Megawati: Gerakan Asia Afrika Masih Relevan Hadapi Krisis Geopolitik

BARU SAJA. Megawati Soekarnoputri memperingatkan bahwa krisis geopolitik global saat ini membutuhkan lebih dari sekadar diplomasi konvensional. Di hadapan ratusan kader PDIP dan akademisi, Presiden ke...

Jul 28, 2026 - 03:23
0 0
Megawati: Gerakan Asia Afrika Masih Relevan Hadapi Krisis Geopolitik

BARU SAJA. Megawati Soekarnoputri memperingatkan bahwa krisis geopolitik global saat ini membutuhkan lebih dari sekadar diplomasi konvensional. Di hadapan ratusan kader PDIP dan akademisi, Presiden kelima RI itu menyerukan kebangkitan kembali Gerakan Asia Afrika sebagai jalan keluar dari perang dagang, konflik bersenjata, dan rivalitas kekuatan besar yang kian tak terkendali.

Seminar bertajuk relevansi gerakan Asia Afrika dalam krisis geopolitik kontemporer itu digelar di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Acara ini menjadi panggung tegas Megawati menyampaikan kegelisahannya terhadap tatanan dunia yang menurutnya makin menjauh dari semangat perdamaian.

Bandung Spirit untuk Dunia yang Terpecah

Megawati menilai dunia saat ini kembali terpecah dalam blok-blok kepentingan yang hampir menyerupai Perang Dingin. Solidaritas global yang pernah dibangun lewat Konferensi Asia Afrika 1955 dinilainya telah tergerus oleh egoisme negara adidaya.

"Politik adu domba dan perang proksi hanya menghasilkan penderitaan rakyat tak berdosa," tegas Megawati. Ia menekankan bahwa prinsip Dasasila Bandung tetap menjadi kerangka relevan untuk meredam konflik dan membangun kemakmuran bersama, terutama bagi negara-negara Selatan-Selatan yang kerap terabaikan.

Peran Indonesia dalam Membangkitkan Solidaritas Global

Sebagai salah satu penggagas Gerakan Non-Blok, Indonesia menurut Megawati memiliki tanggung jawab moral untuk kembali memelopori kebangkitan blok Asia Afrika. Ia mendesak pemerintah untuk lebih berani memainkan peran independen di panggung multilateral, tidak sekadar menjadi penonton.

Megawati juga menyoroti krisis pangan dan energi sebagai konsekuensi langsung dari ketegangan geopolitik yang tidak terkelola. Ia mengajak para pemimpin negara berkembang untuk bersatu merumuskan tata kelola global baru yang lebih adil dan inklusif.

Krisis Palestina dan Panggilan Deklarasi Bandung

Krisis di Gaza menjadi sorotan tajam dalam pidato Megawati. Ia menegaskan bahwa penderitaan rakyat Palestina adalah ujian nyata relevansi semangat anti-kolonialisme yang digaungkan Konferensi Bandung. Diamnya negara-negara besar terhadap kemanusiaan disebutnya sebagai pengkhianatan terhadap nilai-nilai Asia Afrika.

"Kita tidak boleh tinggal diam. Negara-negara Asia Afrika harus mengambil inisiatif untuk memaksa penghentian kekerasan dan penjajahan yang masih berlangsung," seru Megawati disambut tepuk tangan hadirin.

Kader Muda Garda Terdepan

Di akhir seminar, Megawati menitipkan pesan kepada generasi muda PDIP untuk menjadi agen perubahan. Menurutnya, kebangkitan Gerakan Asia Afrika hanya akan terwujud jika kader partai memahami sejarah dan berani menuntut keadilan internasional.

Acara ini juga menjadi momentum konsolidasi ideologis partai menjelang tahun politik yang kian memanas. Para peserta mendapatkan arahan langsung untuk tidak hanya berpolitik praktis, tetapi juga membawa misi geopolitik kerakyatan yang dicita-citakan para pendiri bangsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User