Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Guru Besar STIK: Ini Pelecut untuk Terus Melayani

Beritatercepat.com, Jakarta — Guru Besar Ilmu Pemerintahan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)-PTIK, Albertus Wahyurudhanto, memberikan apresiasi terhadap tren peningkatan kepercayaan publik

Jul 08, 2026 - 05:21
0 0
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Guru Besar STIK: Ini Pelecut untuk Terus Melayani

Beritatercepat.com, Jakarta — Guru Besar Ilmu Pemerintahan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)-PTIK, Albertus Wahyurudhanto, memberikan apresiasi terhadap tren peningkatan kepercayaan publik kepada institusi Polri. Menurutnya, hasil survei terbaru yang menempatkan tingkat kepercayaan publik di angka 82,4 persen merupakan bukti nyata bahwa reformasi internal yang dilakukan Polri mulai membuahkan hasil, sekaligus menjadi cambuk untuk terus meningkatkan kinerja di masa mendatang.

Berdasarkan data yang dihimpun media kami dari hasil survei Litbang Kompas, angka kepercayaan publik terhadap Polri pada tahun 2026 ini melonjak signifikan. Tercatat lonjakan sebesar 6,2 poin persentase jika dibandingkan dengan capaian tahun 2025 yang berada di skor 76,2 persen. Peningkatan ini sekaligus menandai titik tertinggi kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara dalam beberapa tahun terakhir.

"Angka-angka ini harus dimaknai sebagai cara masyarakat juga untuk melecut Polri, sehingga Polri semakin hari menunjukkan data dan fakta bahwa memang niatan itu tidak hanya sekadar niat, tetapi memang terimplementasi dengan hasil kinerja yang baik,"

demikian disampaikan Albertus dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Lebih lanjut, akademisi kepolisian itu menekankan bahwa kepercayaan sebesar 82,4 persen ini bukanlah sekadar angka statistik yang patut dirayakan, melainkan sebuah mandat yang menuntut tanggung jawab besar. Albertus memandang bahwa capaian ini mencerminkan ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi terhadap pelayanan, penegakan hukum, dan pendekatan humanis yang harus terus dijaga oleh seluruh jajaran Polri di seluruh Indonesia.

"Publik telah memberikan apresiasi melalui survei ini, namun di saat yang sama mereka juga menitipkan harapan agar Polri tidak berpuas diri. Ini adalah momentum yang tepat bagi Polri untuk membuktikan bahwa transformasi yang dilakukan bersifat berkelanjutan dan berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat," imbuh Albertus.

Peningkatan signifikan ini diduga kuat berkorelasi dengan berbagai program strategis Polri dalam merespons keluhan masyarakat secara langsung. Mulai dari penguatan fungsi pengawasan internal, percepatan respons terhadap laporan warga, hingga pendekatan komunikasi publik yang lebih terbuka dan transparan di era digital. Media kami mencatat bahwa sepanjang tahun 2025 hingga 2026, Polri gencar melakukan modernisasi layanan berbasis teknologi informasi yang memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kepolisian.

Albertus berharap ke depan, Polri tidak hanya berhenti pada pencapaian survei yang membanggakan, tetapi terus menjadikan kepercayaan tersebut sebagai fondasi untuk membangun institusi yang Presisi — Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan. "Kepercayaan adalah modal sosial yang mahal harganya. Sekali ia hilang, butuh waktu bertahun-tahun untuk memulihkannya. Oleh karena itu, jaga dan rawat kepercayaan ini dengan kerja nyata," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Lapangan. Reporter lapangan peristiwa terkini.

Comments (0)

User