Sudaryono Dilantik Jadi Kepala BGN, Eks Jampidsus Febrie Ditahan
BARU SAJA — Presiden Prabowo Subianto melantik kader Gerindra, Sudaryono, sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S. Deyang. Di saat yang hampir bersamaan, Kejaksaan Agung resmi ...
BARU SAJA — Presiden Prabowo Subianto melantik kader Gerindra, Sudaryono, sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S. Deyang. Di saat yang hampir bersamaan, Kejaksaan Agung resmi menahan mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Kedua peristiwa ini terjadi dalam hitungan menit dan langsung menggetarkan panggung politik serta penegakan hukum nasional. Informasi yang dihimpun menyebutkan pelantikan berlangsung di Istana Negara secara tertutup, sementara penahanan Febrie dilakukan usai pemeriksaan intensif di Gedung Kejaksaan Agung.
Sudaryono Pegang Kendali BGN
Sudaryono, yang selama ini dikenal sebagai tangan kanan Prabowo di Partai Gerindra, kini mengemban misi berat: memastikan ketahanan gizi nasional lewat program makan bergizi gratis. Jabatan ini sebelumnya diemban Nanik S. Deyang, yang diganti tanpa penjelasan detail ke publik.
- Sudaryono resmi menjabat per menit lalu.
- Serah terima jabatan diteken langsung oleh Presiden.
- Belum ada pernyataan resmi dari Nanik S. Deyang.
Saksi mata di Istana mengonfirmasi, upacara pelantikan berlangsung kilat. Prabowo hanya menyampaikan pesan singkat agar program gizi nasional segera tancap gas. "Tidak ada waktu untuk basa-basi," kata seorang pejabat yang enggan disebut namanya.
Mantan Jampidsus Dijebloskan
Febrie Adriansyah, eks Jampidsus era sebelumnya, kini resmi menyandang status tahanan. Langkah ini diambil setelah penyidik merampungkan gelar perkara maraton selama beberapa hari terakhir. Dugaan kuat mengarah pada kasus korupsi bernilai fantastis yang melibatkan sejumlah proyek strategis.
- Febrie ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung.
- Penahanan untuk 20 hari pertama guna kepentingan penyidikan.
- Belum ada konfirmasi pasal yang disangkakan.
"Penahanan ini murni penegakan hukum. Tidak ada intervensi politik," ujar sumber internal Kejagung melalui sambungan telepon. Publik kini menanti transparansi lebih lanjut mengingat rekam jejak Febrie sebagai jaksa andalan di banyak perkara besar.
UPDATE MENIT LALU: Kedua peristiwa ini langsung memicu reaksi berantai. Sejumlah anggota DPR menyatakan akan memanggil Kepala BGN baru untuk rapat kerja darurat, sedangkan kuasa hukum Febrie menyatakan akan mengajukan praperadilan secepatnya. Perkembangan lebih lanjut masih terus dipantau.
Comments (0)