Kiandra Ramadhipa Taklukkan Race 2 Rookies Cup, Peringkat Tiga Klasemen
Aksi taktis Kiandra Ramadhipa di lintasan basah Sachsenring berbuah manis. Pembalap Indonesia itu merangsek dari posisi start kelima untuk merebut kemenangan perdana di musim 2026, sekaligus melesat k...
Aksi taktis Kiandra Ramadhipa di lintasan basah Sachsenring berbuah manis. Pembalap Indonesia itu merangsek dari posisi start kelima untuk merebut kemenangan perdana di musim 2026, sekaligus melesat ke peringkat tiga klasemen sementara Red Bull MotoGP Rookies Cup.
Strategi Ciamik di Tikungan Waterfall
Ramadhipa memulai Race 2 dengan hati-hati setelah hujan ringan mengguyur sirkuit. Namun, ia langsung menunjukkan agresivitas di lap ketiga, menyalip dua pembalap sekaligus di tikungan Omega. Kunci kemenangannya terletak pada tikungan Waterfall yang legendaris, di mana ia konsisten mencatat waktu tercepat dan meninggalkan rombongan pengejar.
Persaingan sengit terjadi dengan pebalap Spanyol, Alejandro Martinez, yang terus menempel hingga lap terakhir. Beruntung, Ramadhipa berhasil mempertahankan posisinya dengan selisih hanya 0,4 detik. Finis 20 menit 33,201 detik, ia mengungguli 26 pebalap lain di lintasan sepanjang 3,6 km itu.
Lompatan Klasemen dan Peluang Juara
Kemenangan ini mengumpulkan total 65 poin bagi Ramadhipa, menggeser Marco Bellini dari posisi tiga. Kini ia hanya terpaut 12 poin dari pemuncak klasemen, Luca Ferrara, dan terpaut 5 poin dari peringkat kedua, Hiroshi Tanaka. Dengan tiga seri tersisa—di Spielberg, Brno, dan Valencia—peluang merebut gelar juara umum semakin terbuka.
“Saya hanya fokus menjalani setiap lap sebaik mungkin. Motor terasa sangat stabil dan tim memberikan setelan sempurna untuk kondisi basah. Ini kemenangan yang sangat berarti,” ujar Ramadhipa di parc ferme.
Perjalanan dari Yogyakarta ke Panggung Dunia
Pembalap berusia 16 tahun asal Yogyakarta ini menjalani musim keduanya di kejuaraan pencetak bakat MotoGP tersebut. Tahun lalu ia mengakhiri musim di peringkat kesembilan. Kini, ia telah mengumpulkan dua kemenangan dan satu podium kedua dari enam balapan, menunjukkan grafik peningkatan yang konsisten. Pengamat menilai gaya balapnya yang tenang namun agresif menjadi aset berharga di lintasan-lintasan teknis seperti Sachsenring.
Keberhasilan ini juga menjadi catatan penting bagi Indonesia, yang sebelumnya hanya menempatkan Andi Farid Izdihar di peringkat kelima pada 2016 sebagai hasil terbaik di ajang ini. Ramadhipa dijadwalkan mengikuti tes privat di Misano pekan depan sebelum melanjutkan seri ketujuh di Austria.
Baca juga:
Comments (0)