Kolaborasi Kemensos-BKKBN Hadirkan Layanan Konseling Sebaya di Sekolah Rakyat
BARU SAJA, Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengumumkan kerja sama strategis untuk memperkuat kesehatan mental pelajar Sekolah Rakyat. P...
BARU SAJA, Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengumumkan kerja sama strategis untuk memperkuat kesehatan mental pelajar Sekolah Rakyat. Program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) menjadi ujung tombak layanan ini.
Kolaborasi ini didesain untuk menjawab kebutuhan mendesak akan dukungan psikologis di kalangan remaja, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. PIK-R akan menyediakan ruang aman bagi siswa untuk berbicara dan mendapatkan pendampingan dari rekan sebaya yang telah dilatih khusus.
Mekanisme Program PIK-R
Layanan ini mengusung konsep konseling sebaya (peer counseling), di mana siswa terpilih akan dibekali pelatihan intensif untuk menjadi pendengar dan penolong pertama bagi teman-temannya. Mereka akan bekerja di bawah supervisi psikolog profesional yang disediakan oleh Kemensos dan BKKBN.
Program ini tidak hanya fokus pada intervensi krisis, tetapi juga pencegahan melalui edukasi kesehatan mental secara berkala. Modul pembelajaran mencakup manajemen stres, pengenalan diri, hingga strategi menghadapi perundungan.
Data dan Fakta Cepat
- PIK-R akan hadir di seluruh Sekolah Rakyat yang dikelola Kemensos di Indonesia.
- Setiap sekolah akan memiliki minimal 5 konselor sebaya yang direkrut dari siswa kelas atas.
- Pelatihan dasar konselor berlangsung selama 40 jam yang mencakup teknik mendengar aktif dan etika kerahasiaan.
- Layanan konseling bersifat gratis dan rahasia, tanpa birokrasi yang rumit.
- Kemensos dan BKKBN menargetkan 100 Sekolah Rakyat sebagai proyek percontohan tahun ini.
- Pendanaan program berasal dari APBN 2026 yang dialokasikan khusus untuk penguatan mental remaja.
- Kerja sama dengan Puskesmas setempat untuk rujukan kasus berat.
Keputusan ini diambil setelah sejumlah kajian menunjukkan peningkatan kasus kecemasan dan depresi pada remaja usia sekolah. Sekolah Rakyat yang menjadi rumah bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera dipandang perlu mendapat perhatian lebih karena minimnya akses layanan psikologis.
“Kami ingin memastikan setiap anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental. PIK-R adalah jawabannya,” ujar seorang pejabat Kemensos yang menolak disebutkan namanya.
Peluncuran resmi program ini dijadwalkan pada awal Agustus 2026, bersamaan dengan tahun ajaran baru di Sekolah Rakyat. Kemensos telah menyiapkan tim psikolog keliling yang akan melakukan monitoring rutin setiap bulan. Setiap konselor sebaya akan mendapat insentif bulanan sebagai bentuk apresiasi.
Dengan hadirnya program ini, pemerintah berharap lingkungan sekolah menjadi lebih suportif dan mampu mendeteksi dini masalah kesehatan mental pada murid. Ke depan, PIK-R direncanakan diperluas ke sekolah-sekolah reguler di bawah naungan Kementerian Pendidikan.
Comments (0)