P. SIANTAR — Polsek Siantar Marihat Monitoring Petani Jemur Jagung

Sinar matahari siang itu menyengat tanpa ampun di Simarimbun Dolok, Gang Umbul, Jalan Raya Sidamanik. Di atas hamparan terpal biru yang memantulkan silau,

Jul 09, 2026 - 22:45
0 0

Sinar matahari siang itu menyengat tanpa ampun di Simarimbun Dolok, Gang Umbul, Jalan Raya Sidamanik. Di atas hamparan terpal biru yang memantulkan silau, Saut Miduk Siahaan dan istrinya, Boru Hutagaol, bergerak lincah membalik-balik butiran jagung kuning keemasan. Tangan-tangan kekar sang petani meratakan tumpukan biji agar panas meresap sempurna, sementara aroma khas jagung kering menguar di udara—perpaduan antara harapan dan kerja keras yang hampir terbayar lunas.

Di sudut lain, seorang pria berseragam cokelat berdiri mengamati dengan seksama. Dialah Bripka Johannes C. Siregar, Bhabinkamtimas Kelurahan Simarimbun, yang hari itu tak sekadar bertandang. Ia hadir sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah para petani binaan yang sedang memproses hasil panen mereka. Penugasan langsung dari Kapolsek Siantar Marihat, AKP David Eka Putra, menjadikan agenda monitoring ini lebih dari sekadar rutinitas—ini adalah operasi kecil pengawal ketahanan pangan.

14 Goni Emas Kuning dari Lahan 5 Rante

Tak banyak yang menyangka, sepetak lahan seluas 5 rante bisa menghasilkan panen yang cukup signifikan. Pasangan suami istri Siahaan-Hutagaol berhasil mengumpulkan 14 goni jagung pipil, setara sekitar 700 kilogram. Setelah melalui proses penggilingan, butiran-butiran itu kini tengah dijemur hingga kadar airnya menyusut, siap memenuhi standar kualitas yang ditetapkan pembeli.

Bripka Johannes tak hanya berdiri memantau. Ia turun langsung berbincang, menanyakan kendala, mendengar keluhan, hingga memberikan suntikan motivasi sederhana namun berarti. “Kehadiran Bapak Polisi itu bikin kami semangat. Rasanya pekerjaan ini dihargai, bukan sekadar urusan kami sendiri,” ucap Boru Hutagaol dengan mata berbinar, sesekali menyeka keringat yang membasahi pelipisnya.

Ketahanan Pangan: Misi Besar di Balik Kunjungan Sederhana

Di balik kunjungan singkat itu, tersimpan misi nasional yang besar: mendukung penuh program pemerintah dalam sektor ketahanan pangan, khususnya komoditas jagung. AKP David Eka Putra, saat dikonfirmasi, menegaskan bahwa monitoring ini bukanlah formalitas belaka.

“Kegiatan ini bertujuan memperkuat program Ketapang (Ketahanan Pangan) pemerintah, meningkatkan silaturahmi antara Bhabinkamtimas dengan masyarakat, mencegah potensi tindak pidana, serta memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” tegasnya.

Saut Miduk Siahaan, sang kepala keluarga, mengungkapkan rencana besarnya begitu jagung sudah kering sempurna. Bulog Pematangsiantar menjadi tujuan utama penjualan—sebuah langkah strategis yang bisa memutus rantai tengkulak dan memastikan harga jual lebih stabil.

“Begitu kering, langsung kami bawa ke Bulog. Mudah-mudahan prosesnya lancar, harga bagus, biar hasil jerih payah ini tidak sia-sia,” ujar Saut penuh harap.

Sementara itu, sinergi antara kepolisian dan petani di Simarimbun ini seolah menjadi potret kecil dari kerja besar yang diinginkan negara: pangan yang berdaulat, petani yang sejahtera, dan aparat yang hadir bukan hanya saat terjadi masalah, tetapi juga saat benih-benih harapan mulai tumbuh dan bertransformasi menjadi emas kuning di atas terpal jemuran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User