Kemhan Resmi Hentikan Latsarmil, Fokus ke Pelatihan Bela Negara dan Manajerial

Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) secara resmi menghentikan program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) yang sebelumnya diwajibkan bagi para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI)

Jul 08, 2026 - 05:16
0 0
Kemhan Resmi Hentikan Latsarmil, Fokus ke Pelatihan Bela Negara dan Manajerial

Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) secara resmi menghentikan program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) yang sebelumnya diwajibkan bagi para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Program tersebut kini diubah secara fundamental menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial.

Kebijakan ini berlaku bagi calon pengelola atau manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Langkah penyesuaian ini diambil setelah adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembelajaran yang diterapkan sebelumnya.

Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan latsarmil lagi

Demikian pernyataan Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, dalam keterangan yang diterima media kami, Selasa (30/6/2026).

Perubahan signifikan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang melakukan evaluasi langsung. Evaluasi tersebut tidak lepas dari insiden tragis sebelumnya, di mana lima orang peserta latsarmil dilaporkan meninggal dunia selama menjalani pelatihan. Insiden ini menjadi titik balik peninjauan ulang kurikulum dan metode pelatihan di lingkungan Kemhan.

Brigjen Rico memastikan bahwa proporsi kegiatan fisik dan materi pelatihan yang memiliki keterkaitan erat dengan praktik kemiliteran akan dikurangi secara drastis. Fokus utama pelatihan kini dialihkan pada penguatan wawasan kebangsaan, kompetensi manajerial, dan pembinaan karakter bela negara non-fisik yang lebih relevan dengan tugas para pengelola koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Dengan perubahan nomenklatur dan metode ini, diharapkan program pembekalan tetap mampu mencetak kader penggerak pembangunan yang disiplin dan berjiwa nasionalis, namun tanpa mengorbankan aspek keselamatan peserta. SPPI sebagai program strategis pembinaan sarjana diharapkan dapat terus berjalan efektif dengan pendekatan yang lebih humanis dan adaptif terhadap kebutuhan pembangunan masyarakat desa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Editor Politik. Editor politik breaking dengan update cepat.

Comments (0)

User