Ortu Akui Lalai Awasi Remaja Bugil Saat Terima Ojol di Sidoarjo
BREAKING. Orang tua remaja yang videonya viral saat menerima pesanan ojol tanpa busana di Sidoarjo akhirnya buka suara.Keduanya mengakui lengah dalam pengawasan akibat tuntutan kerja.Insiden itu terja...
BREAKING. Orang tua remaja yang videonya viral saat menerima pesanan ojol tanpa busana di Sidoarjo akhirnya buka suara.
Keduanya mengakui lengah dalam pengawasan akibat tuntutan kerja.
Insiden itu terjadi di sebuah perumahan di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur. Rekaman yang dibuat pengemudi ojol menunjukkan remaja laki-laki keluar rumah tanpa sehelai benang untuk mengambil makanan. Video berdurasi pendek itu seketika menjadi konsumsi warganet dan memicu kecaman luas.
Pengakuan Keluarga
Pasangan suami istri yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pabrik itu mengaku syok dan malu. Sang ibu, yang meminta identitasnya dirahasiakan, menyebut anaknya biasanya penurut. "Kami tidak menyangka dia akan bertindak seperti itu," ujarnya sambil tertunduk.
Sang ayah menambahkan, mereka kerap meninggalkan rumah sejak subuh hingga petang. "Kami sibuk mencari nafkah. Pulang sudah lelah, pengawasan jelas kurang," katanya dengan nada menyesal. Ia berjanji akan mengatur ulang jam kerja agar salah satu orang tua selalu berada di rumah pada siang hari.
Kronologi dan Dampak
- Pesanan makanan online tiba sekitar pukul 14.30 WIB saat rumah hanya dihuni remaja itu.
- Pengemudi ojol terkejut melihat remaja bugil, namun tetap menyerahkan pesanan sambil merekam diam-diam.
- Video 15 detik itu menyebar masif di grup WhatsApp dan media sosial dalam hitungan jam.
- Keluarga mendapat cibiran dari tetangga dan warganet, memperparah tekanan psikologis.
- Remaja tersebut kini menjalani pendampingan dari dinas sosial setempat.
Respon Aparat
Polresta Sidoarjo langsung mendatangi keluarga untuk pembinaan. Kasat Reskrim AKP Budi Santoso mengatakan, "Kami tekankan pentingnya pengawasan orang tua di era digital." Pihaknya juga mendalami potensi pelanggaran pidana terkait penyebaran konten bermuatan asusila.
Pengemudi ojol yang menyebarkan video kini dalam pantauan. Polisi mengingatkan, menyebarluaskan konten melanggar kesusilaan dapat dijerat UU ITE dengan ancaman pidana penjara.
Peristiwa ini menjadi alarm bagi para orang tua yang meninggalkan anak sendirian saat bekerja. Tanpa filter pengawasan, akses internet dan keisengan remaja bisa berujung fatal.
UPDATE: Hingga malam ini, pihak keluarga masih berkoordinasi dengan dinas perlindungan anak untuk memastikan pemulihan psikologis sang remaja.
Comments (0)