BI Tegal Kembali Gelar QRIS Jelajah Kuliner, Dorong Inklusi Keuangan

TEGAL – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal kembali menginisiasi program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026, sebagai langkah strategis memperluas adopsi sistem pembayaran digital di k...

Jul 12, 2026 - 17:44
0 0

TEGAL – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal kembali menginisiasi program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026, sebagai langkah strategis memperluas adopsi sistem pembayaran digital di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang untuk mengakselerasi transformasi digital di sektor perdagangan tradisional.

Program yang memasuki edisi ketiga ini dirancang untuk semakin mendekatkan ekosistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kepada masyarakat. BI Tegal menargetkan ribuan merchant kuliner, mulai dari pedagang kaki lima hingga rumah makan, dapat terhubung dalam jaringan pembayaran nontunai yang aman dan efisien.

Jangkauan dan Mekanisme

QJI 2026 akan menyasar sentra-sentra kuliner ikonik di wilayah Tegal, Brebes, Pemalang, dan sekitarnya. Tim BI akan melakukan kunjungan langsung ke lokasi untuk memberikan edukasi, membantu proses pendaftaran, dan memastikan kesiapan infrastruktur QRIS. Para pelaku usaha juga akan mendapat pendampingan teknis agar transaksi digital berjalan lancar.

Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini BI Tegal menggandeng lebih banyak perbankan dan fintech pembayaran sebagai mitra akuisisi. Kolaborasi ini memungkinkan merchant menerima pembayaran dari berbagai aplikasi dompet digital maupun mobile banking hanya dengan satu kode QR.

Perkuat Ekosistem Digital

Kepala Perwakilan BI Tegal, dalam keterangan tertulisnya, menekankan bahwa program ini bukan sekadar memperbanyak jumlah pengguna QRIS, melainkan membangun kesadaran kolektif tentang manfaat transaksi nontunai. “Kami ingin setiap pelaku usaha kuliner merasakan langsung efisiensi, keamanan, dan kemudahan yang ditawarkan QRIS. Ini bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang semakin inklusif secara keuangan,” ujarnya.

Data internal BI mencatat, volume transaksi QRIS di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan dan Banyumas mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2025. Program QJI diharapkan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan tersebut, terutama di segmen usaha informal yang selama ini masih bergantung pada uang tunai.

Dampak bagi UMKM Kuliner

Bagi pelaku usaha, adopsi QRIS mengurangi risiko kesalahan pencatatan keuangan dan meminimalkan peredaran uang palsu. Transaksi tercatat secara real time, sehingga memudahkan pelacakan omzet dan akses terhadap layanan keuangan formal seperti kredit usaha. Beberapa pedagang yang telah bergabung pada gelaran sebelumnya melaporkan peningkatan omzet hingga 20 persen karena konsumen kini lebih leluasa memilih metode bayar.

Selain itu, QJI 2026 juga membawa misi memperkenalkan fitur QRIS Tanpa Tatap Muka (QRIS TTM) dan QRIS Tarik, Setor, dan Transfer (QRIS TAST). Fitur ini memungkinkan konsumen melakukan pembayaran jarak jauh atau bahkan menarik uang tunai di merchant terdekat, memperluas fungsi kode QR melampaui sekadar pembayaran.

Dengan kembali digelarnya program ini, BI Tegal menegaskan komitmennya untuk menjadikan pembayaran digital sebagai arus utama di semua lapisan ekonomi. Publik pun diimbau untuk memanfaatkan momen ini, baik sebagai konsumen yang mendukung merchant lokal maupun sebagai pelaku usaha yang siap bertransformasi.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User