JAKARTA — Menteri Investasi Rosan Roeslani Pastikan PSEL Bali Rampung Akhir 2027
Rosan Roeslani mengunci target ambisius: proyek Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL) di Bali bakal beroperasi penuh paling lambat akhir 2027. Menteri I
Rosan Roeslani mengunci target ambisius: proyek Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL) di Bali bakal beroperasi penuh paling lambat akhir 2027. Menteri Investasi itu menegaskan optimismenya saat memantau progres di lapangan, menandaskan bahwa ini bukan sekadar pengelolaan sampah—ini lompatan besar menuju energi bersih dan pariwisata berkelanjutan.
- Target komisioning: Desember 2027
- Kapasitas olah sampah: 1.200 ton/hari
- Daya listrik dihasilkan: 15 MW
- Investasi: Rp2,1 triliun (skema KPBU)
- Penurunan emisi metana: setara 100.000 ton CO₂/tahun
Kronologi Pengembangan PSEL Bali
Jalan menuju finalisasi proyek ini tidak pendek. Berikut linimasa krusial yang menghantarkan Bali ke era baru pengelolaan limbah:
- 2019: Studi kelayakan awal digulirkan—Bali darurat sampah, TPA Suwung overload.
- 2021: Penandatanganan perjanjian kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dengan konsorsium investor.
- 2023: Financial close tercapai, groundbreaking dilakukan di atas lahan 8 hektare di Suwung, Denpasar.
- 2025 (Q1): Konstruksi utama dimulai—fondasi reaktor termal dan turbin uap terpasang.
- 2026 (Q3): Uji coba terbatas pembakaran sampah non-organik tanpa energi listrik.
- 2027 (Q4): Target operasi komersial—listrik pertama mengalir ke jaringan PLN Bali.
Pernyataan Tegas Menteri Investasi
“Saya optimistis, tidak ada hambatan berarti. Akhir 2027 proyek ini harus operasional. Ini solusi konkret—sampah yang tadinya masalah jadi sumber daya,” ujar Rosan dalam kunjungannya. Ia menyebut percepatan ini didukung penuh oleh Pemprov Bali, kementerian teknis, dan komitmen investor. Rosan juga menegaskan bahwa proyek PSEL Bali akan menjadi model nasional yang direplikasi di setidaknya lima kota metropolitan lain.
Dampak Ganda: Lingkungan & Energi
Fasilitas PSEL Bali tidak sekadar mengurangi volume sampah 70% tanpa perlu lahan TPA baru. Teknologi termal yang dipakai mengubah sampah menjadi uap bertemperatur tinggi untuk menggerakkan turbin generator listrik 15 MW—cukup untuk menerangi 25.000 rumah tangga. Sisa abu bakal diolah menjadi material konstruksi ringan. Di sisi iklim, pengurangan metana dari dekomposisi sampah di TPA menyumbang penurunan emisi signifikan, sejalan dengan komitmen net zero Bali 2045.
Dengan tuntasnya PSEL akhir 2027, Bali bisa memangkas ketergantungan pada pembangkit batu bara dari Jawa, memperkuat ketahanan energi pulau, sekaligus menjaga citra pariwisata hijau yang menjadi nadi ekonomi.
Comments (0)