Bank Mandiri Taspen Jembatani Kesempatan Kerja Penyandang Disabilitas
BREBES – Bank Mandiri Taspen mengambil langkah nyata menjembatani kesenjangan antara keterampilan penyandang disabilitas dan minimnya kesempatan kerja. Dal
BREBES – Bank Mandiri Taspen mengambil langkah nyata menjembatani kesenjangan antara keterampilan penyandang disabilitas dan minimnya kesempatan kerja. Dalam acara advokasi yang digelar baru-baru ini, berbagai pemangku kepentingan berkumpul untuk membuka akses kerja yang lebih inklusif. Data Badan Pusat Statistik (2023) mencatat sekitar 44% penyandang disabilitas usia kerja di Indonesia masih menganggur, meskipun banyak dari mereka memiliki sertifikasi keterampilan dari berbagai pelatihan.
Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen KC Pekalongan Agus Suyana, Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen KCP Tegal Maulana Rizki, Kepala Bidang Dinas Sosial Kabupaten Brebes Arif Syaefudin, Kepala Cabang PNM Tegal Sutanto, Perwakilan PNM Pusat Kiki Aulia Rachman, serta CEO Ruang Amal Slamet. Mereka duduk sejajar menyusun strategi konkret agar potensi besar komunitas difabel tidak lagi terabaikan di pasar tenaga kerja.
Komitmen Inklusif Bank Mandiri Taspen
Agus Suyana menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang menitikberatkan pada inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi. “Kami melihat banyak penyandang disabilitas telah dibekali keterampilan menjahit, barista, desain grafis, hingga literasi digital. Namun lowongan yang ramah difabel masih sangat terbatas. Bank Mandiri Taspen hadir untuk menjadi jembatan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pihaknya menggandeng PNM dan Ruang Amal agar solusi yang dihasilkan lebih holistik—dari pelatihan, permodalan, hingga penempatan kerja.
Maulana Rizki menekankan bahwa Tegal dan Pekalongan memiliki komunitas difabel yang aktif. “Kami sudah memetakan 75 difabel dengan keahlian spesifik yang siap terjun ke dunia kerja. Tinggal bagaimana menyambungkan mereka dengan industri yang tepat,” sebutnya. Menurutnya, sebanyak 20 mitra usaha kecil dan menengah di wilayah Tegal-Brebes telah menyatakan kesiapan menerima pekerja difabel dengan pelatihan pendampingan awal.
Pelatihan Terintegrasi dari Hulu ke Hilir
Slamet dari Ruang Amal memaparkan bahwa lembaganya akan mengelola modul pelatihan yang mencakup soft skills, adaptasi teknologi asistif, dan magang di unit usaha binaan. “Kami tidak hanya melatih, tapi mendampingi sampai mereka benar-benar mandiri secara ekonomi. Sejauh ini 30 difabel sudah lulus program percobaan dan 18 di antaranya kini memiliki penghasilan tetap,” terang Slamet. Pendanaan program berasal dari dana CSR Bank Mandiri Taspen serta dukungan PNM yang menyediakan pembiayaan mikro berbunga rendah.
Kepala Cabang PNM Tegal Sutanto mengungkap bahwa pihaknya siap menyalurkan pembiayaan maksimal Rp15 juta per orang bagi difabel yang ingin memulai usaha mandiri. Sementara Kiki Aulia Rachman menegaskan bahwa PNM Pusat telah menyusun kebijakan khusus yang mempermudah akses difabel ke permodalan tanpa agunan konvensional, cukup dengan rekomendasi dari lembaga pendamping.
Dukungan Pemkab Brebes dan Target 2025
Arif Syaefudin mewakili Dinas Sosial Brebes memastikan pemerintah daerah akan menyelaraskan data penyandang disabilitas yang membutuhkan pekerjaan serta menyediakan fasilitas magang di BUMN dan BUMD setempat. “Kami targetkan 100 penyandang disabilitas di Brebes bisa mendapatkan pekerjaan atau memulai usaha pada akhir tahun 2025 melalui kolaborasi ini,” ungkapnya. Pemkab juga akan memasukkan klausul inklusi dalam pengadaan barang dan jasa agar perusahaan rekanan ikut membuka lowongan bagi difabel.
Rencana aksi jangka pendek disepakati, yaitu: (1) verifikasi dan pemutakhiran data difabel siap kerja dalam dua bulan ke depan; (2) pelaksanaan job fair khusus difabel pada triwulan kedua; (3) pelatihan intensif bagi 50 difabel tahap pertama; serta (4) monitoring dan evaluasi berkala yang melibatkan seluruh mitra. Estimasi anggaran total mencapai Rp600 juta yang bersumber dari dana CSR, APBD Brebes, dan program kemitraan BUMN.
Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain, membuktikan bahwa hambatan fisik bukanlah penghalang produktivitas asalkan ekosistem ketenagakerjaan dibuka seluas-luasnya.
[SOCIAL_TWEET]: Bank Mandiri Taspen bersama PNM dan Ruang Amal advokasi peluang kerja bagi penyandang disabilitas di Brebes. Kolaborasi buka akses pelatihan, modal, dan penempatan. Target 100 difabel bekerja di 2025! #DisabilitasBerdaya #KerjaInklusif #BankMandiri[SOCIAL_TG]: 🤝 Bank Mandiri Taspen jembatani kesempatan kerja difabel di Brebes. Pelatihan, modal, dan job fair sudah di depan mata. Yuk, dukung inklusi! #Difabel #Kerja
Comments (0)