JAKARTA, Beritatercepat.com — Pemerintah Provinsi Lampung secara resmi memperkuat kolaborasi strategis dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) melalui integrasi Program Desaku Maju. Inisiatif kolaboratif ini dirancang guna mengoptimalkan segenap potensi lokal perdesaan di Lampung agar mampu bertransformasi menjadi motor penggerak baru pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Langkah konkret tersebut dimatangkan dalam sebuah pertemuan kerja tingkat tinggi antara Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Kantor Kemendes PDT, Jakarta. Pertemuan ini menyepakati percepatan pembangunan infrastruktur perdesaan berbasis potensi agribisnis, pariwisata, serta penguatan sumber daya manusia (SDM).
Pertemuan Strategis dan Kesepahaman Kerja Sama
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Lampung memaparkan potensi besar 2.400 lebih desa di wilayah Lampung yang selama ini menjadi lumbung pangan dan perkebunan. Melalui integrasi dengan kebijakan Kemendes PDT, program Desaku Maju diproyeksikan tidak hanya menyasar bantuan modal, melainkan juga pendampingan manajerial terpadu.
"Pemerintah Provinsi Lampung menyambut sangat baik berbagai terobosan program Kemendes PDT. Kami meyakini bahwa kolaborasi ini membuka ruang percepatan luar biasa bagi desa-desa di Lampung untuk mandiri, berdaya saing, dan berkontribusi langsung terhadap perekonomian daerah," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Kronologi Sinergi dan Tahapan Penguatan Program Desaku Maju
Penguatan kerja sama antara Pemprov Lampung dan Kemendes PDT dijadwalkan melalui tahapan implementasi sistematis berikut:
- Pemetaan Potensi Komparatif Wilayah: Melakukan inventarisasi dan zonasi potensi unggulan setiap desa, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga destinasi wisata alam dan budaya.
- Harmonisasi Regulasi dan Program: Menyelaraskan alokasi dana desa dan stimulus daerah agar sejalan dengan prioritas nasional pengembangan desa tematik dan ketahanan pangan.
- Pemberdayaan Kapasitas SDM dan BUMDes: Memberikan pelatihan intensif tata kelola manajerial modern bagi pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan aparatur desa.
- Penyediaan Akses Permodalan dan Pasar: Membuka akses jaringan pemasaran produk unggulan perdesaan ke pasar nasional maupun platform digital modern.
Empat Pilar Utama Pendorong Ekonomi Desa
Sinergi program ini memprioritaskan empat sektor strategis sebagai pilar transformasi:
- Penguatan Sektor Pertanian dan Perkebunan: Modernisasi alat mesin pertanian (alsintan) dan hilirisasi produk pertanian mentah menjadi barang bernilai jual tinggi.
- Pengembangan Desa Wisata Mandiri: Pengelolaan destinasi berbasis komunitas lokal untuk mendatangkan wisatawan dan menggerakkan rantai ekonomi lokal.
- Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades): Standardisasi kualitas, perizinan, hingga pengemasan produk UMKM perdesaan agar siap tembus pasar retail modern.
- Digitalisasi Desa: Peningkatan literasi digital masyarakat desa guna memudahkan akses layanan publik dan perdagangan elektronik (e-commerce).
Mendes PDT Yandri Susanto menyambut positif komitmen Pemprov Lampung. Menurutnya, kesiapan pemerintah daerah dalam memetakan potensi lokal merupakan kunci utama keberhasilan program pengentasan ketertinggalan perdesaan. Dengan sinergi yang solid, desa diharapkan tidak lagi menjadi wilayah penerima manfaat pasif, melainkan produsen utama yang menopang ketahanan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Pemprov Lampung dan Kemendes PDT resmi menyinergikan Program Desaku Maju untuk memperkuat perekonomian perdesaan melalui hilirisasi produk, penguatan BUMDes, dan pengembangan desa wisata. Baca selengkapnya di Beritatercepat.com
Comments (0)