penguatan kepedulian terhadap kehidupan manusia yang paling lemah. Tragedi di sungai dan di atas rel itu seakan berseru agar kita tak pernah lalai terhadap bahaya yang mengintai dan tak kehilangan rasa kemanusiaan.

[SOCIAL_TWEET]: Dua tragedi miris: pekerja tewas diterkam buaya di Kalteng, bayi dibuang di toilet kereta oleh pasangan selingkuh. Kejamnya alam & ulah manusia. #Tragedi #Buaya #BayiDibuang[SOCIAL_TG]: 😢 Pekerja diterkam buaya saat memperbaiki perahu, jasad ditemukan 3 hari kemudian. Di lain pihak, bayi baru lahir dibuang di toilet kereta oleh pasangan gelap. Miris!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User