Sep 17, 2026
Nasional

PANDEGLANG — Jejak Jurnalis Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi

Suasana penuh kecemasan menyelimuti Posko Utama SAR Gabungan di kawasan pesisir Pandeglang, Banten. Angin laut Selat Sunda yang berembus kencang seolah mem

PANDEGLANG — Jejak Jurnalis Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi

Suasana penuh kecemasan menyelimuti Posko Utama SAR Gabungan di kawasan pesisir Pandeglang, Banten. Angin laut Selat Sunda yang berembus kencang seolah mempertegas kepanikan keluarga dan rekan sejawat dari lima jurnalis serta tiga Anak Buah Kapal (ABK) yang dilaporkan hilang kontak saat bertugas meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Di tengah ketidakpastian tersebut, secercah titik terang mulai menyeruak setelah koordinat sinyal komunikasi terakhir para korban berhasil dipetakan oleh tim teknis.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyampaikan secara langsung perkembangan krusial ini saat meninjau kesiapan personel dan armada di Posko Utama SAR Gabungan, Pandeglang, pada Sabtu (12/9). Berdasarkan analisis data pancaran sinyal telepon seluler dan navigasi maritim, pergerakan terakhir kelompok peliput 8 orang tersebut mengarah kuat ke kawasan pesisir Pulau Sebesi, Lampung, sejak Senin (7/9) lalu.

Sinyal Digital Membuka Titik Terang

Upaya pelacakan sinyal dilakukan secara komprehensif melalui kolaborasi antara otoritas SAR, penyedia jasa telekomunikasi, dan instansi navigasi. Data memperlihatkan bahwa sebelum komunikasi terputus total, perangkat komunikasi milik salah satu jurnalis sempat terhubung dengan pemancar sinyal (BTS) terdekat di Pulau Sebesi. Penemuan sinyal ini menjadi acuan utama bagi tim SAR untuk mempersempit radius pencarian di perairan perbatasan Banten dan Lampung.

"Kami telah mengoordinasikan seluruh operator seluler untuk terus memantau pergerakan sinyal pasif sekecil apa pun. Jejak terakhir yang terdeteksi di Pulau Sebesi menjadi fokus utama pengerahan armada air dan udara saat ini," ujar Wamenkomdigi Nezar Patria di hadapan awak media.

Nezar menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen penuh mengerahkan seluruh sumber daya teknologi navigasi dan pencarian demi menemukan kedelapan korban. Ia menegaskan bahwa profesi jurnalis yang menjalankan tugas di area bencana membawa risiko amat tinggi, sehingga perlindungan serta keselamatan mereka harus dijamin secara maksimal oleh negara dan lembaga terkait.

Tantangan Gelombang Tinggi dan Debu Vulkanik

Meskipun titik terang mulai ditemukan, proses evakuasi dan pencarian lapangan menghadapi kendala alam yang sangat ekstrem. Gunung Anak Krakatau masih terus menunjukkan aktivitas erupsi tinggi dengan menghembuskan kolom abu vulkanik pekat yang membatasi jarak pandang penerbangan helikopter SAR. Di saat yang sama, gelombang laut Selat Sunda mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter, menyulitkan penyisiran kapal-kapal patroli kecil.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, serta sukarelawan lokal telah membagi fokus operasional ke dalam beberapa sektor utama. Pengerahan alutsista udara dan kapal penyelamat bertonase besar terus dioptimalkan demi menembus gelombang ekstrem.

  • Pengerahan KN SAR Basarnas: Menyisir perairan terbuka di sebelah selatan Pulau Sebesi.
  • Patroli Polairud & TNI AL: Fokus pada penyisiran garis pantai dan teluk kecil di sekitar kepulauan.
  • Penggunaan Drone Thermal: Memantau vegetasi rapat di daratan Pulau Sebesi jika korban terdampar di pulau tersebut.

Seorang pakar keselamatan maritim menegaskan pentingnya konsentrasi pencarian di titik BTS terakhir, "Kondisi cuaca di Selat Sunda sangat dinamis, namun data BTS di Pulau Sebesi adalah petunjuk paling akurat untuk memprioritaskan pencarian darat dan pesisir dangkal," ungkapnya saat menilai efektivitas operasi SAR.

Rincian Operasi Pencarian SAR Gabungan

Berikut adalah rincian pembagian sektor dan status operasi pencarian korban hilang di perairan Selat Sunda:

Sektor Operasi Fokus Area Armada Utama Status Pelacakan
Sektor A (Utara) Pesisir Pulau Sebesi Kapal Patroli & Drone Thermal Sinyal Terakhir Terdeteksi
Sektor B (Timur) Perairan Anak Krakatau KN SAR & Rigid Inflatable Boat Terkendala Abu Vulkanik
Sektor C (Selatan) Pesisir Pandeglang Helikopter & Tim Land Search Penyisiran Rutin Pesisir

Harapan kini bertumpu pada kesigapan tim SAR gabungan yang berada di lapangan. Pihak keluarga korban serta komunitas pers nasional terus menggelar doa bersama, berharap kedelapan awak media dan ABK dapat ditemukan dalam kondisi selamat di tengah ganasnya alam Selat Sunda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User