Mendagri Apresiasi Ketangguhan Budaya Desa Adat Matabesi, Sebut Perpaduan Unik Sejarah dan Alam NTT

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja ke Desa Adat Matabesi yang terletak di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam lawatannya, Mendagri menyampa

Jul 06, 2026 - 13:33
0 0
Mendagri Apresiasi Ketangguhan Budaya Desa Adat Matabesi, Sebut Perpaduan Unik Sejarah dan Alam NTT

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja ke Desa Adat Matabesi yang terletak di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam lawatannya, Mendagri menyampaikan kekagumannya terhadap kearifan lokal masyarakat setempat yang mampu mempertahankan identitas budaya mereka di tengah derasnya arus modernisasi. Tito menilai, komitmen warga dalam merawat peninggalan leluhur merupakan aset tak ternilai yang harus didukung penuh oleh pemerintah.

Potensi Warisan Budaya Setara Destinasi Dunia

Menurut laporan yang dihimpun media kami, Mendagri secara khusus menyoroti kemiripan atmosfer Desa Adat Matabesi dengan destinasi wisata budaya terkemuka lainnya di NTT, Wae Rebo. Meskipun demikian, Tito menegaskan bahwa Matabesi menyimpan keunikan yang tidak tergantikan. Karakteristik rumah adat yang berdiri kokoh hingga ratusan bahkan ribuan tahun menjadi bukti fisik ketangguhan arsitektur tradisional masyarakat Belu. Lebih dari sekadar bangunan, kompleks adat ini dikelilingi oleh lingkungan yang masih sangat asri dengan barisan pepohonan berusia tua yang menambah kekhidmatan suasana.

"Ini adalah kekayaan yang luar biasa. Desa Adat Matabesi memiliki DNA-nya sendiri yang tidak dimiliki tempat lain. Selain fisik bangunan yang unik, suasana magis serta hawa sejuk dari pohon-pohon besar di sini adalah anugerah yang wajib kita jaga," ungkap Tito dalam kunjungannya.

Sinergi antara Konservasi dan Pengembangan Ekonomi

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi titik awal perumusan strategi pengembangan kawasan. Pemerintah daerah didorong untuk menjadikan Desa Adat Matabesi sebagai pusat studi budaya dan ekowisata berkelanjutan. Dengan potensi bentang alam dan budaya yang masih perawan, desa ini dinilai mampu menarik minat wisatawan yang mencari pengalaman autentik di luar destinasi konvensional. Sinergi antara konservasi cagar budaya dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal menjadi kunci utama yang ditekankan oleh Mendagri agar pelestarian ini tidak menjadi beban, melainkan sumber kesejahteraan baru bagi warga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Editor Politik. Editor politik breaking dengan update cepat.

Comments (0)

User