Lawal Raih Emas Keenam Nigeria, Isu Cuti Ayah Mencuat

Di panggung olahraga multinasional, Nigeria menorehkan tinta emas. Rafiatu Lawal, lifter andalan negeri itu, sukses mempertahankan gelar juara Commonwealth

Jul 28, 2026 - 07:49
0 0
Lawal Raih Emas Keenam Nigeria, Isu Cuti Ayah Mencuat

Di panggung olahraga multinasional, Nigeria menorehkan tinta emas. Rafiatu Lawal, lifter andalan negeri itu, sukses mempertahankan gelar juara Commonwealth sekaligus memecahkan rekor, membawa pulang medali emas keenam bagi kontingen Nigeria. Namun, di tengah gegap gempita kemenangan, sebuah realitas pahit mengintai di ranah domestik: ribuan ayah di Nigeria tidak memiliki hak cuti memadai untuk mendampingi istri dan bayi mereka yang baru lahir. Dua wajah Nigeria—kejayaan di arena olahraga dan kebijakan sosial yang timpang—muncul bersamaan, menunjukkan masih lebarnya jarak antara prestasi dan kesejahteraan rakyat.

Kemenangan Bersejarah Lawal di Panggung Commonwealth

Di hadapan ribuan pasang mata di venue angkat besi Commonwealth Games 2026, Lawal tampil nyaris tanpa cela. Ia mengangkat beban dengan total angkatan yang tak hanya mengamankan emas, tetapi juga memperbarui rekor Commonwealth. Total angkatan Lawal mencapai 228 kg, melampaui rekor lamanya sendiri yang ia catat pada edisi sebelumnya. Podium tertinggi itu menjadi emas keenam Nigeria, mengukuhkan posisi negara tersebut di papan atas klasemen sementara. Lawal, yang akrab disapa "Raf", langsung dirangkul oleh Direktur Jenderal Komisi Olahraga Nasional, Bukola Olopade, yang hadir menyaksikan pertandingan. Dalam foto yang beredar, Olopade dan Lawal tersenyum lebar, latar belakang bendera Nigeria berkibar.

Keberhasilan ini bukan hanya milik Lawal. Ia merupakan produk dari sistem pembinaan yang mulai menunjukkan hasil di level internasional. Namun, publik Nigeria yang merayakan kemenangan di media sosial tidak bisa menutup mata pada pertanyaan mendasar: apakah pemerintah memberikan perhatian yang sama besarnya pada kebijakan yang menyentuh kehidupan sehari-hari rakyat?

Ironi Kebijakan: Ayah Dipaksa Meninggalkan Bayi yang Baru Lahir

Sementara Lawal mengangkat beban puluhan kilogram di atas kepala, di bagian lain Nigeria, para ayah bergulat dengan beban emosional yang tak kalah berat. Nigeria adalah salah satu negara dengan risiko kematian ibu dan bayi baru lahir tertinggi di dunia—512 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup, dan 34 kematian bayi per 1.000 kelahiran (data WHO 2025). Dalam situasi rentan seperti itu, kehadiran ayah di sisi ibu dan bayi bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan medis dan psikologis. Sayangnya, kebijakan cuti orang tua di Nigeria tidak berpihak pada realitas ini. Cuti melahirkan bagi ibu hanya berlaku di sektor formal—itupun sering kali terbatas 12 minggu dengan bayaran sebagian. Sementara itu, cuti ayah hampir tidak diatur sama sekali oleh undang-undang federal. Kebanyakan perusahaan swasta tidak memberikan cuti ayah, atau memberikan maksimal 5 hari tanpa jaminan upah penuh.

"Saya hanya bisa mengambil dua hari libur setelah istri melahirkan anak pertama kami. Saya harus kembali bekerja saat ia masih lemah dan bayi belum bisa menyusu dengan baik. Rasa bersalah itu luar biasa," tutur Tunde, seorang pegawai bank di Lagos, dengan suara bergetar. "Ini bukan tentang uang semata, tapi tentang hak untuk menjadi ayah yang hadir."

Ketiadaan cuti ayah bukan hanya masalah kenyamanan. Studi menunjukkan bahwa keterlibatan ayah di minggu-minggu pertama kelahiran berkontribusi pada penurunan risiko depresi pascamelahirkan pada ibu, peningkatan keberhasilan menyusui, dan pengasuhan yang lebih responsif. Jutaan ayah Nigeria terpaksa memilih antara mencari nafkah dan mendampingi keluarga di masa kritis, dan pilihan itu sering kali memberatkan perempuan.

Perbandingan Cuti Orang Tua: Nigeria dan Negara Lain

Untuk melihat seberapa jauh Nigeria tertinggal, berikut perbandingan durasi dan jenis cuti orang tua di beberapa negara:

NegaraCuti Ibu (Minggu)Cuti Ayah (Minggu)Keterangan
Nigeria12 (sektor publik)0–1 (tidak wajib)Tidak ada undang-undang federal untuk cuti ayah; swasta bervariasi, banyak yang tidak memberi.
Afrika Selatan17 (dengan upah dari dana asuransi)10 hari (dengan upah 66%)Reformasi 2025 memperkenalkan cuti ayah berbayar melalui UIF.
Kenya12 (dengan upah penuh)2 mingguCuti ayah diatur dalam Employment Act 2023.
Swedia3490 hari (khusus ayah, tidak bisa dialihkan)Cuti orang tua total 480 hari, mendorong kesetaraan gender.

Data di atas menunjukkan bahwa Nigeria, sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Afrika, justru memiliki kebijakan cuti orang tua paling minim dibandingkan beberapa negara tetangga. Alih-alih melindungi keluarga, kebijakan yang ada justru memperkuat beban ganda pada perempuan.

Mendesaknya Reformasi Cuti Orang Tua di Nigeria

Dorongan untuk mereformasi cuti orang tua di Nigeria sudah lama disuarakan. Koalisi masyarakat sipil, termasuk Nigerian Women's Trust Fund dan serikat pekerja, terus mendesak parlemen untuk mengesahkan RUU Cuti Orang Tua yang komprehensif. RUU yang diusulkan mencakup 14 minggu cuti ibu berbayar penuh, 4 minggu cuti ayah berbayar, serta perlindungan dari pemecatan selama masa cuti. Namun, proses legislasi berjalan lamban di tengah agenda politik yang padat.

Dari sisi bisnis, sebagian pengusaha khawatir kewajiban cuti berbayar akan menambah beban operasional. Namun, berbagai riset justru menunjukkan bahwa kebijakan cuti orang tua yang baik meningkatkan loyalitas karyawan, produktivitas jangka panjang, dan mengurangi biaya pergantian staf. Di era di mana talenta muda semakin menuntut keseimbangan hidup dan kerja, perusahaan yang tidak menyediakan cuti ayah akan kehilangan daya saing.

Kisah Lawal di Commonwealth mengingatkan bahwa di atas podium, ada bangsa yang bersorak. Tapi di rumah sakit dan rumah-rumah kecil di penjuru Nigeria, ada bangsa yang berjuang sendiri. Nigeria membutuhkan lebih dari sekadar emas di arena olahraga—ia membutuhkan kebijakan yang melindungi setiap warga sejak hembusan napas pertama. Pemerintah, parlemen, dan sektor swasta harus duduk bersama, bukan hanya untuk menyusun strategi meraih medali, tapi juga untuk memastikan bahwa setiap kelahiran di negeri ini disambut dengan hadirnya ayah, bukan dengan kebijakan yang absen.

[SOCIAL_TWEET]: Saat Nigeria rayakan emas keenam di Commonwealth, ribuan ayah tak punya hak cuti dampingi istri melahirkan. Ironi panggung: juara diangkat, keluarga ditinggal. Baca selengkapnya: [link][SOCIAL_TG]: 🇳🇬 Emas keenam Nigeria di Commonwealth jadi sorotan, tapi kebijakan cuti ayah masih nihil. Mengapa negara dengan ekonomi terbesar di Afrika belum menjamin kehadiran ayah di momen paling rentan keluarga? Baca analisisnya: [link]

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User