Produk Perikanan Baubau Dinilai Cocok untuk Konsumsi Jamaah Haji

JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa hasil perikanan dari Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, telah dinyatakan layak dan memenuhi syarat untuk dikonsumsi oleh jamaah ...

Jul 12, 2026 - 07:49
0 0
Produk Perikanan Baubau Dinilai Cocok untuk Konsumsi Jamaah Haji

JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa hasil perikanan dari Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, telah dinyatakan layak dan memenuhi syarat untuk dikonsumsi oleh jamaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi. Keputusan ini membuka peluang besar bagi produk lokal untuk masuk dalam rantai pasok pangan ibadah haji.

Kualitas Terjamin dan Siap Ekspor

Menurut Irfan Yusuf, penilaian tersebut didasarkan pada inspeksi langsung terhadap sejumlah produk unggulan Baubau, terutama ikan segar dan olahan. Ia menegaskan bahwa mutu, kebersihan, serta metode pengawetan ikan dari daerah itu telah sesuai dengan standar kesehatan internasional yang diterapkan oleh otoritas Arab Saudi. “Kami melihat sendiri bagaimana proses penanganan ikan dari hulu hingga siap dikirim. Semuanya sangat higienis dan terjamin kesegarannya,” ujar Menteri yang akrab disapa Irfan itu.

Beberapa komoditas yang disorot meliputi ikan tuna, cakalang, dan ikan pelagis kecil yang diproses melalui teknik pembekuan cepat (cold chain) sehingga mampu bertahan dalam perjalanan jauh. Pengemasan juga menggunakan standar ekspor, memudahkan pendistribusian ke pemondokan jamaah di Makkah dan Madinah.

Dukungan Logistik dan Kebutuhan Jamaah

Rencana penyediaan ikan Baubau untuk jamaah haji tidak lepas dari koordinasi intensif antara Kementerian Haji dan Umrah, pemerintah daerah, serta perusahaan logistik nasional. Irfan menjelaskan bahwa kebutuhan pangan selama musim haji sangat besar, terutama protein hewani yang akrab di lidah Indonesia. Ikan Baubau dinilai bisa menjadi alternatif lauk yang tidak hanya lezat tetapi juga bergizi tinggi.

“Setiap tahun kami mencari sumber pangan terbaik untuk jamaah. Kali ini Baubau memberikan harapan baru. Jika seluruh persiapan teknis tuntas, bukan tidak mungkin ikan dari sini menjadi menu rutin,” tambahnya. Saat ini, tim teknis sedang menghitung volume pasokan dan frekuensi pengiriman agar dapat memenuhi kebutuhan sekitar 200 ribu lebih jamaah yang berangkat setiap tahunnya.

Dampak Ekonomi Bagi Nelayan Lokal

Kebijakan ini diyakini akan memberikan efek berganda bagi perekonomian Baubau dan sekitarnya. Nelayan serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pengolahan ikan akan mendapat kepastian pasar yang besar. Irfan menyebut pemerintah pusat siap mendampingi melalui program peningkatan kapasitas produksi, sertifikasi halal, dan fasilitasi pembiayaan ekspor.

“Ini bukan sekadar proyek sesaat. Kami ingin membangun ekosistem yang berkelanjutan. Jika berhasil, model Baubau bisa direplikasi untuk daerah lain yang memiliki potensi serupa,” tegasnya. Sementara itu, Wali Kota Baubau menyambut baik inisiatif ini dan berjanji akan menjaga konsistensi mutu agar kepercayaan dari pusat tidak disia-siakan.

Dengan adanya lampu hijau dari Menteri Haji dan Umrah, kini tinggal menunggu penyelesaian regulasi serta uji coba pengiriman perdana. Masyarakat Baubau pun berharap agar ikan asal daerahnya segera meramaikan meja makan jamaah haji di Tanah Suci, sekaligus mengangkat nama daerah di kancah internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User