Ketua Dekopin: Perhatian Prabowo untuk Koperasi Belum Pernah Ada
Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Bambang Haryadi menyatakan bahwa baru di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto gerakan koperasi nasional mendapatkan perhatian yang signifikan. Apres...
Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Bambang Haryadi menyatakan bahwa baru di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto gerakan koperasi nasional mendapatkan perhatian yang signifikan. Apresiasi ini disampaikan langsung di hadapan peserta peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026, menandai babak baru bagi sektor ekonomi kerakyatan.
"Ini momen penting bagi jutaan pelaku koperasi di seluruh Indonesia. Presiden Prabowo telah menunjukkan keberpihakan nyata yang belum pernah kami rasakan sebelumnya," ujar Bambang dengan nada optimistis. Bambang yang telah puluhan tahun aktif di gerakan koperasi menyebut dukungan Presiden Prabowo kali ini melampaui periode-periode sebelumnya.
Perhatian yang Dinantikan
Bambang Haryadi menekankan, koperasi kerap dipandang sebelah mata dalam arus utama pembangunan ekonomi. Namun, di bawah komando Presiden Prabowo, terjadi pergeseran paradigma yang menempatkan koperasi sebagai salah satu tulang punggung ekonomi nasional.
"Kami melihat adanya kebijakan-kebijakan yang mulai membuka akses koperasi ke rantai pasok strategis, inklusi keuangan, dan program digitalisasi UMKM yang terkait langsung dengan gerakan koperasi," tuturnya.
Fakta Kunci
- Pernyataan resmi: Bambang Haryadi menyampaikan apresiasi dalam acara Harkopnas 2026.
- Fokus pemerintah: Koperasi mendapat alokasi prioritas dalam sejumlah program ekonomi.
- Transformasi digital: Inisiatif modernisasi koperasi berbasis teknologi mulai dijalankan.
- Akses pembiayaan: Terdapat perluasan skema kredit bagi koperasi mikro dan modern.
- Sinergi: Dekopin siap menjadi mitra utama pemerintah memperkuat koperasi di seluruh Indonesia.
Langkah Konkret yang Diapresiasi
Ketua Dekopin tidak merinci program spesifik dalam kesempatan itu, namun ia mengisyaratkan beberapa terobosan sedang dalam tahap finalisasi. Salah satunya adalah rencana integrasi koperasi ke dalam ekosistem logistik nasional untuk memangkas biaya distribusi dari desa ke kota. Salah satu sinyalemen yang disampaikan adalah peningkatan signifikan alokasi anggaran untuk pembinaan koperasi di tahun 2027, meskipun angka pastinya belum dirilis.
"Presiden Prabowo memahami bahwa koperasi bukan hanya tentang simpan pinjam, melainkan instrumen strategis untuk memutus oligarki pangan dan energi. Inilah yang membedakan," cetusnya.
Dekopin Sampaikan Komitmen
Di penghujung pidatonya, Bambang Haryadi menegaskan bahwa Dekopin sepenuhnya mendukung arah kebijakan pemerintah. Ia juga mengajak seluruh pengurus koperasi di daerah untuk mempersiapkan diri menjemput peluang besar yang akan terbuka.
"Kita tidak bisa hanya berpangku tangan. Era baru koperasi sudah di depan mata, dan kita harus menyambutnya dengan kesiapan digital, tata kelola profesional, dan jejaring yang luas," pungkasnya.
Ribuan pengurus koperasi yang hadir menyambut pernyataan tersebut dengan tepuk tangan meriah, berharap gelombang perhatian ini tidak hanya berhenti di seremoni.
Dengan pernyataan ini, hubungan antara gerakan koperasi dan Pemerintahan Prabowo memasuki fase baru yang diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif berbasis kerakyatan.
Baca juga:
Comments (0)