Kebakaran TPA Cipayung: Waka MPR Desak Pengawasan dan Perbaikan Hulu

BARU SAJA — Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno melontarkan peringatan keras usai kebakaran besar melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. Ia menyebut insiden ini bukan sekadar musibah, melainka...

Jul 19, 2026 - 13:50
0 0
Kebakaran TPA Cipayung: Waka MPR Desak Pengawasan dan Perbaikan Hulu

BARU SAJA — Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno melontarkan peringatan keras usai kebakaran besar melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. Ia menyebut insiden ini bukan sekadar musibah, melainkan alarm darurat yang menelanjangi kegagalan fundamental dalam pengelolaan sampah nasional.

Api berkobar di TPA Cipayung sejak Selasa dini hari, menghanguskan tumpukan sampah seluas lebih dari dua hektare. Puluhan unit pemadam kebakaran dikerahkan, namun upaya pemadaman terkendala gas metana yang terus menyulut bara. Warga sekitar dilaporkan mengungsi akibat kepulan asap tebal yang membawa partikel berbahaya.

Pernyataan Tegas: Hulu Harus Dibenahi

Eddy Soeparno langsung bereaksi dan menekankan bahwa fokus selama ini terlalu sempit—hanya berkutat pada penanganan di hilir atau saat bencana terjadi. "Kita tak bisa hanya sibuk memadamkan api atau menambah kapasitas TPA. Akar masalahnya ada di hulu: minimnya pemilahan, rendahnya daur ulang, dan nyaris tak ada strategi reduksi sampah dari sumber," tegasnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.

Politikus senior itu juga mendesak agar pengawasan terhadap operasional TPA diperketat. Ia menyoroti bahwa banyak TPA di Indonesia beroperasi dengan sistem open dumping ilegal, jauh dari standar sanitary landfill. "Pengawasan kendor membuat praktik membahayakan terus berlangsung. Kementerian terkait harus segera mengaudit seluruh TPA di Tanah Air," tambahnya.

Kelemahan Sistemik Terbongkar

Data Kementerian Lingkungan Hidup mencatat, dari ribuan TPA di Indonesia, hanya sedikit yang menerapkan sistem sanitary landfill. Mayoritas masih menumpuk sampah begitu saja tanpa pengolahan gas dan lindi yang memadai. Akibatnya, kebakaran seperti di Cipayung menjadi ancaman berulang.

Berikut poin-poin kritis yang disampaikan Wakil Ketua MPR:

  • Pembenahan hulu: Wajibkan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan industri.
  • Pengawasan ketat: Audit nasional seluruh TPA untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan lingkungan.
  • Teknologi pengolahan: Mendorong investasi pada instalasi pengolahan gas metana dan daur ulang material.
  • Transparansi data: Membuka akses publik terhadap laporan operasional dan insiden di TPA.

Eddy juga meminta agar pemerintah daerah tidak abai. "TPA adalah tanggung jawab bersama, bukan sekadar tempat buangan akhir yang terlupakan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa kebakaran ini harus menjadi momentum untuk mengubah total paradigma pengelolaan sampah dari sekadar buang-timbun menjadi sirkular dan berbasis pengurangan.

Situasi di Cipayung kini masih dalam tahap pendinginan. Tim gabungan terus berjaga sementara tetangga sekitar TPA diminta tetap siaga. Belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian material dan kerusakan lingkungan diperkirakan signifikan.

UPDATE 10 MENIT LALU: Pihak Damkar mengonfirmasi bahwa titik api sudah dapat dikendalikan, tetapi status siaga belum dicabut. Penyelidikan penyebab kebakaran masih berlangsung sambil menunggu area dingin sepenuhnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User