Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Cita-Cita Bung Karno
BREAKING — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri baru saja meresmikan Monumen Kudatuli di halaman DPP PDIP, Jakarta. Peresmian ini bukan sekadar seremonial, melainkan puncak renungan panj...
BREAKING — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri baru saja meresmikan Monumen Kudatuli di halaman DPP PDIP, Jakarta. Peresmian ini bukan sekadar seremonial, melainkan puncak renungan panjang tentang perjalanan partai dan bangsa.
Simbol Kesabaran Revolusioner
Megawati menegaskan, monumen itu lahir dari kontemplasi mendalam, bukan reaksi sesaat. Ia menghubungkan peristiwa kelam 27 Juli 1996 dengan cita-cita Bung Karno yang belum usai. “Ini adalah wujud kesabaran revolusioner. Kami tidak membalas kekerasan dengan kekerasan, tapi mengubahnya menjadi energi pembangunan,” ungkapnya di hadapan kader.
Monumen setinggi lima meter itu menampilkan figur tegap dengan tangan mengepal ke atas, dikelilingi relief yang menggambarkan perjuangan rakyat. Angka 27 Juli terpahat jelas, mengingatkan pada hari ketika kantor DPP PDI diserbu massa dan aparat.
Data Kunci Peristiwa Kudatuli
- Tanggal: 27 Juli 1996
- Lokasi: Jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat (kini DPP PDIP)
- Pemicu: Konflik internal PDI pasca Kongres Surabaya
- Korban jiwa: 5 orang tewas, 149 luka, 23 hilang
Megawati, yang saat itu menjadi simbol perlawanan, menyebut monumen ini sebagai “api yang tak pernah padam”. Ia menekankan bahwa generasi muda harus memahami sejarah agar tidak mudah diadu domba. “Bung Karno mengajarkan Trisakti: berdaulat di politik, berdikari di ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Monumen ini adalah batu loncatan untuk mewujudkan itu,” tegasnya.
Putri Bung Karno itu juga mengajak seluruh kader untuk tidak terjebak dalam dendam sejarah. Menurutnya, kontemplasi atas Kudatuli harus melahirkan gerakan konkret bagi kesejahteraan rakyat. “Kita tidak boleh berhenti sampai Indonesia sejahtera. Itu cita-cita Bung Karno yang belum tuntas,” ujarnya.
Peresmian yang dihadiri ratusan kader dan sejumlah tokoh nasional ini berlangsung khidmat. Tepuk tangan bergemuruh saat Megawati membuka selubung monumen. Sejumlah saksi mata menyebut mata Megawati berkaca-kaca sepanjang prosesi. “Ibu seperti sedang berdialog dengan sejarah,” bisik seorang kader.
Monumen Kudatuli ini akan menjadi titik awal tur sejarah bagi anggota partai dan masyarakat umum. DPP PDIP berencana membuka ruang edukasi di sekitarnya pada Agustus mendatang. Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga narasi perjuangan tetap hidup, tanpa dikaburkan kepentingan politik sesaat.
Comments (0)