PBNU Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa di Masjid Sunda Kelapa

Jakarta – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, pada Jumat siang. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar acara Launching

Jul 11, 2026 - 21:56
0 0
PBNU Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa di Masjid Sunda Kelapa

Jakarta – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, pada Jumat siang. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar acara Launching & Bedah Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa, sebuah karya monumental yang ditulis langsung oleh Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa. Kehadiran para ulama, santri, dan jamaah memadati masjid bersejarah ini, menandakan antusiasme tinggi terhadap khazanah keilmuan Islam klasik yang dikemas dalam pendekatan kontekstual.

Menggali Kearifan Abadi untuk Umat Kontemporer

Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa—yang secara harfiah berarti "Hadiah untuk Umat yang Terpilih"—merupakan kompilasi 40 hadits pilihan yang difokuskan pada pembinaan akhlak, penguatan spiritual, dan solusi atas problematika sosial modern. KH Zulfa Mustofa mengungkapkan bahwa kitab ini disusun selama tiga tahun, dengan tujuan menjembatani nilai-nilai kenabian dengan tantangan era digital.

"Umat hari ini haus akan panduan praktis yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, tapi seringkali terkendala bahasa atau konteks. Kitab ini hadir dengan syarah sederhana, sehingga bisa dipelajari oleh semua kalangan, mulai dari santri pemula hingga akademisi,"

ujar beliau saat menyampaikan sambutan utama.

Acara Bedah: Lebih dari Sekadar Peluncuran

Sesi bedah kitab dipandu oleh Dr. KH. Ahmad Rofi’i, dosen tafsir UIN Jakarta, yang menyoroti tiga keunggulan utama kitab:

  • Sistematika tematik: Hadits dikelompokkan berdasarkan isu-isu aktual seperti integritas digital, etika bermedia sosial, dan keadilan ekonomi.
  • Pendekatan interdisipliner: Syarah mengintegrasikan perspektif fiqh, tasawuf, dan psikologi moder
  • Bahasa inklusif: Terjemahan bebas namun akurat, sehingga mudah diakses muslim Indonesia di pedesaan maupun perkotaan.

Acara ini juga diramaikan dengan sesi tanya jawab langsung. Seorang peserta dari Bekasi, Hidayat, mengaku terkesan dengan penjelasan hadits tentang larangan gibah di media sosial. "Baru kali ini saya mendengar syarah hadits yang mengaitkan langsung dengan fitur-fitur di Instagram dan WhatsApp," katanya.

Komitmen PBNU dalam Literasi Keislaman

Ketua Panitia Launching, H. Ahmad Fauzi, menyebut bahwa penerbitan kitab ini merupakan bagian dari gerakan NU Literacy Revival—program strategis PBNU lima tahun ke depan yang menargetkan 100 judul kitab berkualitas. "Kami ingin mencetak kader ulama yang tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga mampu menyampaikannya dengan bahasa yang relevan," jelasnya.

KH Zulfa Mustofa sendiri bukan figur asing di dunia kepenulisan Islam. Alumni Universitas Al-Azhar Mesir ini telah menulis lebih dari 12 judul buku, termasuk tafsir tematik ‘Fiqh Media Sosial’ yang menjadi best seller pada 2023. Namun, beliau menegaskan bahwa Ithafu Ummati Al-Muqtafa memiliki tempat istimewa karena proyek ini dimulai saat masa pandemi, ketika banyak jamaah kehilangan pegangan spiritual.

"Setiap bait syarah di dalamnya saya tulis dengan air mata dan doa, semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir meski saya sudah tiada,"

tambah KH Zulfa Mustofa dengan suara bergetar, disambut isak tangis haru para hadirin.

Dukungan dan Rencana Distribusi

Kitab setebal 320 halaman ini diterbitkan oleh penerbit Nawala Press milik komunitas Nahdliyin. Cetakan perdana sebanyak 5.000 eksemplar telah habis dipesan secara daring sebelum acara peluncuran. Menurut panitia, gelombang kedua akan segera dicetak dan didistribusikan melalui jejaring pondok pesantren, perpustakaan masjid, dan toko buku Islam nasional. Versi e-book juga disiapkan untuk pembaca global melalui platform digital.

Beberapa tokoh yang hadir turut memberikan testimoni. Dr. Nur Rofiah, aktivis keadilan gender Islam, menilai kitab ini progresif karena memuat hadits tentang hak-hak perempuan tanpa dikotori bias patriarkal. Sementara itu, budayawan Franky Sahilatua menyumbangkan lagu religi "Ummati" sebagai soundtrack resmi, yang diputar pertama kali di akhir acara.

Launching ditutup dengan tausiyah muamalah oleh KH Zulfa Mustofa yang mengambil tema "Merawat Umat dengan Ilmu dan Adab". Beliau mengutip hadits utama dari kitab barunya: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya", sebuah pesan yang menjadi intisari dari Ithafu Ummati Al-Muqtafa. Para jamaah pun pulang sembari mencermati kitab baru di tangan, menandai awal baru perjalanan literasi Islam Nusantara. [SOCIAL_TWEET]: Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa resmi meluncur! Karya KH Zulfa Mustofa ini hadirkan 40 hadits pilihan dengan syarah kontekstual untuk umat modern. Dari Masjid Sunda Kelapa untuk peradaban Islam Nusantara. Yuk, miliki! #PBNU #KitabIslam #KHZulfaMustofa #LiterasiNahdliyin[SOCIAL_TG]: 🕌✨ Launching Kitab Ithafu Ummati Al-Muqtafa penuh haru di Jakarta. Karya KH Zulfa Mustofa ini perpaduan khazanah salaf & realita modern. Dapatkan segera!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User