Bupati Sukoharjo Jadi Tersangka, PDIP Ancam Langsung Pecat
BARU SAJA – Bupati Sukoharjo resmi menyandang status tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi. Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, langsung merespons dengan peringatan keras: kader yang terjerat korupsi ak...
BARU SAJA – Bupati Sukoharjo resmi menyandang status tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi. Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, langsung merespons dengan peringatan keras: kader yang terjerat korupsi akan segera dipecat.
Standar Partai Tak Bisa Ditawar
“Standar kami tegas. Begitu ditetapkan sebagai tersangka, tidak ada toleransi. Langsung kami pecat,” ujar Deddy di Jakarta, merespons pertanyaan tentang nasib bupati tersebut. Ia menekankan, mekanisme internal partai sudah final dan tidak menunggu proses hukum lebih lanjut.
PDIP, lanjut Deddy, tidak akan mengorbankan reputasi partai hanya karena ulah segelintir kader. “Kami ingin memberi contoh: korupsi adalah musuh. Ini bukan soal pribadi, ini soal menjaga kepercayaan publik,” tegasnya.
Detik-Detik Penetapan Tersangka
Informasi yang dihimpun menyebutkan, bupati diam-diam menyerahkan diri ke gedung KPK pada dini hari tadi. Tim penyidik telah mengantongi bukti permulaan yang cukup, termasuk keterangan saksi dan dokumen transaksi keuangan mencurigakan.
Kasus yang menjerat bupati sendiri belum diungkap secara resmi oleh KPK. Namun, sumber internal menduga kuat perkara ini berkaitan dengan dugaan suap pengadaan alat kesehatan tahun lalu. Beberapa kontraktor juga ikut dipanggil pekan ini.
- Tersangka: Bupati Sukoharjo (inisial belum dirilis).
- Waktu penetapan: Kurang dari dua jam lalu.
- Pasal yang disangkakan: Suap dan gratifikasi.
- Respons PDIP: Siapkan surat pemecatan.
Rekam Jejak Partai
Bukan kali pertama PDIP mengambil langkah kilat. Sebelumnya, dua wali kota dan satu bupati dari partai berlambang banteng juga langsung dipecat setelah KPK menetapkan mereka sebagai tersangka. Deddy menegaskan, tradisi itu harus terus dijalankan tanpa pandang bulu.
“Partai tidak butuh kader yang memperkaya diri sendiri. Kalau ada yang masih nekat, konsekuensinya jelas,” tambahnya.
Bupati Bungkam, Publik Menanti
Hingga berita ini diturunkan, Bupati Sukoharjo belum bersedia memberikan keterangan. Pihak kuasa hukum juga belum muncul. Sementara itu, KPK berencana menggelar konferensi pers dalam waktu dekat untuk merinci konstruksi perkara dan barang bukti yang telah disita.
Warga Sukoharjo pun terbelah. Sebagian mendukung langkah tegas PDIP, sebagian lagi masih menunggu fakta persidangan. Aktivis antikorupsi setempat menyambut baik jika partai benar-benar menjatuhkan sanksi. “Ini harus jadi preseden agar kepala daerah lain berpikir dua kali sebelum bermain-main dengan anggaran daerah,” ujar seorang pegiat.
Sejumlah analis memperkirakan, pemecatan ini dapat menjadi pisau bermata dua: menjaga elektabilitas partai sekaligus mengganggu konsolidasi internal menjelang pemilu berikutnya. Namun PDIP tampaknya lebih memilih citra bersih.
Baca juga:
Comments (0)