Munas NU 2026 Bahas Kepemimpinan dan Masa Depan Organisasi

Kediri - Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri, menjadi panggung utama perumusan arah

Jul 06, 2026 - 14:14
0 0
Munas NU 2026 Bahas Kepemimpinan dan Masa Depan Organisasi

Kediri - Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri, menjadi panggung utama perumusan arah perjuangan organisasi Islam terbesar di Indonesia ini. Forum tertinggi tersebut secara khusus menyoroti dinamika kepemimpinan dan peta jalan NU dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Berdasarkan laporan media kami dari lokasi acara pada Minggu (21/6/2026), sidang pleno kedua Munas NU mempertemukan dua tokoh sentral Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menyampaikan gagasan visioner mereka. Keduanya adalah Wakil Rais Aam PBNU, KH Afifuddin Muhajir, dan KH Anwar Iskandar. Kehadiran dua ulama karismatik ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta yang memadati area pesantren.

Hal Permanen dan Adaptif dalam Tubuh NU

KH Afifuddin Muhajir, yang akrab disapa Kiai Afif, membedah secara tajam dua prinsip fundamental yang selama ini menopang eksistensi NU. Dalam paparannya, Kiai Afif mengklasifikasikan elemen-elemen organisasi ke dalam dua kategori, yaitu aspek yang bersifat permanen atau "harga mati" dan aspek yang memiliki kelenturan untuk beradaptasi. Beliau menekankan bahwa kegamangan sering muncul ketika warga nahdliyin tidak mampu memilah antara yang tsawabit (prinsip tetap) dan mutaghayyirat (hal yang dapat berubah).

"Persoalannya hal-hal apa saja di dalam NU ini yang harga mati dan hal-hal apa saja di dalam NU yang bisa beradaptasi. Ini yang harus kita pahami bersama agar NU tidak kehilangan ruhnya, namun juga tidak jumud menghadapi modernitas," ujar Kiai Afif di hadapan para peserta Munas.

Pernyataan Kiai Afif tersebut memicu diskusi hangat di kalangan peserta yang berasal dari berbagai penjuru daerah. Banyak peserta menilai bahwa pembedahan ini krusial menjelang pemilihan pemimpin baru NU. Berdasarkan pantauan laporan media kami, fokus utama pembahasan adalah bagaimana memastikan regenerasi kepemimpinan yang akan datang tetap berpegang teguh pada khittah perjuangan, sembari melakukan terobosan-terobosan inovatif di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial kemasyarakatan. Konteks Munas kali ini terasa semakin strategis mengingat posisi NU yang semakin vital dalam menjaga harmoni kebangsaan di tengah disrupsi digital dan globalisasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Fact Checker. Memverifikasi klaim viral secara cepat dan akurat.

Comments (0)

User