Korem Jelaskan Insiden Viral Ajudan Danrem Tanpa Nomor Bib di Jogja Marathon: Hanya Salah Paham

Sebuah video yang menampilkan Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Brigadir Jenderal TNI Yuniar Dwi Hantono, menarik paksa seorang ajudannya untuk berlari di ajang Jogja Marathon tanpa mengenakan n

Jul 08, 2026 - 00:09
0 0
Korem Jelaskan Insiden Viral Ajudan Danrem Tanpa Nomor Bib di Jogja Marathon: Hanya Salah Paham

Sebuah video yang menampilkan Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Brigadir Jenderal TNI Yuniar Dwi Hantono, menarik paksa seorang ajudannya untuk berlari di ajang Jogja Marathon tanpa mengenakan nomor bib resmi, mendadak viral di media sosial. Kejadian ini sontak menuai berbagai reaksi dari publik, terutama kalangan pelari yang menilai tindakan tersebut melanggar aturan penyelenggaraan lomba lari marathon.

Klarifikasi Korem 072/Pamungkas

Pihak Komando Resor Militer (Korem) 072/Pamungkas segera memberikan penjelasan terkait video yang beredar luas tersebut. Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas Mayor Inf Suwito menyampaikan bahwa insiden tersebut murni karena kesalahpahaman di lapangan.

“Terjadi kesalahpahaman aja, dan sudah saling memaafkan,” ujar Mayor Suwito saat dihubungi oleh media kami pada Senin (22/6/2026).

Suwito menambahkan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan antara Danrem dengan ajudan yang bersangkutan. Ia berharap masyarakat tidak memperpanjang masalah ini karena sudah selesai dengan baik.

Tanggapan TNI AD

Terkait kejadian ini, pihak Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) juga turut angkat bicara. Dalam pernyataannya, TNI AD menegaskan bahwa setiap prajurit harus mematuhi aturan yang berlaku, termasuk dalam kegiatan olahraga yang diikuti. TNI AD memastikan akan mengevaluasi prosedur keikutsertaan personel dalam acara publik agar kejadian serupa tidak terulang.

Namun demikian, TNI AD mengapresiasi langkah cepat pimpinan di satuan untuk menyelesaikan masalah secara internal dan menjaga nama baik institusi. “Kami mendukung penyelesaian secara kekeluargaan, namun tetap akan menjadikan ini sebagai pembelajaran agar ke depan lebih baik lagi,” demikian pernyataan resmi TNI AD yang diterima media kami.

Jogja Marathon sendiri merupakan ajang lari tahunan yang ketat menerapkan aturan, termasuk kewajiban semua peserta mengenakan nomor bib sebagai identitas dan syarat mengikuti lomba. Pelanggaran aturan semacam ini biasanya berujung pada diskualifikasi peserta.

Video viral yang tersebar di platform media sosial seperti X dan Instagram itu memperlihatkan Danrem Yuniar yang sudah menggunakan nomor bib berlari sambil menggandeng ajudannya yang tidak menggunakan tanda peserta. Beberapa warganet menyayangkan sikap tersebut karena dianggap tidak menghormati penyelenggara dan peserta lain yang telah mendaftar secara resmi.

Meski kontroversi sempat memanas, klarifikasi dari pihak Korem dan TNI AD berhasil menenangkan publik. Kasus ini diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak, termasuk pejabat publik, untuk selalu mematuhi aturan dalam setiap kegiatan yang diikuti, tanpa memandang jabatan atau kedudukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking. Editor breaking news dan peristiwa terkini.

Comments (0)

User