Mensos Apresiasi Pameran Seni Canvas of Dreams 2026

JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan pameran seni rupa bertajuk Canvas of Dreams 2026 yang berlangsung di ibu kota.Apresiasi untuk Kreativita...

Jul 28, 2026 - 09:51
0 0
Mensos Apresiasi Pameran Seni Canvas of Dreams 2026

JAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan pameran seni rupa bertajuk Canvas of Dreams 2026 yang berlangsung di ibu kota.

Apresiasi untuk Kreativitas Tanpa Batas

Dalam kunjungannya ke lokasi pameran, Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu menegaskan bahwa kegiatan semacam ini membuktikan bahwa kreativitas anak-anak Indonesia tidak mengenal sekat, termasuk bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

"Saya sangat terkesan dengan karya-karya yang dipamerkan. Ini bukan sekadar gambar, tapi cerminan mimpi dan semangat anak-anak kita," ujarnya.

Peserta dari Berbagai Latar Belakang

Canvas of Dreams 2026 diikuti oleh siswa tingkat SD dan SMP dari sejumlah sekolah di Jakarta dan sekitarnya. Lebih dari 150 karya dipamerkan, mulai dari lukisan, kolase, hingga patung sederhana.

Yang istimewa, 30 persen peserta merupakan anak-anak penyandang disabilitas. Mereka unjuk gigi tanpa rasa minder, menunjukkan bahwa talenta tidak dibatasi oleh kondisi fisik.

Harapan Kemensos

Gus Ipul berharap pameran ini bisa menjadi agenda tahunan. Ia juga mendorong agar kegiatan serupa digelar di daerah lain, sebagai upaya membangun masyarakat yang lebih inklusif.

"Negara hadir tidak hanya dalam bentuk bantuan, tapi juga dalam pemberdayaan dan apresiasi. Ini bagian dari komitmen kami di Kementerian Sosial," tegasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan dinas pendidikan, komunitas seni, dan para orang tua yang antusias mendampingi putra-putrinya.

Pameran yang digelar di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat ini berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Juli 2026. Pengunjung dapat menikmati puluhan instalasi seni yang ditata apik di area pameran seluas 500 meter persegi.

Inklusivitas sebagai Kunci

Ketua panitia, Dina Maharani, menjelaskan bahwa panitia sengaja merangkul anak-anak difabel untuk berpartisipasi tanpa pembatasan tema. "Kami ingin semua anak merasa setara. Seni adalah bahasa universal," katanya.

Dukungan Pemerintah dan Swasta

Selain Kementerian Sosial, acara ini mendapatkan sokongan dari beberapa perusahaan swasta melalui program tanggung jawab sosial. Dana yang terkumpul dari penjualan karya akan dialokasikan untuk pengembangan bakat seni di panti asuhan dan sekolah luar biasa.

Sejumlah pengunjung mengaku takjub melihat detail dan makna di balik setiap karya. "Luar biasa, imajinasi anak-anak zaman sekarang sangat kaya. Ini harus terus didukung," ucap Rini, seorang ibu rumah tangga yang datang bersama anaknya.

Gus Ipul menambahkan bahwa pihaknya akan mengalokasikan anggaran khusus untuk program seni bagi penyandang disabilitas pada tahun anggaran mendatang. "Kita ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mengekspresikan dirinya," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User