Liburan Sekolah Makin Berisi, Coffee Talks with Book Hadir di Solo

SOLO, DETIK INI JUGA – The Sunan Hotel Solo baru saja menggebrak liburan sekolah dengan gebrakan literasi yang tak biasa. Menggandeng komunitas baca paling aktif di kota, Solo Book Party, hotel bint...

Jul 13, 2026 - 20:44
0 0

SOLO, DETIK INI JUGA – The Sunan Hotel Solo baru saja menggebrak liburan sekolah dengan gebrakan literasi yang tak biasa. Menggandeng komunitas baca paling aktif di kota, Solo Book Party, hotel bintang empat ini menggelar acara "Coffee Talks with Book" yang menyulap akhir pekan menjadi pesta ide dan kata.

Kolaborasi Hangat di Akhir Pekan

Ajang yang berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026 itu menjadi magnet baru bagi pelajar, mahasiswa, hingga keluarga muda. Bukan sekadar ngopi dan membaca, acara ini meramu diskusi buku, lokakarya menulis kilat, dan sesi bedah karya tulis remaja menjadi satu paket pengalaman. Konsep hybrid yang memadukan aroma kopi dengan lembaran buku sukses menciptakan ruang ketiga yang diburu peserta.

General Manager The Sunan Hotel Solo, dalam sambutannya, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah jawaban atas keresahan akan minimnya kegiatan produktif selama masa libur panjang. "Kami tidak ingin generasi muda Solo kehilangan momentum. Hotel bukan hanya tempat singgah, tapi juga ruang tumbuh. Coffee Talks with Book adalah bukti kami serius merawat budaya literasi," ujarnya.

Fakta Kunci di Balik Panggung Literasi

  • Waktu: Sabtu, 11 Juli 2026, pukul 13.00–17.00 WIB.
  • Inisiator: Kolaborasi The Sunan Hotel Solo dengan Komunitas Solo Book Party.
  • Peserta: 157 orang, didominasi pelajar SMP hingga mahasiswa, serta puluhan keluarga.
  • Kegiatan: Diskusi buku Hujan karya Tere Liye, workshop resensi instan, pojok tukar buku gratis, dan sesi storytelling.
  • Pemantik: Tiga pegiat literasi lokal hadir sebagai fasilitator, termasuk pendiri Rumah Baca Trocoh.

Ketua Solo Book Party, yang turun langsung memandu sesi bedah buku, menuturkan bahwa animo peserta melampaui ekspektasi. "Kami membatasi pendaftaran daring 100 slot, tapi yang datang hampir dua kali lipat. Ini sinyal lapar literasi di kota Solo masih sangat tinggi, tinggal dikemas dengan cara yang segar," ungkapnya selepas acara.

Dampak dan Rencana Ekspansi

Salah satu momen paling menyita perhatian adalah pojok tulis kilat. Di sana, peserta remaja diminta merangkum gagasan liburan dalam 100 kata. Hasil tulisan terbaik dipajang di lobi hotel selama satu minggu dan akan diterbitkan di buletin komunitas. Langkah ini diyakini menjadi pematik kepercayaan diri bagi penulis pemula.

Pihak hotel mengkonfirmasi bahwa Coffee Talks with Book akan menjadi program tetap. "Rencananya setiap bulan, dengan tema berbeda. Kami sedang menjajaki kolaborasi dengan penerbit nasional untuk menghadirkan penulis besar," tambah PR Manager The Sunan Hotel Solo. Ia juga membocorkan bahwa edisi Agustus mendatang akan fokus pada literasi digital dan keamanan bermedia.

Bagi peserta, acara ini menjadi oase di tengah gempuran gawai. "Liburan biasanya habis buat scroll medsos. Di sini saya dapat teman baru, buku gratis, dan malah jadi semangat bikin cerpen," ujar Nayla, siswi kelas 2 SMA dari Laweyan. Testimoni serupa berdatangan di lini masa, menjadikan tagar #CoffeeTalksSolo2026 trending lokal selama akhir pekan.

UPDATE: Hingga berita ini diturunkan, tiket untuk edisi berikutnya telah terisi 40 persen hanya dalam dua jam pasca pengumuman daring. Manajemen mengimbau calon peserta untuk memantau kanal resmi The Sunan Hotel Solo.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User