Haul Akbar Al Marom: Bukti Nyata Kegamaan Pacu Ekonomi Grobogan
GROBOGAN – Haul Akbar Al Marom di Kabupaten Grobogan membuktikan bahwa momentum keagamaan bukan sekadar peristiwa spiritual, melainkan mesin penggerak ekonomi warga yang langsung terasa di lapangan....
GROBOGAN – Haul Akbar Al Marom di Kabupaten Grobogan membuktikan bahwa momentum keagamaan bukan sekadar peristiwa spiritual, melainkan mesin penggerak ekonomi warga yang langsung terasa di lapangan. Ribuan peziarah yang memadati lokasi acara mengubah kawasan sekitar menjadi pusat transaksi raksasa, membuat para pedagang tersenyum lebar.
Jamaah Membeludak, Transaksi Melonjak
Sejak pagi, arus jamaah terus mengalir menuju kompleks haul. Panitia mencatat kehadiran lebih dari 50.000 orang dari berbagai daerah, menciptakan permintaan luar biasa terhadap barang dan jasa. Warung makan, penjual minuman, aksesoris islami, hingga tukang parkir mendadak banjir pembeli. Seorang pedagang sate mengaku mampu meraup omzet tiga kali lipat dibanding hari biasa.
- 50.000+ jamaah membanjiri lokasi haul
- 1.200 pedagang terdata di sekitar area acara
- 300% kenaikan omzet dialami mayoritas UMKM kuliner
- Rp 2,8 miliar estimasi perputaran uang dalam satu hari
Dampak Langsung ke Pelaku Usaha Kecil
Tak hanya jajanan, dagangan tekstil seperti sarung, peci, dan mukena juga ludes diserbu pembeli. “Stok saya habis sebelum dzuhur, ini rezeki haul,” ujar Siti, pedagang mukena asal Purwodadi. Kejadian serupa dilaporkan oleh puluhan pelaku UMKM yang mengaku omzet harian mereka menembus angka yang biasanya baru tercapai dalam sepekan.
Sektor transportasi informal pun ikut terdongkrak. Ratusan tukang ojek dan sopir angkutan desa kebanjiran penumpang yang hendak menuju atau meninggalkan lokasi acara. Mereka mengaku pendapatan naik hingga dua kali lipat.
Gus Yasin: Keagamaan Harus Memberi Manfaat Ekonomi
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa fenomena ini adalah bukti nyata sinergi antara kegiatan keagamaan dan penguatan ekonomi rakyat. “Saya lihat sendiri dagangan laris semua. Ini bukan sekadar ritual, tapi pemberdayaan ekonomi umat yang nyata,” katanya di sela acara.
Gus Yasin menambahkan, efek pengganda dari haul sangat luas, mulai dari perajin souvenir, tukang cetak kaos, hingga penyedia jasa kebersihan. Ia mendorong agar setiap penyelenggaraan acara keagamaan ke depan mulai disertai pendataan dampak ekonomi secara sistematis.
Perputaran Uang Capai Miliaran Rupiah
Berdasarkan pantauan dan wawancara dengan sejumlah pedagang, total perputaran uang di area haul diperkirakan mencapai Rp 2,8 miliar hanya dalam satu hari. Angka ini di luar transaksi akomodasi dan transportasi jangka panjang yang juga merasakan efek positif. Hasilnya langsung dinikmati oleh warga sekitar yang mayoritas mengandalkan sektor informal.
Dinas Koperasi dan UMKM Grobogan menyatakan akan menjadikan haul akbar ini sebagai model pengembangan ekonomi berbasis even keagamaan. Rencananya, area khusus UMKM akan ditata lebih rapi pada penyelenggaraan tahun depan agar manfaat ekonominya semakin terstruktur dan meluas.
Baca juga:
Comments (0)