Mulai Pekan Depan, Orang Tua Pantau Menu MBG via Digital
Para orang tua akan bisa memantau langsung isi piring dan kandungan gizi anak dalam program Makan Bergizi Gratis melalui platform digital resmi, diumumkan Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono hanya be...
Para orang tua akan bisa memantau langsung isi piring dan kandungan gizi anak dalam program Makan Bergizi Gratis melalui platform digital resmi, diumumkan Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono hanya beberapa jam lalu.
- Akses penuh orang tua terhadap menu harian MBG dibuka bertahap mulai Senin depan.
- Setiap sajian tercatat secara real-time: jenis lauk, sayur, buah, serta nilai kalori dan protein.
- Sistem terintegrasi dengan basis data penerima dan satuan pendidikan untuk menutup celah kebocoran.
Komitmen Transparansi Total
Sudaryono menegaskan, platform anyar bernama “MBG Transparan” akan menjadi jendela bagi publik, terutama para orang tua, guna mengawasi langsung kualitas pangan yang diterima anak-anak mereka di sekolah. “Kami ingin tidak ada lagi cerita anak pulang dan ditanya ‘tadi makan apa?’ tanpa jawaban pasti. Semua bisa dicek lewat ponsel,” ujarnya di hadapan awak media pagi ini.
Ia menjelaskan, setiap sekolah yang menjadi lokasi dapur MBG akan dilengkapi sistem pencatatan digital. Data menu harian, komposisi gizi, hingga foto visual sajian akan diunggah langsung oleh petugas dapur. Informasi itu kemudian langsung bisa diakses oleh orang tua murid melalui akun terdaftar yang menggunakan nomor induk siswa sebagai kunci masuk.
Dengan skema ini, orang tua tak hanya bisa melihat, tetapi juga bisa memberikan umpan balik. Fitur pelaporan disiapkan untuk menampung aduan jika terjadi ketidaksesuaian antara sajian di lapangan dengan yang tercantum di sistem. Aduan itu akan langsung masuk ke dashboard pusat dan wajib ditindaklanjuti dalam 1x24 jam.
Bersih-Bersih Internal Dorong Akuntabilitas
Langkah transparansi ini bukan yang pertama di bawah kendali Sudaryono. Sebelumnya, ia mengguncang institusi dengan memecat 261 pegawai yang terbukti bermasalah—mulai dari pungli distribusi bahan baku hingga manipulasi data penerima. “Kami tidak akan bermain-main. MBG menyangkut perut anak-anak, bukan proyek coba-coba,” tegasnya.
Para pengamat menilai pemecatan massal itu menjadi fondasi bagi sistem digital yang kini akan dirilis. Tanpa personel bersih, platform setransparan apa pun bisa disusupi celah. Oleh karena itu, restrukturisasi SDM dilakukan secara paralel.
Program MBG sendiri saat ini menjangkau lebih dari 18 juta siswa di seluruh Indonesia. Dengan pengawasan langsung dari orang tua, diharapkan kualitas konsumsi gizi bisa terpantau dan diperbaiki secara berkelanjutan. Pemerintah menargetkan akhir tahun ini seluruh satuan pendidikan dasar sudah terhubung dengan sistem.
Keamanan Data Dijamin
Merespons kekhawatiran soal privasi, Sudaryono memastikan bahwa platform ini hanya menampilkan data menu dan gizi, tanpa mengekspos identitas personal siswa secara publik. Akses orang tua dibatasi pada anak kandung yang terdaftar, dengan otentikasi ganda lewat nomor ponsel dan NIK yang sudah terverifikasi di Dapodik.
Ia menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara untuk mengaudit sistem sebelum rilis penuh. Uji coba terbatas sudah dilakukan di 200 sekolah di lima kota dan tidak ditemukan celah berarti.
“Kami ingin sistem ini menjadi contoh bagaimana program negara dikelola dengan keterbukaan. Orang tua adalah mitra kami. Kalau mereka puas, kami tahu kami di jalur yang benar,” tutup Sudaryono.
Dengan peluncuran minggu depan, Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang memberikan akses real-time orang tua terhadap skema makan sekolah nasional—langkah besar yang diharapkan mampu mengerek kepercayaan publik sekaligus mutu gizi generasi mendatang.
Comments (0)