Monday, 24 August 2026 | 15:30 WIB

Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Jangan Lupakan Sejarah

JAKARTA — Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri baru saja meresmikan monumen peringatan peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Kudatuli, di halaman Kantor DPP PDIP, Menteng 58, ...

Jul 28, 2026 - 10:33
0 0
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Jangan Lupakan Sejarah

JAKARTA — Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri baru saja meresmikan monumen peringatan peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Kudatuli, di halaman Kantor DPP PDIP, Menteng 58, Jakarta. Monumen ini menjadi simbol perlawanan dan pengingat pahit bagi seluruh kader partai.

Peresmian berlangsung khidmat dihadiri sejumlah elite partai, pengurus pusat, dan saksi sejarah yang selamat dari penyerbuan tersebut. Megawati tampak emosional saat menekan tombol sirine sebagai tanda diresmikannya monumen yang berdiri tepat di lokasi bersejarah itu.

Monumen Kudatuli dirancang menyerupai kobaran api yang tak kunjung padam, melambangkan semangat juang yang tak pernah mati. Pada bagian dasar tertulis nama-nama korban yang gugur dalam peristiwa tersebut. “Monumen ini bukan sekadar batu dan logam, tetapi jiwa dari perjuangan kita,” ujar Megawati dengan suara bergetar.

Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa tragedi Kudatuli harus menjadi pelajaran berharga. “Kita tidak boleh melupakan sejarah. Siapa yang melupakan sejarah, ia akan terkutuk mengulanginya,” serunya. Hadirin pun menyambut dengan tepuk tangan meriah.

Peristiwa Berdarah yang Dikenang

Peristiwa Kudatuli adalah serangan brutal terhadap kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro 58, yang kini menjadi markas PDIP. Penyerangan terjadi pada 27 Juli 1996, saat rezim Orde Baru di bawah Presiden Soeharto berusaha meredam pengaruh Megawati yang sedang naik daun. Massa bersenjata yang diduga didalangi oleh pihak tertentu merangsek masuk dan mengakibatkan lima orang tewas, puluhan luka-luka, dan beberapa lainnya hilang hingga kini.

Serangan itu bukan hanya fisik, tetapi juga psikologis. Kantor yang menjadi basis pendukung Megawati diobrak-abrik. Namun, perlawanan kader dan simpatisan yang bertahan di dalam gedung menjadi legenda. Megawati sendiri tidak hadir saat itu, tetapi nama dan wajahnya menjadi simbol perlawanan terhadap tirani.

Monumen Simbol Kebangkitan

Monumen yang berdiri gagah setinggi 7 meter ini didesain dengan elemen api abadi yang menyala. Di sekelilingnya, terdapat relief-relief yang menggambarkan kronologi penyerangan serta wajah-wajah korban. Setiap ukiran seakan menghidupkan kembali memori kelam itu, sekaligus mengobarkan tekad untuk terus berjuang.

“Api ini tidak akan padam, sama seperti semangat kami. Ini peringatan bagi siapa pun yang mencoba menginjak-injak demokrasi,” tegas Megawati di hadapan ratusan kader yang memadati halaman DPP. Ia juga menekankan bahwa monumen ini bukan untuk membalas dendam, melainkan untuk memastikan sejarah kelam tidak terulang.

Ajakan Menjaga Demokrasi

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang turut hadir menyatakan, monumen Kudatuli adalah saksi abadi perjuangan. “Generasi sekarang harus paham bahwa demokrasi yang kita hirup kini lahir dengan cucuran darah. Jangan sia-siakan,” ujarnya.

Para korban selamat, seperti aktivis yang turut diserang, hadir dengan mata berkaca-kaca. Sebagian dari mereka adalah lansia yang masih menyimpan trauma mendalam. Suasana bertambah haru ketika nama-nama korban dibacakan satu per satu, disusul hening cipta.

Monumen ini juga dilengkapi dengan museum kecil yang berisi dokumentasi foto, artikel koran masa itu, dan rekaman kesaksian. Diharapkan, museum ini akan menjadi destinasi edukasi bagi pelajar dan masyarakat umum, agar mengetahui sejarah pahit yang berujung pada reformasi.

Pembangunan monumen ini disebut-sebut sebagai wasiat Megawati yang ingin meninggalkan warisan perjuangan bagi generasi penerus. “Saya ingin semua tahu, bahwa kebenaran dan keadilan akan selalu menang, meski harus melewati duri dan api,” pungkasnya dengan nada optimistis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User