PDIP Desak DPR Segera Rapat Soal 27 Pemerkosa Remaja Sampang
JAKARTA – Fraksi PDIP mendesak Komisi III DPR segera menggelar rapat kerja mendadak. Fokus utamanya: mengusut tuntas kasus pemerkosaan sadis yang melibatkan 27 pria terhadap seorang remaja di Sampan...
JAKARTA – Fraksi PDIP mendesak Komisi III DPR segera menggelar rapat kerja mendadak. Fokus utamanya: mengusut tuntas kasus pemerkosaan sadis yang melibatkan 27 pria terhadap seorang remaja di Sampang, Madura.
Desakan ini muncul di tengah gelombang kemarahan publik. Anggota DPR dari Fraksi PDIP menegaskan rapat harus dijadwalkan dalam hitungan jam, bukan hari. Mereka ingin memanggil langsung Kapolri dan Kapolda Jawa Timur untuk meminta pertanggungjawaban penanganan kasus yang dinilai lamban.
Panggil Polri, Minta Penangkapan Massal
Dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi, legislator PDIP menyuarakan tuntutan utama: tangkap semua pelaku segera. Meski 27 nama sudah dikantongi polisi, proses penangkapan dinilai belum maksimal. Beberapa pelaku bahkan dilaporkan masih berkeliaran bebas di sekitar lokasi kejadian.
"Kami tidak ingin ada drama buron panjang," ujar sumber internal fraksi yang enggan disebut identitasnya. "Kalau perlu, rapat malam ini juga. Publik sudah telanjur geram."
Kronologi Singkat Kasus
Kasus ini mencuat setelah korban, seorang remaja putri berusia di bawah umur, melapor ke pihak berwajib. Ia mengalami kekerasan seksual berulang kali oleh puluhan lelaki dewasa dalam kurun waktu tertentu di wilayah Sampang. Detail penyelidikan mengarah pada praktik eksploitasi terencana, bukan sekadar insiden spontan.
Data sementara yang dihimpun menyebutkan sebagian terduga pelaku adalah warga setempat. Jumlah tepatnya masih simpang siur, namun angka 27 menjadi titik tolak tuntutan publik dan DPR.
Isu Maladministrasi Penegakan Hukum
Selain soal penangkapan, rapat usulan PDIP bakal membidik potensi maladministrasi. Mereka mencurigai adanya upaya menutup-nutupi kejadian oleh oknum tertentu. Oleh karena itu, Komisi III diminta membentuk tim pengawas independen untuk memonitor langsung jalannya penyidikan di lapangan.
"Kami sudah izin pimpinan, tinggal jadwal saja," tambah sumber tersebut. "Polisi tak bisa kerja sendiri. Harus ada intervensi parlemen supaya kasus ini tidak menguap."
Respons Publik dan Lembaga Perlindungan
Sementara itu, desakan serupa turut mengalir dari aktivis perempuan dan anak. Mereka mendesak penerapan pasal berlapis termasuk Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Komisi Nasional Perlindungan Anak juga mendesak agar korban segera mendapat pendampingan psikososial intensif.
Gelombang protes daring pun masif. Tagar #Tangkap27PemerkosaSampang bertengger di puncak trending, mendesak respons cepat dari semua pihak.
Update Penangkapan Terakhir
Hingga berita ini diturunkan, dilaporkan beberapa pelaku telah diamankan. Namun jumlah pastinya belum dirilis resmi oleh kepolisian. Tim gabungan masih memburu para buron yang diduga melarikan diri ke luar kabupaten. Komisi III dijadwalkan menyepakati jadwal rapat dalam forum pimpinan hari ini. Janji parlemen pun menggema: kasus ini harus menjadi prioritas, bukan sekadar wacana.
Baca juga:
Comments (0)