Jakarta - Kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus menunjukkan tren positif. Berda
Hasil Survei dan Apresiasi Publik Survei Litbang Kompas yang digelar pada 9 hingga 18 April 2026 ini melibatkan 1.200 responden di seluruh Indonesia. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara t
Hasil Survei dan Apresiasi Publik
Survei Litbang Kompas yang digelar pada 9 hingga 18 April 2026 ini melibatkan 1.200 responden di seluruh Indonesia. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara tatap muka di 38 provinsi, dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat. Tingkat kepercayaan survei mencapai 95% dengan margin of error sebesar 2,83%.
Mayoritas responden melihat bahwa Polri tidak ragu memberikan sanksi tegas kepada anggota yang terbukti melanggar. Hal ini menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya kepercayaan publik. Publik menilai Polri sudah beri sanksi tegas ke anggota yang melanggar, demikian intisari hasil survei yang dirilis.
80,6% responden menilai kinerja Polri semakin baik, menjadi bukti bahwa upaya perbaikan di tubuh kepolisian mulai membuahkan hasil.
Langkah Pembenahan Diakui
Peningkatan kinerja Polri ini tidak lepas dari serangkaian kebijakan yang diterapkan oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Fokus pada pengawasan internal, penegakan disiplin, serta budaya anti-korupsi terus digelorakan. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah oknum polisi yang tersangkut kasus pidana maupun pelanggaran etik telah dijatuhi sanksi berat, mulai dari demosi, penempatan khusus, hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
Berdasarkan pantauan media kami, langkah tegas tersebut diapresiasi publik. Masyarakat kini melihat adanya komitmen nyata dari Polri untuk membersihkan institusinya dari perilaku menyimpang. Survei ini sekaligus menjadi cermin bahwa reformasi di tubuh kepolisian mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.
Metodologi yang Kuat
Sebagai informasi, survei Litbang Kompas dikenal memiliki metodologi yang ketat. Dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar proporsional di seluruh provinsi, hasilnya dianggap mewakili suara publik secara nasional. Wawancara tatap muka juga memungkinkan pendalaman respons dan mengurangi potensi bias. Dengan margin of error hanya 2,83%, data ini bisa menjadi acuan penting bagi pembuat kebijakan.
Dengan hasil yang positif ini, diharapkan Polri terus mempertahankan dan meningkatkan integritasnya. Kepercayaan publik yang tinggi adalah modal utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Comments (0)