Organisasi Maritim Internasional (IMO) yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa mengonfirmasi akan segera melan
Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, dalam konferensi pers virtual yang digelar pada Sabtu (27/6/2026), menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah n
Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, dalam konferensi pers virtual yang digelar pada Sabtu (27/6/2026), menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah negara kunci, khususnya Oman, Amerika Serikat, dan Iran. Komunikasi tersebut bertujuan untuk memastikan jaminan keamanan bagi seluruh personel dan aset yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini sebelum aktivitas evakuasi kembali digulirkan.
"Begitu saya mendapatkan konfirmasi lebih lanjut mengenai hal itu, kami siap untuk memulai kembali proses evakuasi," ujar Dominguez.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, masih terdapat ratusan kapal dagang dari berbagai negara serta ribuan pelaut yang belum dapat meninggalkan lokasi. Mereka terdampar di Selat Hormuz menyusul eskalasi ketegangan dan gangguan keamanan yang membuat jalur perairan sempit tersebut tidak bisa dilalui secara normal. Keberadaan mereka di tengah situasi yang rawan konflik menimbulkan kekhawatiran serius dari komunitas maritim global akan keselamatan jiwa dan potensi krisis logistik yang lebih luas.
Jalur Vital yang Terhambat
Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu choke point paling vital bagi perdagangan energi dunia. Sebagian besar ekspor minyak mentah dari kawasan Teluk Persia melewati perairan ini. Dengan tertahannya ratusan kapal, rantai pasok global terancam mengalami guncangan signifikan. Upaya evakuasi yang dilakukan oleh IMO menjadi prioritas tinggi untuk mencegah memburuknya kondisi para awak kapal sekaligus memulihkan arus pelayaran internasional.
Penundaan evakuasi sebelumnya dipicu oleh serangan mendadak ke kapal berbendera Singapura. Meski detail kronologi dan pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu belum diumumkan secara resmi, peristiwa tersebut menyoroti betapa rapuhnya stabilitas keamanan di kawasan tersebut. IMO menegaskan bahwa kelanjutan misi evakuasi akan sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak untuk menghormati prinsip pelayaran aman dan netralitas operasi kemanusiaan. Diharapkan dalam waktu dekat, koordinasi dengan Oman, AS, dan Iran mencapai titik terang sehingga ribuan pelaut yang terkatung-katung dapat segera dievakuasi menuju tempat yang lebih aman.
Comments (0)