Pabrik Plastik di Tangerang Terbakar Hebat, Pekerja Panik Berhamburan Selamatkan Diri
BARU SAJA — Sebuah pabrik pengolahan limbah plastik di Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten, berkobar hebat pada Senin (13/7) pagi. Puluhan pekerja panik berhamburan menyelamatkan diri sa...
BARU SAJA — Sebuah pabrik pengolahan limbah plastik di Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Banten, berkobar hebat pada Senin (13/7) pagi. Puluhan pekerja panik berhamburan menyelamatkan diri saat api melahap bangunan tempat mereka bekerja.
FAKTA KUNCI
- Waktu kejadian: Senin pagi, 13 Juli, sekitar pukul 08.30 WIB.
- Lokasi: Pabrik daur ulang karung bekas menjadi biji plastik di Kecamatan Sukadiri, Tangerang.
- Situasi: Api cepat membesar karena banyaknya material mudah terbakar, pekerja berlarian panik.
- Respons: Beberapa unit pemadam kebakaran dikerahkan, pemadaman berlangsung lebih dari dua jam.
- Dampak: Tidak ada korban jiwa, sejumlah pekerja alami luka ringan dan syok, bangunan pabrik hangus sebagian.
Kebakaran dilaporkan pertama kali oleh warga sekitar yang melihat kepulan asap hitam tebal membubung tinggi dari area gudang bahan baku. Saksi mata menyebutkan, saat api mulai terlihat, suasana di dalam pabrik berubah kacau dalam hitungan menit. Para pekerja yang sedang berada di lini produksi langsung berhamburan ke pintu keluar sambil berteriak meminta pertolongan.
Kepanikan dan Evakuasi Darurat
Sejumlah saksi mata menceritakan, sebelum api berkobar besar, terdengar suara letupan kecil dari arah mesin penghancur karung bekas. Tak lama, asap tebal mengepul dan kobaran api langsung menyambar tumpukan karung bekas yang menumpuk di sudut gudang. "Saya lihat pekerja lari tunggang langgang, banyak yang menangis karena takut terjebak," ujar seorang warga yang rumahnya hanya berjarak 50 meter dari lokasi. Evakuasi berjalan spontan; sebagian pekerja nekat naik ke atap untuk menyelamatkan diri, sementara yang lain berdesakan di pintu samping yang sempit.
Kondisi darurat ini diperparah dengan minimnya akses keluar-masuk di area pabrik. Hanya ada dua pintu utama yang berfungsi, sehingga proses evakuasi sempat tersendat. Tim keamanan pabrik berupaya mengarahkan pekerja menuju titik kumpul di halaman depan, menjauh dari jilatan api yang semakin mendekati bangunan utama.
Operasi Pemadaman dan Kendala di Lapangan
Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang langsung menerjunkan empat unit mobil pemadam begitu menerima laporan. Namun, upaya pemadaman sempat terkendala sumber air yang terbatas di sekitar lokasi. Petugas terpaksa menarik selang sepanjang ratusan meter menuju saluran irigasi terdekat. Selain itu, jalan menuju pabrik yang sempit membuat manuver armada menjadi sulit.
Meski demikian, berkat kerja ekstra petugas, titik api utama berhasil dilokalisir sekitar pukul 10.45 WIB. Proses pendinginan masih terus dilakukan hingga siang hari untuk mencegah bara api kembali menyala. Beberapa titik di gudang penyimpanan karung bekas masih mengeluarkan asap tipis. "Kami masih siaga penuh, memastikan tidak ada api tersisa yang bisa memicu kebakaran susulan," dikonfirmasi seorang komandan regu di lokasi.
Dugaan Penyebab dan Kerugian
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. Namun, dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di salah satu mesin pencacah yang memercik ke tumpukan karung plastik kering. Material karung yang merupakan limbah mengandung residu minyak dan bahan kimia mudah terbakar, sehingga api dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi tiga pekerja mengalami luka lecet akibat terinjak saat berdesakan dan satu orang dirawat karena sesak napas akibat menghirup asap tebal. Kerugian material sementara ditaksir mencapai lebih dari Rp500 juta, mencakup kerusakan bangunan utama seluas sekitar 400 meter persegi, peralatan produksi, dan puluhan ton bahan baku karung bekas yang hangus terbakar.
Kondisi Terkini
Pukul 13.00 WIB, suasana di sekitar pabrik mulai kondusif meski area dalam masih disterilkan untuk kepentingan investigasi. Polisi memasang garis batas dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah pekerja serta pemilik pabrik. Aktivitas produksi di pabrik tersebut dipastikan terhenti total hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hingga UPDATE ini disusun, petugas gabungan masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi potensi bara api yang tersisa.
Baca juga:
Comments (0)