Pekerja Asing Tewas dalam Kecelakaan Gorong-gorong, Sempat Teriak Minta Tolong
BARU SAJA — Tiga pekerja tewas dalam insiden kerja tragis di gorong-gorong Cipayung, Jakarta Timur, Senin sore. Salah satu korban, seorang tenaga kerja asing, sempat terdengar berteriak meminta tolo...
BARU SAJA — Tiga pekerja tewas dalam insiden kerja tragis di gorong-gorong Cipayung, Jakarta Timur, Senin sore. Salah satu korban, seorang tenaga kerja asing, sempat terdengar berteriak meminta tolong sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa.
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan Bambu Apus. Para pekerja sedang melakukan pemeliharaan saluran air ketika diduga terjadi kebocoran gas atau runtuhnya material di dalam gorong-gorong sempit tersebut. Saksi mata melaporkan mendengar suara teriakan panik dari dalam sebelum regu penyelamat tiba.
Kronologi Mencekam
Menurut laporan awal, kelima pekerja tersebut memasuki gorong-gorong sedalam empat meter untuk membersihkan sumbatan. Tiba-tiba, dua pekerja yang berada di dekat pintu masuk berhasil keluar dengan luka ringan, sementara tiga lainnya terjebak. Seorang warga sekitar, Heru (45), mengaku mendengar teriakan "Tolong! Tolong!" dalam bahasa Inggris dan Indonesia secara bergantian.
"Suaranya semakin melemah. Kami langsung hubungi damkar, tapi akses sangat sempit," ujar Heru di lokasi.
Korban Teridentifikasi
Tim SAR yang tiba 20 menit kemudian menemukan ketiga korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Dua korban merupakan warga lokal, sementara satu lainnya adalah tenaga ahli asing yang dipekerjakan oleh kontraktor proyek. Identitas korban masih dalam proses verifikasi oleh pihak kepolisian.
- Korban 1: Pria WNA, 34 tahun, teknisi saluran air
- Korban 2: Pekerja lokal, 29 tahun, warga Cililitan
- Korban 3: Pekerja lokal, 31 tahun, warga Cipayung
Korban WNA tersebut ditemukan dalam posisi memeluk pipa, diduga berusaha bertahan saat gas beracun memenuhi ruangan.
Evakuasi dan Penanganan
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas harus menggunakan alat pemotong untuk memperlebar akses gorong-gorong yang hanya berdiameter 80 sentimeter. Kondisi minim oksigen dan potensi gas metana membuat operasi berisiko tinggi. "Kami terpaksa pakai alat bantu napas dan menarik korban satu per satu dengan tali," kata Komandan Regu Damkar, Supriyanto. Operasi yang memakan waktu hampir dua jam itu sempat terkendala hujan deras yang menggenangi gorong-gorong.
Ketiga jenazah langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk autopsi. Sementara itu, dua pekerja selamat dirawat di RSUD Pasar Rebo karena shock berat.
Investigasi Darurat
Polsek Cipayung bersama Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta langsung membuka penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada kelalaian prosedur keselamatan kerja, seperti tidak tersedianya detektor gas dan kurangnya ventilasi. "Kami akan periksa kontraktor dan mandor proyek. Jika terbukti ada pelanggaran, akan kami proses pidana," tegas Kapolsek Cipayung, AKP Marbun.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja di Jakarta. Data sementara mencatat, sepanjang 2025 terjadi 47 insiden saluran air dengan 12 korban jiwa. Pemerintah daerah berjanji memperketat pengawasan proyek infrastruktur bawah tanah. Sanksi tegas berupa pencabutan izin proyek disiapkan bagi kontraktor yang lalai.
Baca juga:
Comments (0)