Pameran Suara dari Muara: Potret Perjuangan Perempuan Pesisir Bergema di Museum Bahari

Jakarta - Museum Bahari Jakarta menggelar pameran seni bertajuk "Suara dari Muara" yang menyoroti kehidupan perempuan di kawasan Muara Angke. Pameran yang berlangsung sepanjang Juli 2026 ini menghadi

Jul 06, 2026 - 07:43
0 0
Pameran Suara dari Muara: Potret Perjuangan Perempuan Pesisir Bergema di Museum Bahari

Jakarta - Museum Bahari Jakarta menggelar pameran seni bertajuk "Suara dari Muara" yang menyoroti kehidupan perempuan di kawasan Muara Angke. Pameran yang berlangsung sepanjang Juli 2026 ini menghadirkan karya fotografi dan instalasi seni yang tidak hanya estetis, tetapi juga sarat kritik sosial dan lingkungan.

Pengunjung yang hadir disuguhkan beragam potret yang menggambarkan keseharian para perempuan pesisir. Mulai dari aktivitas mereka mengolah hasil laut, memperbaiki jaring, hingga menjaga ketahanan pangan keluarga. Setiap jepretan kamera seakan berbicara, merekam ketangguhan sekaligus kerentanan yang mereka hadapi di tengah tekanan ekonomi dan degradasi lingkungan. Lensa para fotografer berhasil membingkai kisah yang kerap tak terdengar dari tepian Jakarta Utara.

Instalasi Cangkang Kerang Hijau: Simbol Krisis Ekologi

Salah satu instalasi yang paling mencuri perhatian adalah karya lukis yang dibuat menggunakan material cangkang kerang hijau. Instalasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Climate Reality Indonesia. Ribuan cangkang kerang disusun menjadi kanvas raksasa yang sekaligus menjadi kritik tajam atas persoalan sampah dan kerusakan ekosistem pesisir. Limbah yang biasanya terabaikan diubah menjadi medium seni yang memukau, mengajak publik merenungkan dampak nyata perubahan iklim terhadap komunitas nelayan tradisional.

Pantauan media kami di lokasi, banyak pengunjung yang terlihat serius mengamati detail setiap cangkang yang ditempel. Beberapa bahkan mengabadikan momen tersebut, sembari membaca narasi yang menyertai karya tersebut. Instalasi ini menjadi bukti bahwa seni mampu menjadi jembatan antara estetika dan kesadaran ekologis yang mendesak.

Kolaborasi Lintas Lembaga Angkat Isu Maritim

Pameran ini merupakan buah dari kerja sama strategis antara Georgetown University SFS Asia-Pacific, Museum Bahari Jakarta, dan Yayasan mataWaktu. Sinergi ini tidak hanya bertujuan menampilkan karya visual, tetapi juga menciptakan ruang dialog antara publik, seniman, akademisi, dan warga pesisir. "Suara dari Muara" berupaya membawa isu-isu maritim yang kerap terpinggirkan ke permukaan, mulai dari ketahanan pangan, keadilan iklim, hingga pemberdayaan perempuan pesisir.

Pameran yang dapat dinikmati hingga 31 Juli 2026 ini membuktikan bahwa Museum Bahari tidak sekadar menjadi ruang penyimpanan sejarah maritim, melainkan juga panggung bagi suara-suara yang selama ini tenggelam di balik deru ombak dan hiruk-pikuk pembangunan kota. Setiap karya adalah undangan untuk mendengarkan lebih dekat denyut kehidupan Muara Angke yang sesungguhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User