Makassar, Beritatercepat.com – Universitas Hasanuddin (Unhas) secara resmi melantik 21 pejabat baru yang mencakup posisi wakil rektor, dekan, serta ketua dan wakil ketua lembaga. Prosesi pelantikan yang sarat akan semangat transformasi ini digelar di Baruga Andi Pangeran Pettarani, Kampus Unhas, pada Selasa (7/7/2026).

Momentum pelantikan ini tidak sekadar menjadi ajang serah terima jabatan. Dalam kesempatan yang sama, pihak universitas mengumumkan gebrakan strategis beru

Jul 08, 2026 - 01:36
0 0
Momentum pelantikan ini tidak sekadar menjadi ajang serah terima jabatan. Dalam kesempatan yang sama, pihak universitas mengumumkan gebrakan strategis berupa pembentukan Lembaga Transformasi Digital dan Artificial Intelligence (AI). Langkah ini ditegaskan sebagai upaya akseleratif untuk membawa Unhas menuju status kampus berkelas dunia (*world class university*).

Visi Besar Kepemimpinan Jilid Dua

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., yang akrab disapa Prof. JJ, menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi di periode keduanya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa sebagian besar pejabat lama masih dipercaya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan, mengingat banyaknya program strategis yang belum rampung.

"Empat tahun terlalu singkat sehingga banyak mimpi kami masih on progress. Karena itu sebagian besar pejabat masih melanjutkan tugasnya, seperti halnya saya masih lanjut," ujar Prof. JJ.

Penegasan ini mengisyaratkan bahwa periode kedua kepemimpinan Prof. JJ akan berfokus pada ketuntasan target-target besar, terutama yang menyangkut revolusi digital di lingkungan kampus.

Lembaga AI: Keniscayaan di Era Modern

Fokus utama yang menjadi sorotan adalah pembentukan Lembaga Transformasi Digital dan AI. Berbeda dengan struktur birokrasi biasa, lembaga ini akan ditempatkan langsung di bawah komando Rektor. Tugas utamanya sangat krusial, yaitu mengawal penerapan teknologi kecerdasan buatan di seluruh lini penyelenggaraan perguruan tinggi. Menurut laporan redaksi, Prof. JJ menilai bahwa jika pengembangan AI hanya ditempatkan pada level direktorat atau subdirektorat, maka pergerakannya akan lambat dan tidak optimal. Oleh karena itu, diperlukan lembaga khusus dengan otoritas lintas sektor yang mampu mengintervensi sistem administrasi hingga pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

"Semua dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa harus memiliki literasi artificial intelligence. AI bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keniscayaan yang harus direspons perguruan tinggi," tegasnya.

Unhas tidak main-main dalam mewujudkan ambisi ini. Kampus yang berlokasi di Makassar itu menargetkan diri menjadi salah satu pusat data (*data center*) utama di Kawasan Timur Indonesia. Lebih jauh, penerapan sistem AI akan diintegrasikan secara menyeluruh, memaksa seluruh sivitas akademika untuk beradaptasi dengan teknologi terkini.

Perkuat Riset Lewat Global Research Institute

Tidak hanya berhenti pada kecerdasan buatan, Unhas juga meluncurkan Global Research Institute. Lembaga ini dibentuk dengan misi spesifik untuk memperkuat riset internasional. Langkah ini diambil sebagai strategi baru untuk mendongkrak peringkat global universitas. Prof. JJ menjelaskan bahwa pendekatan konvensional tidak lagi cukup untuk bersaing di kancah internasional. Melalui lembaga ini, Unhas akan menghimpun pusat-pusat riset yang berorientasi global dan memperluas akses pendanaan penelitian dari berbagai lembaga donor internasional.

"Kalau Unhas menggunakan cara yang sama, kita akan stagnan. Karena itu kita harus menggunakan pendekatan baru agar mampu bersaing di tingkat dunia," imbuhnya.

Strategi Baru untuk Daya Saing Global

Dari struktur kepemimpinan yang baru dilantik, terlihat jelas bahwa Unhas sedang membangun fondasi ekosistem digital dan riset yang mumpuni. Penetapan para dekan dan ketua lembaga diyakini telah disesuaikan dengan kebutuhan akan kecepatan eksekusi program digitalisasi. Para kontributor Beritatercepat.com mencatat, langkah ini juga merupakan respons Unhas terhadap cepatnya perkembangan teknologi yang mengubah lanskap pendidikan tinggi. Dengan adanya lembaga digital yang fokus, Unhas berpotensi memotong birokrasi yang kerap menjadi penghambat inovasi di kampus-kampus besar. Pelantikan 21 pejabat ini menjadi penanda dimulainya babak baru Unhas. Di bawah arahan langsung Rektor, Lembaga Transformasi Digital dan AI diharapkan segera bekerja mewujudkan tata kelola kampus yang futuristik. Sementara itu, Global Research Institute digadang-gadang menjadi magnet bagi para peneliti dunia untuk menjadikan Unhas sebagai mitra strategis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User