Oknum Satpol PP Gunakan Nama Samaran untuk Pungli di Rumbel Jakut

JAKARTA UTARA — Praktik pungutan liar yang melibatkan oknum anggota Satpol PP di Rumah Belajar (Rumbel) Merah Putih, Jakarta Utara, akhirnya terkuak. Pelaku diduga kuat menggunakan identitas palsu u...

Jul 12, 2026 - 18:10
0 0
Oknum Satpol PP Gunakan Nama Samaran untuk Pungli di Rumbel Jakut

JAKARTA UTARA — Praktik pungutan liar yang melibatkan oknum anggota Satpol PP di Rumah Belajar (Rumbel) Merah Putih, Jakarta Utara, akhirnya terkuak. Pelaku diduga kuat menggunakan identitas palsu untuk menjalankan aksinya, menodai seragam dinas yang seharusnya menjadi simbol pelindung masyarakat.

Modus Nama Samaran

Berdasarkan keterangan pengurus Rumbel, oknum tersebut datang dengan atribut Satpol PP lengkap namun memperkenalkan diri dengan nama yang tidak tercatat di keanggotaan resmi. Ia memaksa meminta sejumlah uang dengan dalih biaya pengamanan dan perizinan kegiatan belajar. Sejumlah relawan yang curiga kemudian melakukan pengecekan mandiri dan menemukan bahwa nama tersebut bukan bagian dari personel yang bertugas di wilayah Jakarta Utara.

Manajer operasional Rumbel, yang enggan disebut namanya, menuturkan bahwa pelaku sempat mengancam akan menutup paksa tempat kegiatan jika permintaannya tidak dipenuhi. “Kami sudah mencium kejanggalan sejak awal, terutama saat dia menghindari foto bersama dan tidak mau menunjukkan kartu tanda anggota,” ujar sumber tersebut, Selasa siang.

Investigasi Internal Satpol PP

Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta langsung bergerak cepat begitu laporan masuk. Kepala Bidang Penegakan Perda menyatakan pihaknya telah membentuk tim investigasi khusus untuk mengusut kasus ini. Langkah pertama adalah memeriksa absensi dan jadwal tugas seluruh personel di Kecamatan terkait. Pengecekan database kepegawaian menunjukkan bahwa nama samaran yang digunakan pelaku tidak terdaftar di sistem sama sekali, memperkuat dugaan penipuan terencana.

“Kami tidak akan mentolerir tindakan yang mencoreng institusi. Siapa pun pelakunya, jika terbukti bersalah, sanksi tegas berupa pemecatan hingga proses pidana menanti,” tegas pejabat tersebut dalam konferensi pers virtual. Investigasi kini juga meluas ke kemungkinan adanya sindikat pungli yang menyasar lembaga-lembaga sosial pendidikan dengan modus serupa.

Kronologi Kejadian

Insiden ini terjadi pada akhir pekan lalu saat Rumbel Merah Putih sedang mengadakan kegiatan bimbingan belajar gratis untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera. Pelaku datang seorang diri sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung menemui penanggung jawab kegiatan. Tanpa menunjukkan surat tugas, ia meminta uang tunai sebesar Rp 2,5 juta dengan alasan pengamanan kegiatan. Ketika ditolak, ia berusaha membubarkan anak-anak yang sedang belajar, namun dihalangi warga sekitar.

Beruntung, seorang relawan merekam percakapan secara diam-diam dan segera melaporkan ke Ketua RW setempat. Ketua RW yang langsung berkoordinasi dengan Polsek dan Satpol PP Kecamatan, memastikan bahwa tidak ada agenda pemeriksaan atau pungutan resmi di lokasi tersebut. Pelaku langsung meninggalkan lokasi sebelum petugas tiba.

Respons Masyarakat dan Pengurus

Warga dan pengurus Rumbel mengaku trauma namun tidak akan menghentikan kegiatan sosial. Mereka meminta aparat penegak hukum menjerat pelaku dengan pasal pidana penipuan dan pemerasan. “Kami hanya ingin anak-anak tetap bisa belajar tanpa ada gangguan seperti ini. Negara harus hadir melindungi,” kata seorang orang tua murid yang menyaksikan langsung kejadian itu.

Satpol PP DKI menjanjikan transparansi dalam penanganan kasus. Mereka membuka posko pengaduan via WhatsApp Center bagi masyarakat yang merasa menjadi korban pungli mengatasnamakan anggota Satpol PP. Identitas pelaku utama kini dalam pengejaran setelah diketahui rekaman CCTV di sekitar lokasi menunjukkan kendaraan pribadi yang digunakan saat beraksi. Publik menanti, akankah oknum yang mencoreng seragam khaki itu segera ditangkap dan diadili.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User