Legislator PDIP Desak Hukuman Mati untuk Febrie Tersangka Tiga Korupsi

JAKARTA — Pernyataan mengejutkan datang dari anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah, yang menuntut hukuman paling berat bagi Febrie Adriansyah. Pria yang kini menya...

Jul 12, 2026 - 15:16
0 0
Legislator PDIP Desak Hukuman Mati untuk Febrie Tersangka Tiga Korupsi

JAKARTA — Pernyataan mengejutkan datang dari anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah, yang menuntut hukuman paling berat bagi Febrie Adriansyah. Pria yang kini menyandang status tersangka dalam tiga kasus korupsi itu dinilai telah melakukan kejahatan luar biasa yang menghancurkan sendi kehidupan rakyat.

Gus Falah tidak bisa menyembunyikan kemarahannya. Ia menilai bahwa praktik korupsi yang dilakukan secara berulang adalah bentuk pengkhianatan terang-terangan terhadap negara. "Tiga kasus sekaligus menunjukkan betapa serakahnya pelaku. Kalau memungkinkan, hukuman mati adalah jawaban yang tepat," tegasnya di hadapan awak media.

Tiga Kasus, Satu Nama

Febrie Adriansyah kini terjerat dalam tiga perkara berbeda yang sedang ditangani oleh aparat penegak hukum. Meskipun konstruksi masing-masing kasus belum diurai sepenuhnya ke publik, bocoran informasi menyebutkan nilai kerugian negara yang ditimbulkan sangat signifikan. Total kerugian tersebut disebut-sebut mencapai ratusan miliar rupiah, meski angka pasti masih menunggu audit investigatif.

Situasi ini memancing reaksi keras dari Gus Falah. Ia menekankan bahwa pengulangan tindak pidana korupsi adalah salah satu syarat yang membuka peluang penjatuhan pidana mati, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. "Undang-undang sudah memberikan ruang. Tinggal keberanian hakim untuk memutus," imbuhnya.

Hukuman Mati untuk Efek Jera

Wacana hukuman mati bagi koruptor selalu memicu perdebatan panjang. Namun, bagi Gus Falah, ini bukan sekadar wacana. Ia mendorong agar kasus Febrie menjadi tonggak sejarah penegakan hukum di Indonesia. "Rakyat sudah menunggu bukti bahwa negara tidak main-main. Korupsi itu membunuh, jadi wajib dibalas dengan hukuman yang setimpal," ujarnya penuh semangat.

Legislator asal Jawa Timur itu juga menyoroti fakta bahwa korupsi telah merampas hak dasar masyarakat atas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Setiap rupiah yang dikorupsi, menurutnya, sama dengan menghilangkan satu nyawa harapan. Maka dari itu, ia menilai hukuman mati bukanlah sesuatu yang berlebihan, melainkan cerminan keadilan yang sejati.

Ujian bagi Penegak Hukum

Gus Falah meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung untuk menuntaskan perkara ini tanpa intervensi politik. Ia khawatir, status Febrie yang diduga memiliki jaringan kuat bisa membelokkan arah penyidikan. "Saya akan kawal sampai tuntas. Jangan sampai ada deal di belakang meja," ancamnya.

Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari pihak Febrie Adriansyah maupun tim hukumnya. Publik pun menanti langkah konkret penegak hukum dalam menyikapi desakan hukuman mati ini. Gus Falah memastikan bahwa Fraksi PDIP akan terus menyuarakan aspirasi rakyat yang menginginkan hukuman terberat bagi para perampok uang negara.

"Ini momentum untuk menunjukkan bahwa hukum kita tegas dan tidak pandang bulu. Kalau bisa dihukum mati, mengapa harus ragu?" tutupnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User