Polisi: Tak Ada Rumah Ibadah Dirusak dalam Bentrok Maut di Jakpus
DARURAT — Bentrok berdarah pecah di kawasan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat. Satu korban jiwa jatuh dalam insiden tersebut. Polisi langsung bergerak mengamankan lokasi dan meredam situasi. Informasi ...
DARURAT — Bentrok berdarah pecah di kawasan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat.
Satu korban jiwa jatuh dalam insiden tersebut.
Polisi langsung bergerak mengamankan lokasi dan meredam situasi.
Informasi liar soal perusakan rumah ibadah bermunculan di media sosial.
Kepolisian menegaskan kabar itu tidak benar.
“Tidak ada satu pun tempat ibadah yang mengalami kerusakan,” ujar pejabat berwenang.
Pernyataan ini disampaikan untuk menepis keresahan warga.
Menurut saksi mata, ricuh terjadi sekitar pukul lima sore.
Dua kelompok terlibat adu mulut yang cepat memanas.
Aksi saling lempar batu tidak terhindarkan.
Sejumlah kendaraan yang parkir di sekitar lokasi ikut menjadi sasaran.
Kerusakan ringan terjadi pada beberapa unit mobil dan motor.
Warga sekitar berhamburan menyelamatkan diri.
Tim reaksi cepat kepolisian tiba dalam hitungan menit.
Mereka berhasil melerai kedua kubu dan membubarkan massa.
Namun, seorang warga ditemukan sudah tidak bernyawa.
Korban diduga terkena benda tumpul di bagian kepala.
Identitas korban masih dirahasiakan sambil menunggu konfirmasi keluarga.
- Waktu kejadian: Sekitar pukul 17.00 WIB, sore hari.
- Lokasi: Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat.
- Jumlah korban tewas: Satu orang, laki-laki dewasa.
- Kerusakan rumah ibadah: Dipastikan nol oleh polisi.
- Pengamanan: Polisi dirikan pos pengamanan tambahan.
- Penyelidikan: Beberapa orang telah diamankan untuk dimintai keterangan.
Isu Perusakan Rumah Ibadah Dibantah Keras
Munculnya isu perusakan tempat ibadah membuat suasana semakin tegang.
Berita itu menyebar cepat melalui aplikasi percakapan dan media sosial.
Menyikapi hal itu, polisi tidak tinggal diam.
“Kami pastikan informasi itu palsu,” tegas perwira di lapangan.
Pihaknya sudah mengecek langsung setiap sudut rumah ibadah di sekitar lokasi.
Hasilnya nihil — tidak ada kerusakan sekecil apa pun.
Polisi menduga isu disebar sengaja untuk memancing provokasi lebih luas.
Aparat meningkatkan patroli siber guna melacak penyebar hoaks.
Penyelidikan Mendalam Terus Berjalan
Olah TKP berlangsung hingga malam.
Tim forensik mengumpulkan bukti termasuk batu, kayu, dan rekaman CCTV.
Sejumlah saksi kunci menjalani pemeriksaan intensif.
Polisi belum menetapkan tersangka, namun sudah mengantongi identitas sejumlah terduga pelaku.
Motif bentrokan masih diselidiki.
Dugaan sementara mengarah pada sengketa lahan atau urusan pribadi yang meluas.
“Kami minta waktu untuk mengungkap duduk perkara,” kata petugas.
Jenazah korban sudah dievakuasi ke RSCM untuk otopsi.
Hasil otopsi akan menjadi petunjuk penting bagi penyidik.
Imbauan untuk Warga
Polisi mengimbau warga tetap tenang dan tidak main hakim sendiri.
Penyebaran berita bohong hanya akan menambah korban.
Pemerintah kelurahan setempat mengaktifkan posko pengaduan.
Warga yang merasa terancam dapat melapor ke pos polisi terdekat.
Lalu lintas di sekitar Tambak sudah kembali normal.
Aktivitas warga berangsur pulih meski rasa was-was masih terasa.
UPDATE akan disampaikan setiap kali ada perkembangan baru.
Comments (0)