Palembang – I Kadek Andre Nuaba Resmi Dilantik sebagai Dosen HI Unsri
Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) resmi mengumumkan pengangkatan I Kadek Andre Nuaba sebagai dosen tetap
Universitas Sriwijaya (Unsri) melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) resmi mengumumkan pengangkatan I Kadek Andre Nuaba sebagai dosen tetap pada Program Studi Ilmu Hubungan Internasional. Upacara pelantikan dan serah terima jabatan berlangsung di Ruang Sidang Utama FISIP Unsri Kampus Palembang pada Senin pagi, dihadiri oleh jajaran dekanat, rektorat, serta kolega civitas akademika. Andre, sapaan akrabnya, sebelumnya dikenal sebagai peneliti tamu di beberapa lembaga kajian strategis Asia Tenggara dan memiliki rekam jejak publikasi internasional yang cukup produktif di usia mudanya. Pengangkatannya diharapkan mampu memperkuat atmosfer akademik dan memperluas jejaring riset HI Unsri, terutama dalam isu keamanan maritim dan diplomasi kawasan Indo-Pasifik.
Seremoni Pengukuhan dan Amanat Dekan
Prosesi pengukuhan berjalan khidmat dengan pembacaan Surat Keputusan Rektor Nomor 0427/UN9.1.2/KP/2025 tentang pengangkatan tenaga pendidik tetap non-PNS di lingkungan FISIP. Dekan FISIP Unsri, dalam sambutannya, menekankan bahwa kehadiran Andre merupakan bagian dari strategi regenerasi dan internasionalisasi program studi.
- Pukul 08.30 WIB: Pembukaan dan laporan panitia penerimaan dosen baru. Panitia mencatat bahwa dari total 47 pelamar, Andre terpilih setelah melalui tiga tahapan seleksi ketat, termasuk presentasi makalah ilmiah dan simulasi pengajaran.
- Pukul 09.15 WIB: Penandatanganan berita acara dan pakta integritas oleh Andre di hadapan Dekan dan saksi dari Senat Fakultas. Dokumen itu memuat komitmen tridharma perguruan tinggi, target publikasi bereputasi, serta kewajiban pengabdian masyarakat.
- Pukul 09.45 WIB: Pemasangan pin akademik dan penyematan jas almamater biru-kuning oleh Dekan, disusul sesi foto bersama jajaran pimpinan dan perwakilan mahasiswa HI yang hadir.
- Pukul 10.30 WIB: Orasi ilmiah singkat bertajuk “Menerjemahkan Kepentingan Nasional dalam Tata Kelola Maritim di Era Ketidakpastian Global”. Dalam orasinya, Andre mengaitkan konsep poros maritim dunia dengan kapasitas negosiasi Indonesia di forum IMO dan ASEAN Maritime Forum.
Jejak Akademik dan Riset Internasional
I Kadek Andre Nuaba menempuh pendidikan sarjana di Universitas Udayana dan melanjutkan program master ganda bidang keamanan internasional di University of Warwick serta University of Groningen, sebelum merampungkan riset doktoralnya di National University of Singapore (NUS) dengan fokus pada geopolitik Selat Malaka. Tercatat, ia telah memublikasikan lebih dari 14 artikel di jurnal bereputasi Scopus Q1 dan Q2 dalam kurun waktu lima tahun terakhir, serta menjadi peer reviewer di beberapa jurnal seperti Marine Policy dan Asian Security.
Selain rekam akademik, ia juga berpengalaman sebagai konsultan lepas untuk lembaga swadaya masyarakat internasional yang bergerak di isu tata kelola perikanan dan perlindungan pekerja migran. Portofolio itu, menurut ketua program studi HI, akan sangat berguna untuk memperkaya mata kuliah seperti Hukum Laut Internasional dan Keamanan Non-Tradisional yang sudah menjadi unggulan kurikulum HI Unsri.
Respons Internal dan Mahasiswa
Kabar pengangkatan Andre disambut antusias oleh Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) Unsri. Dalam diskusi informal seusai seremoni, Ketua HIMAHI menyebut kehadiran dosen muda ini sebagai “angin segar” yang dapat memperkuat budaya diskusi kritis dan pendampingan lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional. “Kami sudah membaca beberapa publikasi beliau, dan isu keamanan maritim sangat relevan dengan karakter geografis Sumatera Selatan yang punya jalur perairan strategis,” ujarnya.
Dari sisi kelembagaan, Wakil Dekan Bidang Akademik mengungkapkan bahwa Andre akan segera mengampu mata kuliah Pengantar Ilmu Hubungan Internasional dan Diplomasi Maritim pada semester mendatang. Penyiapan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education pun sudah mulai dikoordinasikan dengan Gugus Kendali Mutu fakultas.
Proyeksi Penguatan Tridharma dan Kolaborasi Global
Andre menargetkan dalam dua tahun pertama pengabdiannya dapat membentuk pusat studi atau study group bertaraf internasional yang fokus pada keamanan maritim di Selat Malaka dan perairan barat Indonesia. Ia juga membuka peluang kolaborasi riset bersama peneliti dari NUS dan University of Groningen, yang telah ia jalin selama masa doktoral. Rencana tersebut disambut positif oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsri yang saat ini tengah mendorong skema riset kolaboratif luar negeri untuk mendongkrak indikator kinerja utama perguruan tinggi.
Dengan latar belakang dan visi yang dibawa, pengangkatan I Kadek Andre Nuaba bukan sekadar penambahan staf pengajar biasa. Ia hadir sebagai bagian dari upaya Unsri memperkuat posisinya di kancah akademik nasional dan regional melalui sumber daya manusia yang memiliki perspektif global. Civitas akademika pun menaruh harapan besar agar Andre mampu menjadi jembatan antara ruang kuliah di Palembang dengan dinamika diplomasi maritim yang sesungguhnya.
Untuk semakin memperjelas informasi seputar tokoh dan pengangkatan ini, berikut tiga pertanyaan yang kerap diajukan:
[SOCIAL_TWEET]: I Kadek Andre Nuaba, peraih doktor dari NUS dan pakar keamanan maritim, resmi dilantik sebagai dosen tetap Ilmu Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya. Sosok muda ini siap memperkuat riset dan kurikulum HI Unsri. #DosenHI #Unsri #KeamananMaritim [SOCIAL_TG]: Universitas Sriwijaya resmi mengangkat I Kadek Andre Nuaba sebagai dosen tetap Ilmu Hubungan Internasional. Lulusan NUS dan University of Warwick ini akan mengampu mata kuliah Diplomasi Maritim dan memperkuat riset keamanan kawasan. Rekam jejaknya: 14 artikel di jurnal Scopus Q1/Q2, konsultan tata kelola perikanan, dan fokus pada geopolitik Selat Malaka. Mahasiswa HIMAHI menyambutnya sebagai “angin segar” untuk budaya diskusi kritis. Informasi lengkap baca di sini. 2/ Andre bukan nama asing di dunia riset keamanan maritim. Dengan gelar master ganda dari Eropa dan doktor dari NUS, ia membawa perspektif segar tentang Selat Malaka dan diplomasi Indo-Pasifik. Total 14 artikel Scopus jadi bukti produktivitasnya. 3/ Yang menarik, ia langsung disambut antusias oleh HIMAHI Unsri. Mahasiswa melihat potensi kolaborasi riset dan bimbingan lomba karya ilmiah. Pihak fakultas pun telah menyiapkan jadwal mengajar untuk semester depan. 4/ Andre sendiri menargetkan pembentukan pusat studi maritim dalam dua tahun ke depan. Ia juga berencana menjalin kolaborasi riset dengan NUS dan University of Groningen. Langkah konkret untuk internasionalisasi kampus. 5/ Selamat bergabung, Pak Andre! Semoga kehadirannya menjadi jembatan antara ruang kuliah di Palembang dan dinamika diplomasi maritim global. 🌊🇮🇩
Comments (0)