KPK: Belum Bahas Investigasi Gabungan Kasus Eks Jampidsus

BREAKING — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan belum ada pembahasan resmi untuk membentuk tim investigasi bersama dengan Kejaksaan Agung dalam perkara dugaan korupsi batu bara yang menyere...

Jul 12, 2026 - 17:46
0 0

BREAKING — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan belum ada pembahasan resmi untuk membentuk tim investigasi bersama dengan Kejaksaan Agung dalam perkara dugaan korupsi batu bara yang menyeret eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), FA. Lembaga antirasuah itu menyatakan bahwa yang berjalan saat ini baru sebatas koordinasi umum, bukan pembicaraan menuju investigasi gabungan.

Koordinasi Masih Awal

Plt Jubir KPK menjelaskan bahwa komunikasi antara dua institusi penegak hukum itu masih berada di level pertukaran data awal. “Fokus kami sekarang adalah memastikan koordinasi berjalan baik, bukan merancang investigasi bersama. Belum ada pembahasan ke arah sana,” demikian pernyataan internal yang diperoleh media ini, Selasa (19/2).

Sumber di lingkungan KPK mengonfirmasi bahwa tidak ada agenda khusus yang membahas penggabungan tim penyidik. Sejauh ini, KPK masih memprioritaskan penguatan bukti secara mandiri tanpa intervensi dari pihak mana pun. Langkah bersama akan dipertimbangkan hanya jika lini koordinasi teknis sudah sepenuhnya terwujud, tapi belum ada jadwal pasti.

Latar Kasus Batu Bara

Perkara ini berawal dari temuan dugaan penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan Izin Usaha Pertambangan di wilayah Kalimantan. Modus yang dilaporkan berupa pengondisian izin secara melawan hukum untuk menguntungkan pihak swasta tertentu. Kerugian negara ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah dari ketidaksesuaian pemanfaatan lahan dan penghindaran kewajiban fiskal.

Nama FA mencuat setelah adanya keterangan saksi yang menyebut aliran dana tidak wajar kepada mantan pejabat tinggi tersebut. KPK sudah menetapkannya sebagai tersangka pada pertengahan tahun lalu, namun penahanan belum dilakukan karena penyidik terus mendalami alur penerimaan serta aset yang diduga disembunyikan.

Harapan Publik dan Koordinasi Lintas Lembaga

Kalangan pegiat antikorupsi mendorong agar koordinasi KPK dan Kejaksaan Agung segera ditingkatkan menjadi langkah konkret, mengingat latar belakang tersangka yang pernah menempati posisi strategis di korps adhyaksa. Kekhawatiran akan potensi benturan kepentingan menjadi alasan utama mengapa investigasi bersama dianggap mendesak.

Meski demikian, KPK menjamin tidak ada upaya tebang pilih. “Penanganan kasus ini tetap profesional dengan standar tinggi. Koordinasi yang kami lakukan semata untuk mempercepat proses, bukan untuk tawar-menawar,” imbuh sumber tersebut. Sampai berita ini diturunkan, Kejaksaan Agung belum memberikan keterangan resmi mengenai isi koordinasi yang berlangsung.

Perkembangan Terkini

Penyidik masih mengumpulkan alat bukti tambahan dengan memanggil sejumlah direktur perusahaan tambang dan pejabat kementerian terkait. Tim KPK juga sedang menelusuri jejak aset di luar negeri yang diduga terkait dengan tersangka. Masyarakat diminta bersabar karena proses ini memerlukan ketelitian tinggi agar berkas perkara dapat segera dilimpahkan ke tahap penuntutan.

Apabila koordinasi dengan Kejaksaan Agung berlanjut ke tahap investigasi gabungan, KPK menegaskan mekanisme itu akan dibuka secara transparan. Untuk saat ini, belum ada pembicaraan apapun mengenai kemungkinan tersebut.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User