Mastel Dorong Lompatan Langsung ke 6G, Lewati 5G yang Tersendat

Jakarta, Beritatercepat.com — Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) mendorong pemerintah dan industri untuk mulai mempersiapkan adopsi teknologi 6G seca

Jul 11, 2026 - 08:51
0 0
Mastel Dorong Lompatan Langsung ke 6G, Lewati 5G yang Tersendat

Jakarta, Beritatercepat.com — Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) mendorong pemerintah dan industri untuk mulai mempersiapkan adopsi teknologi 6G secara paralel, alih-alih berkutat mengejar ketertinggalan 5G yang tingkat penetrasinya di Indonesia masih di bawah 10%. Desakan ini mengemuka dalam seminar nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang digelar di Jakarta, menandai keseriusan para pemangku kepentingan agar Indonesia tidak kembali menjadi pasar pengadopsi terakhir.

Kronologi Gagap 5G Indonesia

  1. Alokasi Spektrum Lambat (2019-2021): Indonesia tertinggal lebih dari dua tahun dalam lelang frekuensi 3,5 GHz dibandingkan negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam. Regulasi yang tumpang tindih dengan siaran satelit menjadi penyebab utama molornya proses clearing spektrum.
  2. Rilis Komersial Minim (2022-2023): Operator seluler besar mulai merilis 5G hanya di segelintir titik di kota-kota besar. Hingga kini, cakupan 5G belum mencapai 15% populasi, jauh di bawah rata-rata penetrasi Asia Pasifik yang sudah mendekati 25%.
  3. Investasi Infrastruktur Tersendat (2023-2024): Biaya capex tinggi untuk jaringan fiber optik dan perangkat edge computing membuat operator memilih memperkuat 4G ketimbang ekspansi 5G yang masih minim permintaan.
  4. Adopsi Konsumen Rendah (2025): Survei terbaru menunjukkan hanya 8,7% pengguna seluler yang telah menggunakan perangkat 5G aktif, dengan keluhan utama harga paket premium dan kurangnya aplikasi pembeda.

Strategi “Loncatan Katak” ala Mastel

Ketua Umum Mastel, dalam paparannya, menekankan bahwa momentum transisi global menuju 6G, yang diprediksi baru akan matang secara komersial pada 2030, menjadi peluang emas bagi Indonesia untuk menyusun peta jalan lebih dini.

“Kita sudah terlambat di 5G. Jangan sampai itu terulang. Dengan mempersiapkan 6G dari sekarang, Indonesia bisa melewati fase adopsi 5G yang terseok-seok dan langsung mengadopsi arsitektur jaringan generasi keenam saat ekosistem global sudah siap,” tegasnya.

Strategi “loncatan katak” ini beberapa kali sukses diterapkan Indonesia di sektor digital, misalnya saat melompat dari telepon kabel ke seluler 2G tanpa melalui fase telepon rumah masif, atau ketika penetrasi internet langsung melalui smartphone melewati era PC desktop.

Pilar-Pilar Kesiapan 6G di Indonesia

  • Riset Frekuensi Terahertz: Kementerian Kominfo bersama universitas mulai meneliti pita frekuensi di atas 100 GHz, yang akan menjadi tulang punggung 6G.
  • Edge AI Integration: Kecerdasan buatan terdistribusi menjadi komponen kunci 6G. Indonesia memiliki keunggulan di sektor startup AI, yang bisa diarahkan untuk membangun solusi berbasis latensi ultra-rendah.
  • Sense-and-Communicate: 6G tidak hanya mentransfer data, tapi juga mampu merasakan lingkungan sekitar (sensing). Ini membuka aplikasi di bidang telemedicine, kendaraan otonom, dan smart city.
  • Kemitraan Global: Mastel menyarankan pemerintah segera menjalin kerja sama riset dengan lembaga seperti 6G Flagship Finlandia dan Next G Alliance AS.

Kritik dan Tantangan

Tidak semua pihak sepakat. Pengamat telekomunikasi dari IndoTel Forum menyatakan bahwa strategi lompatan ke 6G berisiko mengabaikan kebutuhan nyata saat ini. “Kita masih berdarah-darah di infrastruktur dasar. Bagaimana mau loncat ke 6G kalau jaringan backbone di luar Jawa masih 3G?” kritiknya. Selain itu, harga spektrum 6G yang diperkirakan sangat mahal dikhawatirkan akan kembali menimbulkan polemik serupa 5G, di mana operator seperti Telkomsel dan Indosat harus merogoh kocek dalam-dalam.

Namun Mastel optimistis. Seminar TIK yang digelar menghasilkan rekomendasi awal berupa pembentukan “Task Force 6G Nasional” yang melibatkan akademisi, regulator, dan pelaku industri. Targetnya, pada 2027 Indonesia sudah memiliki blueprint komprehensif, dan pada 2029 uji coba 6G tahap awal dapat dimulai.

[SOCIAL_TWEET]: 5Gnya aja belum merata, eh RI udah disuruh ancang-ancang 6G! @mastel_id dorong 'loncatan katak' biar nggak ketinggalan lagi pas era 6G tiba 2030 nanti. Strategi brilian atau terlalu muluk? #6GIndonesia #Mastel #Teknologi[SOCIAL_TG]: 🌐 5G aja masih di bawah 10%, Mastel dorong RI ancang-ancang 6G. Strategi 'loncatan katak' biar nggak ketinggalan zaman. Selengkapnya klik link ini 👇

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User