Pasangan Buang Bayi di Toilet KA Sancaka, Sempat Rencanakan Titip ke Panti

SURABAYA — Aparat Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya meringkus sepasang kekasih, HDP (22) dan NIZ (21), hanya beberapa jam setelah aksi pembuangan bayi di toilet kereta api Sancaka. Penangkapan be...

Jul 12, 2026 - 11:37
0 0
Pasangan Buang Bayi di Toilet KA Sancaka, Sempat Rencanakan Titip ke Panti

SURABAYA — Aparat Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya meringkus sepasang kekasih, HDP (22) dan NIZ (21), hanya beberapa jam setelah aksi pembuangan bayi di toilet kereta api Sancaka. Penangkapan berlangsung dramatis di Stasiun Gubeng saat keduanya berusaha meninggalkan lokasi dengan raut wajah panik.

Kronologi Penemuan Bayi

Penemuan bayi malang itu bermula dari laporan penumpang yang mendengar tangisan lemah dari dalam toilet KA Sancaka jurusan Surabaya–Yogyakarta. Saat itu, kereta tengah melaju di kawasan Lamongan. Petugas keamanan kereta segera membuka paksa pintu toilet dan mendapati seorang bayi perempuan terbungkus kain lusuh, tergeletak di lantai dengan tali pusar masih menempel.

Bayi tersebut langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat dan dinyatakan dalam kondisi kritis akibat hipotermia. Beruntung, nyawanya berhasil diselamatkan setelah perawatan intensif.

Dalih Pelaku: Dari Ingin Titip Hingga Buang

Hasil pemeriksaan awal mengungkap fakta mencengangkan. Tersangka HDP dan NIZ ternyata sudah merencanakan untuk menitipkan bayi hasil hubungan gelap mereka ke sebuah panti asuhan di Yogyakarta. Namun, setibanya di lokasi, mereka justru dilanda panik dan rasa malu yang tak tertahankan.

  • Pelaku utama: HDP (22 tahun, buruh harian) dan NIZ (21 tahun, tidak bekerja).
  • Lokasi pembuangan: Toilet gerbong 3 KA Sancaka.
  • Waktu kejadian: Dini hari, saat mayoritas penumpang tertidur.
  • Barang bukti: Kain pembungkus bayi, tiket kereta dua orang, dan tas berisi pakaian bayi yang tak sempat dipakai.
  • Alasan: Takut diketahui orang tua dan warga sekitar, serta tak sanggup menanggung rasa malu.

“Awalnya mereka berniat menitipkan anaknya ke panti asuhan. Tapi di tengah perjalanan, rencana itu buyar. Rasa cemas dan panik membuat mereka tega meninggalkan darah daging sendiri di toilet kereta,” ujar AKBP Dwi Prasetyo, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, dalam konferensi pers, Jumat (11/7).

Saksi Mata: Suara Tangis Lemah dari Toilet

Seorang penumpang, Sugeng Raharjo (45), mengaku terkejut saat akan menggunakan toilet pada pukul 02.30 WIB. “Saya dengar suara seperti kucing, tapi lama-lama jelas itu tangisan bayi. Saya langsung lapor ke petugas kereta,” tuturnya. Petugas kemudian menemukan bayi dalam kondisi mengenaskan tanpa popok dan hanya dibalut kain seadanya.

Rekaman CCTV stasiun menunjukkan pasangan muda itu turun dari kereta dengan langkah gontai dan langsung menuju pintu keluar. Gerak-gerik mencurigakan itu memudahkan polisi melacak identitas mereka melalui pemindaian KTP di stasiun pemberangkatan.

Ancaman Hukuman

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak pasal 77B ayat (1) jo. pasal 76C dan atau pasal 305 KUHP tentang penelantaran anak. Keduanya terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun. Polisi juga tengah mendalami kemungkinan adanya tekanan psikologis dan mempertimbangkan aspek kesehatan mental tersangka.

Bayi Kini Dalam Pemulihan

Sementara itu, bayi perempuan tanpa nama itu kini dirawat di RSUD Dr. Soetomo dan kondisinya berangsur stabil. Dinas Sosial setempat menyatakan sudah menerjunkan tim untuk melakukan asesmen dan pendampingan. Rencananya, setelah dinyatakan sehat penuh, bayi tersebut akan dititipkan sementara ke panti asuhan resmi sembari menunggu keputusan pengadilan terkait status perwalian.

Kejadian ini kembali memicu perdebatan publik tentang pentingnya edukasi seks dan akses kesehatan reproduksi bagi anak muda. Aktivis perlindungan anak mendesak agar kasus serupa tidak terulang dengan memperkuat layanan konseling dan rumah aman bagi ibu yang tidak menginginkan kehamilannya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User